Nama : Dinda Chalysta Aryni
NPM : 2258031013
Prodi : Farmasi
A. Peran pancasila sebagai paradigma ilmu akan berfungsi apabila warga negara maupun penyelenggara negara, telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Bangsa Indonesia perlu berupaya memahami secara menyeluruh atas nilai-nilai kebenaran yang terkait dengan dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam, serta kebenaran Tuhan YME, sekaligus hubungan dan posisinya di antara ketiganya.
Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika melalui sila-silanya :
1. Ketuhanan YME
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani.
3. Persatuan Indonesia
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab kepada seluruh rakyat Indonesia.
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya masyarakat Indonesia.
Proses Pancasila sebagai paradigma ilmu ditengah persaingan global sering diuji karena ketika dunia masuk pada era globalisasi di mana banyaknya ideologi alternatif merasuki ke dalam segenap sendi-sendi bangsa melalui media informasi yang dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa.
Pancasila sejatinya merupakan ideologi terbuka, yakni ideologi yang terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup bangsa. Namun, di sisi lain diharuskan adanya kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru. Apabila Indonesia tidak cermat, maka masyarakat akan cenderung ikut arus ideologi luar tersebut, sedangkan ideologi asli bangsa Indonesia sendiri yakni Pancasila malah terlupakan baik nilai-nilainya maupun implementasinya dalam kehidupan sehari-hari
B. Kepemimpinan Pancasilais berarti kepemimpinan yang mengacu kepada sila-sila pancasila. Pancasila sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara, membutuhkan kepemimpinan yang profesional.
Pemimpin yang baik ialah seorang pemimpin yang mengindahkan nilai, moral, dan etika dalam kepemimpinannya. Pemimpin yang berkualitas adalah pemimpin yang mampu menggerakkan segenap sumber daya organisasi guna mencapai visi, misi, tujuan, dan target organisasi secara efektif dan efisien. kepada sila-sila pancasila. Harapan mengenai model pemimpin, warganegara, dan ilmuan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan masa mendatang seperti seorang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, seorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, seorang yang memiliki rasa persatuan Indonesia yang tinggi tanpa membedakan seseorang berdasarkan kepentingan tertentu, seorang yang mampu mengembangkan semangat musyawarah/mufakat secara baik demi kepentingan bangsa dan negara dan seorang yang mampu mengembangkan pembangunan nasional untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.