Nama: Okta Saputri
NPM: 2213031011
Menjelaskan 10 strategi penetapan harga yang praktis dengan contoh
dunia nyata. Setiap strategi dijelaskan dengan kelebihan, kekurangan, dan
aplikasi bisnis. Berikut adalah ringkasan singkat dari masing-masing strategi,
berdasarkan konten video
1. Competition-Based
Pricing Strategy (Penetapan Harga Berdasarkan Kompetitor): Harga ditetapkan
berdasarkan harga pesaing. Contoh: Toko ritel seperti Walmart yang menyesuaikan
harga produk sehari-hari agar kompetitif. Kelebihan: Mudah diterapkan;
kekurangan: Mengabaikan biaya internal.
2. Cost-Plus
Pricing Strategy (Penetapan Harga Berdasarkan Biaya Plus Margin): Harga = biaya
produksi + margin keuntungan. Contoh: Perusahaan manufaktur seperti Ford yang
menambahkan margin tetap pada biaya mobil. Kelebihan: Sederhana dan memastikan
keuntungan; kekurangan: Tidak mempertimbangkan permintaan pasar.
3. Freemium
Pricing Strategy (Model Freemium): Produk dasar gratis, fitur premium berbayar.
Contoh: Spotify (musik gratis dengan iklan, premium tanpa iklan). Kelebihan:
Menarik pengguna baru; kekurangan: Sulit mengkonversi ke pembayaran.
4. Dynamic
Pricing Strategy (Penetapan Harga Dinamis): Harga berubah berdasarkan waktu,
permintaan, atau data real-time. Contoh: Uber yang menaikkan tarif saat jam
sibuk. Kelebihan: Maksimalkan pendapatan; kekurangan: Bisa membuat pelanggan
frustrasi.
5. Skimming
Pricing Strategy (Penetapan Harga Skimming): Harga tinggi awal untuk segmen
premium, lalu turun. Contoh: Apple dengan iPhone baru yang mahal, kemudian
diskon. Kelebihan: Maksimalkan keuntungan awal; kekurangan: Risiko penjualan
lambat.
6. Penetration
Pricing Strategy (Penetapan Harga Penetrasi): Harga rendah untuk masuk pasar,
lalu naik. Contoh: Amazon yang menawarkan harga murah untuk menarik pelanggan.
Kelebihan: Cepat merebut pangsa pasar; kekurangan: Margin keuntungan rendah
awal.
7. Economy
Pricing Strategy (Penetapan Harga Ekonomi): Harga rendah dengan fokus efisiensi
biaya. Contoh: Aldi yang menawarkan produk murah dengan kemasan sederhana.
Kelebihan: Menjangkau konsumen sensitif harga; kekurangan: Persepsi kualitas
rendah.
8. Premium
Pricing Strategy (Penetapan Harga Premium): Harga tinggi untuk menekankan
kualitas eksklusif. Contoh: Rolex yang menjual jam mahal untuk citra mewah.
Kelebihan: Meningkatkan nilai merek; kekurangan: Risiko penjualan terbatas.
9. Bundle
Pricing Strategy (Penetapan Harga Bundel): Menjual paket produk dengan harga
diskon. Contoh: Microsoft Office yang membundel Word, Excel, dll. Kelebihan:
Mendorong pembelian lebih banyak; kekurangan: Pelanggan mungkin hanya butuh satu
item.
10. Psychological
Pricing Strategy (Penetapan Harga Psikologis): Menggunakan taktik seperti harga
untuk terlihat lebih murah. Contoh: Toko seperti Target. Kelebihan:
Meningkatkan persepsi nilai; kekurangan: Efeknya bisa berkurang jika terlalu jelas.
Video ini menekankan bahwa tidak
ada strategi satu ukuran untuk semua; pilihan tergantung pada industri, target
pasar, dan tujuan bisnis. Misalnya, perusahaan teknologi seperti Spotify sering
menggunakan freemium untuk pertumbuhan cepat, sementara merek mewah seperti
Apple memilih skimming untuk membangun eksklusivitas. Kunci sukses adalah
menggabungkan strategi (misalnya, dynamic dengan psychological) dan memantau
data pasar. Jika menerapkan ini, pertimbangkan etika seperti dynamic pricing
yang bisa dianggap tidak adil jika tidak transparan