Kiriman dibuat oleh M. Rosari Resalia 2218031038

Nama : M. Rosari Resalia
NPM : 2218031038
Prodi : Farmasi

Tugas Analisis Video 1

Video tersebut berisi tentang kurangnya pemahaman seorang produsen pakaian tentang cara pembuangan limbah.
Si produsen pakaian ini membuang limbah dengan langsung mengalir ke sungai, hal ini sudah jelas membuat warga sekitar merasa tidak nyaman oleh karena itu para warga unjuk rasa agar si produsen ini bisa membuang dan mengelola limbah sebagai mana mestinya sesuai dengan prosedur pengelolaan limbah dari pabrik pakaian.

Sebagai masyarakat jika ingin membuka pabrik seharusnya kita memikirkan dahulu bagaimana proses untuk pembuangan limbah, karena jika terjadi seperti demikian maka akan mencemari lingkungan tidak hanya warga yang terganggu tapi makhluk hidup disekitar juga terganggu bahkan makhluk hidup yang ada di sungai bisa mati.

Sebagai masyarakat seharusnya kita bisa menyikapi hal ini dengan baik, hal ini bisa diselesaikan secara damai dengan tidak unjuk rasa, seperti dapat dibicarakan dengan kekeluargaan, dan dengan bersama-sama mencari solusi bagaimana cara menanggulanginya dengan hal seperti ini maka ciri khas bangsa Indonesia yaitu gotong royong bisa tercipta.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum diskusi

oleh M. Rosari Resalia 2218031038 -
Nama : M. Rosari Resalia
NPM : 2218031038
Prodi : Farmasi

Tugas Artikel 14a dan 14b

Perkembangan IPTEK yang sangat pesat pada saat ini banyak menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.
-Dampak Positif dari perkembangan IPTEK seperti menunjang kegiatan produksi (mesin-mesin canggih), memudahkan komunikasi, memudahkan proses pembelajaran.
-Dampak Negatif : pembobolan kartu kredit, membuat ketergantungan dan rasa malas, mudahnya tersebarnya kekerasan/pornografi.

Mengimplementasikan Pancasila dalam perkembangan IPTEK = Sila Pertama : cara berpikir dan akal harus diperhatikan, Sila Kedua : Perkembangan IPTEK harus bijak dan beradab, Sila Ketiga : IPTEK seharusnya berperan sebagai alat pemersatu bangsa, Sila Keempat : dalam perkembangan IPTEK seharusnya kita masih tetap bisa menghormati kebebasan orang lain, Sila Kelima : Dalam Perkembangan IPTEK harus juga menyeimbangkan keadilan dalam kehidupan.
•Upaya yang dapat lakukan dalam menghadapi perkembangan IPTEK dengan tetap mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yaitu kesadaran diri sendiri, tahu batasan dalam memanfaatkan perkembangan IPTEK, saring hal yang baik dan buruk dari perkembangan IPTEK, tumbuhkan mindset bahwa jati diri sendiri juga jati diri bangsa Indonesia lanjutkan perjuangan patriot dengan tetap menerapkan nilai Pancasila, dan semakin mengindahkan sikap dan budaya bangsa Indonesia.

Terdapat 3 teori yang menjadi sistem filsafat agar sistem filsafat Pancasila dapat tangguh menghadapi filsafat lain :
1. Teori Koherensi (pernyataan
dianggap benar jika pernyataan bersifat
konsisten dengan pernyataan sebelumnya
yang dianggap benar)
2. Teori korespondensi (satu pernyataan benar jika materi pengetahuan
yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut)
3. Teori Pragmatik (nilai kebenaran
proposisi diukur dengan kriteria apakah
proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan
praktis atau tidak)

Sudah jelas bahwa Pancasila memenuhi 3 teori diatas sehingga untuk mengembangkan ilmu di Indonesia hendaknya nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.
Nama : M. Rosari Resalia
NPM : 2218031038
Prodi : Farmasi

Tugas Analisis Soal

A. Saat ini sistem etika perilaku politik belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, karena terjadi keluhan dari masyarakat yang menyayangkan sikap dari aparatur pemerintah yang tidak memberikan pelayanan yang baik (seperti kasar dan tidak acuh). Selain itu pula penyimpangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila seperti penyuapan, kampanye hitam, korupsi, serta menggunakan pangkat/jabatan untuk kepentingan yang tidak baik. Kiranya hal ini bisa dihilangkan untuk menyiptakan suasana kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara pun bisa berjalan dengan harmonis.

B. Disekitar tempat tinggal saya, etika generasi muda sudah baik dan mencerminkan nilai yang dianut oleh Bangsa Indonesia. Seperti ada seorang anak kecil yang tidak sungkan untuk menyapa dengan orang disekitar, tidak takut untuk meminta maaf jika menyenggol seseorang walaupun tidak sengaja, mengucapkan terima kasih ketika diberikan bantuan, ketika lewat didepan orang yang lebih tua agak membungkuk dan menyapa, hal ini tidak hanya dilakukan oleh anak kecil saja tetapi orang dewasa, bahkan orang yang lebih tua pun juga. Ada juga contoh nyata di fakultas kami yang menyapa civitas akademik, atau pun kakak tingkat, serta teman ketika berpapasan.
Solusi yang dapat diterapkan adalah mulai dari kesadaran keluarga sebagai tempat pengajaran pertama, kiranya orang tua mampu mengajari anak-anaknya tentang etika yang baik dan benar, kemudian bisa dari instansi pendidikan yang memberikan pengajaran tentang etika yang baik dan harus dilaksanakan agar kehidupan sehari-hari bisa berjalan dengan harmonis, kemudian yang paling penting adalah kesadaran diri pada masing-masing individu agar orang yang lebih muda bisa mencontoh etika yang baik dari orang yang lebih tua karena etika ini juga dipengaruhi oleh orang sekitar, ketika dirumah sudah diajarkan etika yang baik tetapi lingkungan tidak menerapkan etika yang baik maka hal itu juga berdampak kepada seseorang. Oleh karena itu kesadaran diri sangat perlu untuk menerapkan etika yang baik dan mencerminkan nilai yang dianut oleh Bangsa Indonedisa.