Nama = Radhitya Agrayasa RHalin
NPM = 2315061002
Kelas = PSTI B
1. Pendapat dan sikap saya terhadap masalah dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa ada perluasan kesenjangan sosial, peningkatan polarisasi politik, dan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya, akses pendidikan, dan kesempatan ekonomi dapat mengakibatkan ketegangan sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa. Polaritas politik yang semakin meningkat juga dapat menghasilkan konflik internal yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Hal ini terjadi karena adanya ketidakkompakan dalam mendukung visi dan misi pembangunan nasional, serta terbatasnya ruang dialog dan kerja sama antar-berbagai pihak.
2. Untuk memperkuat kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu di balik keberagaman dan pluralitasnya, perlu dilakukan langkah-langkah konkret. Pertama, pendidikan multikultural yang mempromosikan nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi perlu diperkuat di semua tingkatan pendidikan. Kedua, perlindungan terhadap warisan budaya dan bahasa daerah perlu ditingkatkan untuk memperkuat rasa bangga dan identitas nasional. Ketiga, pemerintah dan masyarakat sipil perlu bekerja sama untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial dan politik, sehingga setiap warga merasa memiliki peran dalam pembangunan bangsa. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat memperkuat fondasi kebudayaan Indonesia yang kokoh sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
NPM = 2315061002
Kelas = PSTI B
1. Pendapat dan sikap saya terhadap masalah dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa ada perluasan kesenjangan sosial, peningkatan polarisasi politik, dan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya, akses pendidikan, dan kesempatan ekonomi dapat mengakibatkan ketegangan sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa. Polaritas politik yang semakin meningkat juga dapat menghasilkan konflik internal yang dapat memicu disintegrasi bangsa. Hal ini terjadi karena adanya ketidakkompakan dalam mendukung visi dan misi pembangunan nasional, serta terbatasnya ruang dialog dan kerja sama antar-berbagai pihak.
2. Untuk memperkuat kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu di balik keberagaman dan pluralitasnya, perlu dilakukan langkah-langkah konkret. Pertama, pendidikan multikultural yang mempromosikan nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi perlu diperkuat di semua tingkatan pendidikan. Kedua, perlindungan terhadap warisan budaya dan bahasa daerah perlu ditingkatkan untuk memperkuat rasa bangga dan identitas nasional. Ketiga, pemerintah dan masyarakat sipil perlu bekerja sama untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial dan politik, sehingga setiap warga merasa memiliki peran dalam pembangunan bangsa. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat memperkuat fondasi kebudayaan Indonesia yang kokoh sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.