Nama : M. Dimas Syaputra
NPM : 2213031012
Video ini menyimpulkan bahwa era Revolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan masifnya penerapan robotika, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT), menuntut adaptasi dan inovasi fundamental dari Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kesinambungan SDM disiapkan melalui jalur pendidikan vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang kini menjadi ujung tombak perubahan kurikulum. Pelatihan para guru vokasi kini bergeser dari keterampilan konvensional menuju keterampilan berbasis komputasi dan pengenalan pemrograman, tujuannya adalah menciptakan lulusan yang tidak "gagap" teknologi. Adaptasi ini sangat penting untuk mewujudkan skema link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri, dengan kurikulum yang dirancang bersama pelaku usaha agar lulusan dapat langsung terserap. Upaya ini mendesak dilakukan karena Indonesia akan menyambut bonus demografi pada tahun 2035; tanpa persiapan SDM yang memadai, potensi angkatan kerja produktif yang besar itu justru akan berbalik menjadi ancaman di masa depan.
Terimakasih Ibu.
NPM : 2213031012
Video ini menyimpulkan bahwa era Revolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan masifnya penerapan robotika, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT), menuntut adaptasi dan inovasi fundamental dari Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kesinambungan SDM disiapkan melalui jalur pendidikan vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang kini menjadi ujung tombak perubahan kurikulum. Pelatihan para guru vokasi kini bergeser dari keterampilan konvensional menuju keterampilan berbasis komputasi dan pengenalan pemrograman, tujuannya adalah menciptakan lulusan yang tidak "gagap" teknologi. Adaptasi ini sangat penting untuk mewujudkan skema link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri, dengan kurikulum yang dirancang bersama pelaku usaha agar lulusan dapat langsung terserap. Upaya ini mendesak dilakukan karena Indonesia akan menyambut bonus demografi pada tahun 2035; tanpa persiapan SDM yang memadai, potensi angkatan kerja produktif yang besar itu justru akan berbalik menjadi ancaman di masa depan.
Terimakasih Ibu.