NAMA: SYAZA AFIFAH ZAHRA
NPM: 2258031022
TANGGAPAN MATERI KELOMPOK 3
-Dinamika Pancasila Dalam Arus Sejarah Bangsa Indonesia
1. Pancasila Pra Kemerdekaan
Pada tanggal 17 agustus 1945 setelah diadakan upacara proklamasi kemerdekaan mereka semua menyampaikan rasa keberatannya atas bagian kalimat dalam rancangan pembukaan UUD 1945 yang merupakan sila pertama berbunyi: “Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi PemelukPemeluknya. Kemudian Hatta mengusulkan mengubah tujuh kata tersebut dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” demi persatuan dan kesatuan bangsa mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut. Akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara Indonesia.
2. Pancasila Era Kemerdekaan
Dengan adanya Peristiwa dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima yang kedua ini dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya, Untuk merealisasikan tekad tersebut, maka pada tanggal 16 Agustus 1945 terjadi perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks proklamasi yang berlangsung singkat, mulai pukul 02:00 – 04:00 dini hari. Teks proklamasi sendiri disusun oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo di ruang makan Laksamana Tadashi Maeda tepatnya di jalan Imam Bonjol No 1. Konsepnya sendiri ditulis oleh Ir. Soekarno. Sukarni (dari golongan muda) mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
3. Pancasila Menurut Piagam Jakarta
Rumusan Pancasila yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 merupakan rumusan Pancasila yang ke II, yang berbeda dengan rumusan Pancasila yang ke I. Pada Tanggal 30 September 1965, merupakan awal dari gerakan 30 september (G 30 S PKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha untuk merubah Pancasila menjadi Ideologi Komunis. Terjadilah pembunuhan terhadap 7 orang jenderal yaitu Jendral ahmad Yani, Mayjen R. Suprapto, Mayjen MT haryono, Mayjen S Parman, Brigjen D.I Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Lettu Pierre Andreas Tendean.
Selanjutnya pada tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Pemberontakkan G30S-PKI dan setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Pada masa orde lama Pancasila masih menjadi ideologi murni, artinya Pancasila lebih kepada menjadi pemikiran atau ranah idealism. Pemikiran mengenai Pancasila lebih ke arah suatu ide, gagasan dan konsep. Ideologi Pancasila pada zaman orde lama masih didominasi oleh kehebatan kharisma Bung Karno. Sehingga apa yang diucapkan oleh Bung Karno dalam setiap pidatonya akan menjadi sesuatu yang benar-benar dijadikan acuan kebenaran oleh masyarakat sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar bagi ideologi bangsa.
4. Pancasila Era Orde Lama
Pada masa orde lama Terdapat dua pandangan besar terhadap Dasar Negara yang berpengaruh terhadap munculnya Dekrit Presiden. Pandangan tersebut yaitu mereka yang memenuhi “anjuran” Presiden/ Pemerintah untuk “kembali ke Undang-Undang Dasar 1945” atas kejadian tersebut menyebabkan Presiden Soekarno turun tangan dengan sebuah Dekrit Presiden yang disetujui oleh kabinet pada tanggal 3 Juli 1959, yang kemudian dirumuskan di Istana Bogor pada tanggal 4 Juli 1959 dan diumumkan secara resmi oleh presiden pada tanggal 5 Juli 1959 pukul 17.00 di depan Istana Merdeka. Dekrit Presiden tersebut berisi: 1. Pembubaran konstituante 2. Undang-Undang Dasar 1945 kembali berlaku 3. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.
5. Pancasila Era Orde Baru
Masa Orde Baru merupakan tatanan kekuasaan yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. Era tersebut berlangsung selama 32 tahun, menggantikan masa Order Lama. Pada era Orde Baru, segala bentuk kehidupan masyarakat Indonesia mengalami kemajuan, seperti inflasi menurun dan mata uang nasional yang stabil.
6. Gerakan reformasi terjadi atas tuntutan rakyat kepada pemerintah. Ketidakadilan terjadi di berbagai bidang, seperti politik, hukum, dan ekonomi. Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan kehidupan lama dengan kehidupan baru dan secara hukum menuju ke arah yang baik. Pola kehidupan masyarakat ikut berubah seiring berubahnya pola pemerintahan dari Orde Baru ke masa reformasi. Perubahan ini terjadi dalam berbagai bidang antara lain dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya. Terdapat beberapa sebab dan akibat terjadinya perubahan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru hingga masa Reformasi, yaitu:
1. Pembangunan tidak merata Pada masa Orde Baru
2. Politik di dominasi Golkar Di era Orde Baru, terjadi enam kali pemilihan umum yang selalu dimenangkan oleh partai Golongan Karya.
-Tantangan Pancasila Dalam Arus Sejarah Bangsa Indonesia
Kehidupan berbangsa dan bernegara salah satu tantangan terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah meletakan nilai-nilai Pancasila tidak dalam posisi sebenernya sehingga nilai-nilai Pancasila menyimpang dari kenyataan hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila sering digolongkan ke dalam ideologi tengah di antara dua ideologi besar dunia yang paling berpengaruh, sehingga Pancasila bukan berpaham komunisme dan bukan berpaham kapitalisme. Pancasila tidak berpaham individualisme juga tidak berpaham kolektivisme. Bahkan bukan berpaham teokrasi dan bukan berpaham sekuler.