Nama : Berli Anta Atrizki
NPM : 2217051076
Kelas : D
Penulis menyinggung terhadap
pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter bangsa indonesia melalui demokrasi, HAM, dan masyarakat madani. Yang dimana menurut penulis perubahan indonesia terhadap sistem demokrasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan lagi pasca jatuhnya rezim orde baru dibawah presiden Soeharto yang lengser pada 21 mei 1998.Transisi Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangan reformis selama ini. salah satu agenda kelompok gerakan reformasi yang mana salah satu tuntutannya adalah memperbaharui kembali
pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) yang selama ini dirasakan tidak relevan dengan semangat reformasi. Di dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadaban maka peranan
pendidikan kewarganegaraan (Civics Education) dirasa sangat urgen dan mendesak sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia.Penulis juga berharap mampu menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsipprinsip demokrasi yang terintegrasikan dengan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa yang diharapkan dapat menjadi unsur utama pembentukan karakter nasional Indonesia.
Pernyataan penulis sangatlah tepat karena kebanyakkan warga indonesia terbukti sangat bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangan reformis sebelumnya. Baik dari pola pikir hingga adab yang di tampilkan warga indonesia saat ini. Saya sangatlah berhadap terhadap pendidik agar dapat membuat generasi muda menjadi yang berpikir kritis, aktif , demokratis dan beradab serta menjadi apa yang diharapkan oleh reformasi selama ini.