Kiriman dibuat oleh Muhammad Wildan Zamzami

NAMA : MUHAMMAD WILDAN ZAMZAMI
NPM : 2215011058
KELAS: D
PRODI: TEKNIK SIPIL

Bela negara adalah sikap dan tindakan setiap orang untuk melindungi dan menjaga keutuhan, keamanan dan kehormatan negaranya. Melindungi negara menuntut kita sebagai warga negara untuk berperan aktif dalam melindungi dan memperkuat negara kita. Melindungi negara identik dengan  cinta tanah air dan rasa kepedulian terhadap bangsa dan negara. Artinya, kami berkomitmen untuk mempromosikan pembangunan dan kemakmuran negara serta melindunginya dari ancaman dan bahaya. Kita dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, membantu orang lain sesuai dengan aturan dan adat istiadat yang ada serta mempertahankan cita-cita keadilan dan kebenaran. Selain itu, kita dapat melindungi negara dengan berpartisipasi dalam proyek-proyek pembangunan seperti membangun infrastruktur, memperluas potensi ekonomi lokal atau mendidik penduduk. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan nasional sambil  menghormati keragaman budaya dan agama negara kita. Dengan saling menghormati dan bekerjasama, kita dapat membangun bangsa yang kuat dan harmonis.
NAMA : MUHAMMAD WILDAN ZAMZAMI
NPM : 2215011058
KELAS: D
PRODI: TEKNIK SIPIL

Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk mempertahankan keutuhan, ketahanan dan keamanannya terhadap berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan nasional dapat diibaratkan melindungi diri dan keluarga dari berbagai resiko dan ancaman yang dapat merugikan kita. Misalnya, jika kita mengunci pintu rumah untuk mencegah pencuri masuk. Ketahanan nasional juga terkait dengan perlindungan lingkungan alam. Jika kita menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi polusi. Selain itu, keamanan nasional juga terkait dengan stabilitas politik, kesinambungan pasokan energi, dan perlindungan terhadap serangan siber. Secara umum ketahanan nasional adalah upaya negara untuk memelihara keamanan, stabilitas, dan keberlanjutan di berbagai bidang kehidupan masyarakat, agar negara tetap kuat dan mampu menghadapi tantangan yang muncul.
NAMA : MUHAMMAD WILDAN ZAMZAMI
NPM : 2215011058
KELAS : D
PRODI : Teknik Sipil

pandangan nusantara dapat menjadi gambaran Indonesia sebagai satu kesatuan politik. Pandangan tentang nusantara sendiri dibentuk dan diilhami oleh geopolitik Indonesia. Secara umum, geopolitik dapat diartikan sebagai ilmu politik dari sudut pandang geografi. Indonesia yang merupakan negara kepulauan bersatu tidak hanya dari segi wilayahnya, tetapi juga dari aspek lain seperti ideologi, sosial budaya dan latar belakang sejarah. Aspek-aspek tersebut kemudian muncul sebagai latar belakang geopolitik nusantara seperti Indonesia. Filsafat Pancasila Pancasila adalah ideologi negara dan falsafah hidup, pedoman untuk melestarikan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila juga membimbing dan membimbing Indonesia dalam mencapai tujuannya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan perspektif untuk pembangunan nusantara. Aspek Nusantara Letak geografis Indonesia sangat strategis. Letak geografis Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan potensinya menjadi dasar pengembangan visi nusantara. Aspek Sejarah Bangsa Indonesia lahir dari perjalanan sejarah yang sangat panjang. Secara psikologis, rasa takdir, sebangsa, dan air yang dimiliki oleh bangsa Indonesia harus dikembangkan menjadi jiwa yang positif. Semangat kebangsaan yang dibangun dengan baik oleh generasi sebelumnya harus dijaga dan dipertahankan oleh generasi sekarang. Pandangan nusantara dikembangkan berdasarkan pertimbangan sejarah berdasarkan pengalaman sejarah, yang tidak menerima pengulangan perpecahan internal bangsa dan negara Indonesia. Aspek sosial budaya Wawasan Nusantara juga dikembangkan berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia. Suatu bangsa terdiri dari berbagai suku, budaya, adat istiadat, agama, bahasa dan sistem sosial. Populasi yang besar dengan suku bangsa yang beragam menjadikan wawasan nusantara sebagai bagian integral dari geopolitik Indonesia.