Kiriman dibuat oleh Azzahra Hasrianti

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Video-1

oleh Azzahra Hasrianti -
Nama: Azzahra Hasrianti
NPM: 2218031051
Prodi: Farmasi

Analisis Video 1

Video tersebut berisi tentang berita unjuk rasa yang dilakukan oleh warga pekalongan kepada pihak pabrik pembuatan baju, dengan alasan karena pabrik tersebut membuang limbah ke sungai. Limbah hasil pabrik yang dibuang kesungai menyebabkan pencemaran lingkungan, sungai menjadi bau dan kotor. Cara yang dilakukan warga pada saat unjuk rasa yaitu dengan menutup saluran pembuangan limbah. Tujuan dari unjuk rasa ini agar pemilik pabrik bisa mengalihkan atupun mengolah limbah dan tidak membuang limbah ke sungai lagi. Alasan pihak pabrik membuang limbah ke sungai karena tidak mengetahui cara pengolahan limbah yang benar dan tidak memiliki alat pengolah limbah. Unjuk rasa tersebut membuahkan hasil yaitu kesepakatan kedua pihak untuk menutup saluran pembuangan limbah.

Menurut saya, setiap pabrik harus memiliki alat pengolahan limbah dan harus belajar bagaimana cara mengolah limbah yang baik dan benar, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yang akan merugikan banyak makhluk hidup.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum diskusi

oleh Azzahra Hasrianti -
Nama : Azzahra Hasrianti
NPM : 2218031051
Prodi : Farmasi

Resume Artikel 14a
Artikel 14a berjudul “Pentingnya Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Menghadapi perkembangan IPTEK”. IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kemajuan dan Perkembangan IPTEK begitu sangat cepat, dan membawa banyak sekali perubahan terhadap dunia, tidak terkecuali juga membawa perubahan untuk Indonesia. Banyak dampak positif yang bisa kita rasakan seiring dengan perkembangan dan kemajuan IPTEK, tetapi tak hanya dampak positif perkembangan dan kemajuan IPTEK juga menimbulkan dampak negative yang bisa merugikan kita. Salah satu contoh dari dampak positif IPTEK yaitu kemajuan teknologi komunikasi yang bisa memudahkan kita untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dari kita. Salah satu contoh dampak negative dari perkembangan dan kemajuan IPTEK yaitu semakin banyak orang yang akan menjadi pemalas, karena sekarang semuanya sudah praktis, seperti membersihkan rumah sekarang sudah bisa dilakukan oleh robot.
Dalam menghadapi perkembangan dan kemajuan IPTEK, Bangsa Indonesia memiliki Pancasila, yang mana sebagai Dasar Negara dan juga Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Di dalam Pancasila terdapat nilai-nilai luhur yang menjadi pelindung Bangsa Indonesia, dan itu harus kita implementasikan dalam menghadapi perkembanga IPTEK. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bisa menyesuaikan dan mempertimbangkan lagi terkait dengan perkembangan IPTEK, memanfaatkan dengan sebaik mungkin dampak positif dan meminimalisir dampak negative dari perkembangan IPTEK.

Resume Artikel 14b
Artikel 14b berjudul “Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu”. Dalam lingkup perbincangan kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Teori koherensi merupakan teori yang menyatakan bahwa pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori korespondensi merupakan teori yang menyatakan bahwa satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori pragmatic merupakan teori yang menyatakan bahwa nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Untuk pengembangan Ilmu pengetahuan di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.
Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah:
1. Tiadanya pertentangan dengan Tuhan,
2. Aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia,
3. Suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi,
4. Kemanfaatan pada semua pihak, dan
5. Terpenuhinya hakekat keadilan (adil).

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Azzahra Hasrianti -
Nama: Azzahra Hasrianti
NPM: 2218031051
Prodi: Farmasi

Analisis jurnal yang berjudul Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Jurnal tersebut berisi penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK. Sebanyak 103 orang yang berkontribusi dalam penelitian tersebut. Hasil dari penelitian tersebut yaitu, penelitian membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian itu mempunyai pengembangan Kepribadian Pancasila yang baik.

Perkembangan IPTEK memiliki banyak sekali manfaat, yaitu dimanfaatkan untuk membantu dan mempermudah proses belajar, memudahkan transaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan, dan masih banyak manfaat lainnya.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Azzahra Hasrianti -
Nama: Azzahra Hasrianti
NPM: 2218031051
Prodi: Farmasi

Video yang berjudul “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK” menjelaskan bahwa IPTEK merupakan hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK memiliki dampak positif dan negatif. Perkembangan IPTEK pada masa sekarang dan masa yang akan datang sangat cepat. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa dan generasi penerus Indonesia, harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam menyikapi kemajuan dan perkembangan IPTEK.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam menghadapi dan menyikapi perkembangan serta kemajuan IPTEK, yaitu:
1. Sila Ketuhanan yang maha esa
Mengkomplementasikan ilmu kemampuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila pertama ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemuka, tetapi juga mempertimbangkan akibat apa yang terjadi.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas, karena IPTEK merupakan hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari perkembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, dirinya dengan tuhannya, dan manusia dengan manusia lainnya.

Farmasi MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Azzahra Hasrianti -
Nama: Azzahra Hasrianti
NPM: 2218031051
Prodi: Farmasi

A. Menurut saya, sistem etika prilaku politik saat ini masih belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti yang kita ketahui bahwa tak jarang media massa memberitakan tentang pelanggaran-pelanggaran hukum terutama di bidang politik. Masih banyak sekali pelanggaran hukum yang terjadi di bidang politik. Beberapa kasus yang termasuk pelanggaran hukum yang melanggar etika yaitu kasus korupsi, banyak oknum-oknum yang terlibat di dalam kasus korupsi salah satunya yaitu denda yang dibayar langsung pada saat tilang manual. Selain itu, Kasus lain yang sering terjadi yaitu kurangnya keadilan hukum, sampai saat ini yang saya ketahui bahwa hukum Indonesia masih dikuasai oleh orang yang beruang.

B. Menurut saya, etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggal saya sudah cukup baik, sudah cukup mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia. Seperti contoh, Pada saat saya berpapasan dengan teman saya kami selalu bertegur sapa. Saling tolong menolong jika ada yang kesusahan. Dan berteman tanpa melihat perbedaan. Tetapi ada beberapa (satu dua orang) yang masih memiliki sikap individualism. Untuk mengatasi dekadensi moral harus adanya kesadaran diri dari tiap masing-masing individu. Campur tangan dari orang tua juga memiliki peranan yang penting, karena orang tua merupakan sekolah pertama bagi anaknya dan menjadi salah satu dasar pembentukan karakteristik anak. Selain itu pemerintah juga harus berpartisipasi dalam pembentukan moral, seperti meningkatkan Pendidikan moral dan agama.