Nama : Sabilillah Irdo
NPM : 2315061108
Kelas : TI D
Menurut analisi dari saya jurnal ini berisi tentang apakah benar agama menjadi musuhnya Pancasila.Seperti yang kita ketahui bahwa Pancasila merupakan nilai-nilai dasar dan ideologi negara kita yang mempersatukan Indonesia dari berbagai ragam rsa,suku,agama,budaya,dan golongan namun akhir akhir ini BPIP mengatakan agama musuhnya Pancasila karena biasanya masih saja ada orang yang tidak bisa bertoleransi walaupun sudah mempunyai ideologi Pancasila.Tujuan dari jurnal ini pun ingin menunjukkan bahwa apakah dasar negara Pancasila masih mampu untuk menunjukkan kekuatannya dalam menangkal pemahaman radikal dan ekstrem dari sebagian pemeluk agama, dangkalnya pemahaman tentang agama dan fanatik menimbulkan rasa superioritas terhadap agama lain.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa sekarang sedang banyak radikalisme yang terjadi dan semakin maraknya aksi dari radikalisme.Ada beberapa alasan terjadinya radikalisme di Indonesia yaitu perkembangan di tingkat global, penyebaran paham Wahabi, dan kemiskinan .Hal inilah yang menyebabkannya banyak terjadinya aksi radikalisme.Ketidak pahaman masyarakat tentang Pancasila pun menjadi salah satu alasan radikalisme ini terjadi.Dan untuk mencegah aksi radikal ini terus berlanjut yaitu bisa dengan keniscayaan mengakui adanya perbedaan, menolak paham absolutisme dan pemikiran terorisme, radikalisme, fundamental dan demokrasi bersifat relatif, mengakui kesetaraan dalam konsep kehidupan.
Pada akhir jurnal ini dijelaskan bahwa BPIP yang berkomentar tentang agama musuh Pancasila adalah suatu kecacatan dalam berpikir dan asal berkomentar saja.Dijelaskan bahwa pada sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan yang maha esa yaitu setiap masyarakat dan orang-orang di Indonesia harus mempunyai agama yang di peluknya sebagai salah satu penerapan dan peng implentasian dari sila pertama.Dan pada kesimpulan akhirnya pun untuk pertanyaan apakah agama musuh dari Pancasila?tentu saja tidak.
Agama dan negara memiliki hubungan yang sangat erat seperti yang dijelaskan Al mawardi bahwa di dalam negara ada
agama yang dijunjung tinggi, di dalam negara ada penguasa yang berwibawa, di dalam negara harus ada keadilan, di dalam negara tercipta keamanan, di dalam negara ada generasi, dan di dalam negara harus terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pengertian tersebut salah satu unsur terpenting dalam suatu negara adalah agama.