Nama: Muhammad Zaki Intifada
NPM: 2218031063
14. (A)
Ilmu pengetahuan dan teknologi sejatinya memiliki keterkaitan dengan nilai budaya dan juga agama yang menjadi rambu-rambu dalam proses pengembangannya.
Perkembangan IPTEK
IPTEK menempatkan nilai budaya dan agama tersebut sebagai mitra dalam berdiskusi sebagai faktor eksternal pengembangan IPTEK.
Pancasila merupakan ideologi bangsa yang harus menjadi semangat dan pendukung setiap kegiatan dan kehidupan masyarakat Indonesia, karena didalam pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang merupakan akulturasi dari berbagai pemikiran baik mengenai agama, pendidikan, budaya, politik, sosial dan juga ekonomi .
Indonesia karena kemajuan teknologi juga dapat membuat masyarakat lupa akan budayanya sendiri dan lebih menyukai budaya asing. Oleh karena itu nilai-nilai pancasila harus senantiasa ditanamkan dalam diri tiap warga negara agar mereka tetap memiliki pribadi yang baik sesuai dengan kepribadian bangsanya.
14. (B)
Teori koherensi
Menurut Notonagoro, Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan. Setiap bagian Pancasila merupakan bagian yang mutlak, jika dihilangkan satu bagian saja hilanglah halnya, sebaliknya terlepas dari halnya, bagian tersebut dihilangkan kedudukan dan fungsinya. Selain itu, setiap sila Pancasila di dalamnya mengandung sila yang lainnya. Hubungan logis sebagai pengakuan atau cerminan teori koherensi terlihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagoro bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal.
Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh dibolak-balik tata urutannya. Selain itu, hubungan konsistensi ini terlihat pada Pancasila sebagai aksioma kemudian diturunkan keempat pokok pikiran sebagai teorema, dan selanjutnya diturunkan ke pasal UUD 1945. Pancasila . Jelaslah bahwa sistem filsafat Pancasila mengakui dan menerapkan teori kebenaran koherensi.
Teori korespondensi
Sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia, berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa. Hal ini tepat pendapat Notonagoro , bahwa bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam tri-prakara, yakni Pancasila adat kebudayaan, religius, dan kenegaraan. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal dapat menjadi sumber landasan pemecahan masalah kenyataan hidup sehari-hari. Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara.
Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.
Teori pragmatik
Indonesia. Jika dilihat dari segi historis, Pancasila juga memiliki fungsi praktis. Analisis empat kausalitas Aristoteles dari Notonagoro kiranya membuktikan fungsi praktis ini. Pancasila adalah sebagai dasar kefilsafatan negara atau dasar negara Indonesia merdeka.