Kiriman dibuat oleh Karima Aini Hanifa 2213031030

EC0MMERCE A2526 -> Summary Video

oleh Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

Video tersebut menjelaskan secara sederhana bahwa manajemen rantai pasok (Supply Chain Management atau SCM) merupakan rangkaian kegiatan mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, penyimpanan, hingga distribusi ke konsumen akhir; seluruh proses harus dikelola secara efisien untuk menciptakan nilai maksimum dan menekan biaya yang tidak produktif. pentingnya integrasi antar fungsi dan kolaborasi seluruh pihak dalam rantai pasok produsen, distributor, pengecer, bahkan konsumen untuk menjaga aliran barang dan informasi berjalan lancar. SCM juga mencakup pengelolaan tiga aliran utama yaitu aliran barang, aliran informasi, dan aliran uang yang harus dikendalikan dengan baik agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi secara optimal. Penerapan SCM yang baik akan mendukung keunggulan kompetitif perusahaan melalui kecepatan respon terhadap pasar, fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Dengan melihat rantai pasok sebagai suatu sistem holistik dan bukan hanya fungsi produksi atau distribusi saja, maka perusahaan dapat memetakan dan memperbaiki titik‐lemah dalam aliran barang/informasi.

EC0MMERCE A2526 -> Diskusi

oleh Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

Bertransaksi secara online melalui e-commerce lebih diminati saat ini karena pola perilaku masyarakat telah mengalami pergeseran menuju aktivitas yang serba cepat, praktis, dan efisien, terutama setelah perkembangan teknologi digital semakin pesat dan penggunaan smartphone menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Secara logis, konsumen cenderung memilih platform e-commerce karena memberikan kemudahan dalam membandingkan harga, spesifikasi produk, serta ulasan dari pengguna lain secara langsung tanpa harus datang ke toko fisik. Kondisi ini memungkinkan konsumen mengambil keputusan pembelian yang lebih rasional dan informatif. Selain itu, e-commerce juga menawarkan ragam pilihan produk yang jauh lebih luas, baik secara lokal maupun internasional, sehingga konsumen memiliki alternatif yang lebih banyak untuk dipertimbangkan.

EC0MMERCE A2526 -> Summary Video

oleh Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

proses bisnis pada perusahaan berbasis e-commerce. ekonomi digital telah menjadi sebuah ekosistem yang sangat luas dan tidak hanya terbatas pada perdagangan online saja. Hal ini dilandasi oleh fakta bahwa teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah mengintervensi hampir seluruh bidang kehidupan ekonomi modern. ruang lingkup ekonomi digital menurut Perpres Nomor 74 Tahun 2017, yaitu meliputi sektor kesehatan, pariwisata, industri, pendidikan, pertanian, perdagangan, bank, transportasi, dan lain-lain. Artinya, ekonomi digital bukan sekadar marketplace atau e-commerce, melainkan transformasi digital secara sistemik yang memengaruhi banyak aktivitas ekonomi nasional. e-commerce bukan hanya transaksi jual-beli melalui internet, tetapi merupakan suatu proses bisnis yang mencakup berbagai tahapan seperti pemasaran melalui platform digital, penyediaan produk, pengelolaan persediaan, pemrosesan pesanan, sistem pembayaran digital atau elektronik, pengiriman barang melalui jasa ekspedisi atau logistik, serta aktivitas pasca penjualan seperti retur, garansi, ataupun pelayanan konsumen. Dengan kata lain, perusahaan e-commerce wajib memiliki integrasi proses bisnis, sehingga efisiensi dan efektivitas operasional tetap terjaga.
Selain itu, sistem perpajakan pada perdagangan konvensional dengan e-commerce. Pada perdagangan konvensional, transaksi relatif lebih mudah dipantau karena penjual memiliki toko fisik, barang terlihat, pembayaran sebagian besar dilakukan secara langsung, dan bukti transaksi fisik dapat diperiksa. Akan tetapi, pada e-commerce, transaksi bersifat digital, penjual tidak selalu terdeteksi lokasinya, transaksi dapat terjadi antara penjual dan pembeli yang berada di daerah berbeda, dan pembayaran dilakukan secara digital dengan sistem pencatatan yang seringkali tidak transparan jika tidak terintegrasi dengan sistem perpajakan. Maka, tantangan besar otoritas pajak adalah bagaimana memastikan bahwa transaksi digital tercatat dengan baik dan kepatuhan pajak tetap terjaga.

EC0MMERCE A2526 -> Summary Video

oleh Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

proses bisnis pada perusahaan berbasis e-commerce. ekonomi digital telah menjadi sebuah ekosistem yang sangat luas dan tidak hanya terbatas pada perdagangan online saja. Hal ini dilandasi oleh fakta bahwa teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah mengintervensi hampir seluruh bidang kehidupan ekonomi modern. ruang lingkup ekonomi digital menurut Perpres Nomor 74 Tahun 2017, yaitu meliputi sektor kesehatan, pariwisata, industri, pendidikan, pertanian, perdagangan, bank, transportasi, dan lain-lain. Artinya, ekonomi digital bukan sekadar marketplace atau e-commerce, melainkan transformasi digital secara sistemik yang memengaruhi banyak aktivitas ekonomi nasional. e-commerce bukan hanya transaksi jual-beli melalui internet, tetapi merupakan suatu proses bisnis yang mencakup berbagai tahapan seperti pemasaran melalui platform digital, penyediaan produk, pengelolaan persediaan, pemrosesan pesanan, sistem pembayaran digital atau elektronik, pengiriman barang melalui jasa ekspedisi atau logistik, serta aktivitas pasca penjualan seperti retur, garansi, ataupun pelayanan konsumen. Dengan kata lain, perusahaan e-commerce wajib memiliki integrasi proses bisnis, sehingga efisiensi dan efektivitas operasional tetap terjaga.
Selain itu, sistem perpajakan pada perdagangan konvensional dengan e-commerce. Pada perdagangan konvensional, transaksi relatif lebih mudah dipantau karena penjual memiliki toko fisik, barang terlihat, pembayaran sebagian besar dilakukan secara langsung, dan bukti transaksi fisik dapat diperiksa. Akan tetapi, pada e-commerce, transaksi bersifat digital, penjual tidak selalu terdeteksi lokasinya, transaksi dapat terjadi antara penjual dan pembeli yang berada di daerah berbeda, dan pembayaran dilakukan secara digital dengan sistem pencatatan yang seringkali tidak transparan jika tidak terintegrasi dengan sistem perpajakan. Maka, tantangan besar otoritas pajak adalah bagaimana memastikan bahwa transaksi digital tercatat dengan baik dan kepatuhan pajak tetap terjaga.