Kiriman dibuat oleh Nina Meliana Az-Zahra 2215071036

Nama : Nina Meliana Az-Zahra
NPM : 2215071036
Kelas : B

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
1) Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan.
Demokrasi pada masa ini sangat terbatas.

2) Perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959).
Masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, hampir semua elemen demokrasi ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Tetapi, demokrasi parlementer gagal karena pertama, dominannya politik aliran (partai "islam", partai "nasionalis", partai non-"islam"). Kedua, basis sosial ekonomi yang sangat lemah. Ketiga, persamaan kepentingan antara Presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat, yang keduanya tidak senang dengan proses politik yang berjalan.

3) Perkembangan demokrasi terpimpin (1959-1965)
Pada masa ini politik diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik utama pada waktu itu, yaitu ABRI, Soekarno, PKI.

4) Perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru
- Demokrasi pancasila (orba)
Di tiga tahun pertama, kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan pada kekuatan masyarakat. Di tiga tahun berikutnya, dominan pedannya ABRI.

5) perkembangan demokrasi masa reformasi (1998-sekarang)
Demokrasi yang ditetapkan negara kita pada era reformasi adalah demokrasi pancasila, tentu dengan karakteristik berbeda dengan orba dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer 1950-1959.
Nama : Nina Meliana Az-Zahra
NPM : 2215071036
Kelas : B

PRETEST
Demokrasi menjamin kebebasan untuk berpendapat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa demokrasi itu berisik, tetapi berisik disini masih dalam konteks koridor demokrasi yang prosedural. Sistem ini dijadikan pilihan oleh banyak negara karena negara yang sistem demokrasinya baik lebih dapat mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Jika dilihat dari segi penegakan HAM, negara yang menganut demokrasi punya skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Namun kini, beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis, salah satu alasannya yaitu rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus.

POST TEST
Demokrasi dapat dimaknai sebagai 'pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.' Proses demokrasi yang berlangsung dipengaruhi beberapa faktor, misalnya budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik. Demokratisasi tersebut berlangsung dinamis, khususnya sejak pemilu 1999. Dari sisi negara, pendalaman demokrasi dapat bermakna, pertama, pengembangan pelembagaan mekanisme penciptaan kepercayaan semua aktor politik seperti masyarakat politik dan birokrasi. Kedua, pengembangan penguatan kapasitas administratif teknokratik yang menyertai pelembagaan yang telah dibentuk.

Konsolidasi demokrasi di Indonesia cemderung fluktuatif dan belum berjalan secara reguler karena pilar-pilar pentingnya belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Konsolidasi demokrasi atau proses pedalaman demokrasi akan terhambat ketika parpol melalui para elitenya dan stakeholders terkait pemilu menunjukkan perilaku yang tidak mendorong proses demokrasi. Sebagai negara demokrasi nomor 4 terbesar di dunia, Indonesia tampaknya belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif.