Pengertian Sejarah Lisan
sumber sejarah, yang dapat di gunakan syah sebagai penulisan sejarah. Sejarah lisan ini dibedakan dengan Tradisi lisan, yang mempunyai arti yang jauh berbeda. Bila tradisi lisan itu mempunyai arti: "Ceritera rakyat yang diungkapkan melalui lisan dan dikembangkan secara beruntun juga melalui lisan. Si pelisan (pengungkap ceritera) tidak terikat oleh peristiwanya itu sendiri. Si pelisan bukan penyaksi dan atau bukan peserta dalam peristiwa sejarah/ ceritera, dan tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang diceriterakannya"
Sejarah lisan memiliki arti yang khas yang bertanggung jawab, yaitu: "Sumber sejarah yang dilisankan oleh manusia pengikut atau yang menjadi saksi akan adanya peristiwa sejarah pada zaman- nya". Si pelisan benar-benar mengeta- hui, mengikuti kejadian masa lampau yang diceriterakan, dengan penuh tang- gung jawab atas kebenarannya. Dengan demikian si pelisan harus diseleksi se- cara kritis sebagaimana menghadapi sumber sejarah.
ciri-ciri sejarah lisan
a. Penyebaran tradisi mulut ke mulut.
b. Berasal dari masyarakat yang bercorak desa.
c. Menggambarkan suatu ciri-ciri masyarakat, sebab sastra lisan merupakan warisan budaya yang menggambarkan masa lampau, namun menyebut pula hal-hal yang baru.
d. Anonim atau tidak diketahui siapa pengarangnya dan karena itu menjadi milik masyarakat.
sumber sejarah, yang dapat di gunakan syah sebagai penulisan sejarah. Sejarah lisan ini dibedakan dengan Tradisi lisan, yang mempunyai arti yang jauh berbeda. Bila tradisi lisan itu mempunyai arti: "Ceritera rakyat yang diungkapkan melalui lisan dan dikembangkan secara beruntun juga melalui lisan. Si pelisan (pengungkap ceritera) tidak terikat oleh peristiwanya itu sendiri. Si pelisan bukan penyaksi dan atau bukan peserta dalam peristiwa sejarah/ ceritera, dan tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang diceriterakannya"
Sejarah lisan memiliki arti yang khas yang bertanggung jawab, yaitu: "Sumber sejarah yang dilisankan oleh manusia pengikut atau yang menjadi saksi akan adanya peristiwa sejarah pada zaman- nya". Si pelisan benar-benar mengeta- hui, mengikuti kejadian masa lampau yang diceriterakan, dengan penuh tang- gung jawab atas kebenarannya. Dengan demikian si pelisan harus diseleksi se- cara kritis sebagaimana menghadapi sumber sejarah.
ciri-ciri sejarah lisan
a. Penyebaran tradisi mulut ke mulut.
b. Berasal dari masyarakat yang bercorak desa.
c. Menggambarkan suatu ciri-ciri masyarakat, sebab sastra lisan merupakan warisan budaya yang menggambarkan masa lampau, namun menyebut pula hal-hal yang baru.
d. Anonim atau tidak diketahui siapa pengarangnya dan karena itu menjadi milik masyarakat.