NPM : 2218031011
Prodi : Farmasi
HADIR
Nama : Tisa Zadya Rio
NPM : 2218031011
Prodi : Farmasi
Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
1. Sila Pertama : Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. Dalam pengembangan Ilmu pengetahuan, sangat perlu dilakukan penanaman nilai religi.
2. Sila Kedua : Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. IPTEK adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Ketiga : Memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan IPTEK, dengan IPTEK persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara.
4. Sila Keempat : Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK.
5. Sila Kelima : Mengimplementasikan pengembangan IPTEK haruslah dengan menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Sekian, Terimakasih.
Nama : Tisa Zadya Rio
NPM : 2218031011
Prodi : Farmasi
Analisis Soal 2
2. Sila Kedua : Ilmu pengetahuan digunakan dalam memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan lalu kemudian dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, namun lapisan tertentu.
3. Sila Ketiga : Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain. Ilmu pengetahuan dapat mempersatukan masyarakat Indonesia, perkembangan dan era globalisasi memudahkan untuk mencapai hal-hal yang jauh dan sulit dijangkau.
4. Sila Keempat : Sebagai penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan secara perwakilan, sesuai kebijakan, penelitian dan penerapan massa. Perwakilan menjadi pengingat bagi para pemimpin maupun wakil- wakil rakyat bahwa bertanggung jawab dengan tugas nya.
5. Sila Kelima : Menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi. Sebagai pengingat bahwa semua orang memiliki hak yang sama dan keadilan yang sama. Di tengah persaingan global ini, proses penerapan paradigma tersebut sedang berlangsung, dan diharapkan hasil yang diharapkan sesuai dengan konsep paradigma tersebut.
B. Saya memiliki harapan untuk pemimpin di Indonesia haruslah seseorang yang memiliki jiwa pancasila secara utuh, yang mengerti dengan baik akan hakikat pancasila baik sebagai ideologi maupun sebagai dasar pedoman dalam kehidupan di Indonesia. Saya menaruh harapan kepada pemimpin baik yang selalu bisa menegakkan keadilan, pemimpin yang lebih mendengarkan aspirasi rakyat, tidak mengambil keputusan dengan sebelah pihak tanpa memikirkan rakyatnya diluar sana. Pemimpin yang tau dalam mengelola aset serta bakat yang ada di dalam negeri ini. Dengan adanya pemimpin yang mendukung dan mengelola hal tersebut dengan baik, maka Indonesia akan sampai lebih dekat dengan tujuan negara nya.
Nama : Tisa Zadya Rio
Npm: 2218031011
Prodi : Farmasi
Analisis Soal 1
A. Berdasarkan berita yang telah saya baca, berita hoax menyebar luas dengan mudahnya sehingga memungkinkan untuk tidak bisa membedakan mana berita yang benar. Masyarakat mudah termakan berita hoax karena dikemas dengan menarik dan disebar secara masif. Cara mengatasi tersebarnya berita hoax adalah dengan cara memastikan dulu kevalidan suatu informasi, jangan mudah terprovokasi dengan judul berita, bersikap kritis dan gunakan logika saat mendapat suatu informasi yang belum diketahui kebenarannya.
B. Menurut saya pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai nilai pancasila dapat menyebabkan kerusakan moral pada semua aspek masyarakat. Menurut saya, solusi preventif agar tidak rusaknya moral negara oleh perkembangan IPTEK adalah dengan menggunakan teknologi sesuai kebutuhan, mencari kebenaran informasi sebelum menyebarkanya, melestarikan budaya lama yang baik dan menerima budaya baru yang sesuai dengan bangsa dan agama, mempelajari dan mengajarkan budaya bangsa kepada orang sekitar, serta mempelajari ilmu agama agar tidak terjerumus ke hal negatif.
C. Berdasarkan pemahaman saya sebagai seorang mahasiswa farmasi, kita sebagai masyarakat Indonesia harus menerapkan sikap bangga dan cinta terhadap tanah air. Indonesia sudah banyak memproduksi barang-barang dengan kreativitas yang tinggi dan sudah memiliki daya saing dengan brand luar. Oleh karena itu, solusi untuk menghindari sikap konsumerisme adalah dengan selalu menyukai produk dalam negri dan melakukan penanaman bahwa produk dalam negeri sama baiknya dengan produk luar baik terhadap diri sendiri, maupun orang lain.
Nama : Tisa Zadya Rio
NPM : 2218031011
Prodi : Farmasi
Analisis Video 2
Menteri luar negeri Jepang menandatangi surat tanda menyerahnya Jepang di Kapal Perang Amerika Serikat. Hal tersebut menandakan berakhirnya perang dunia kedua di wilayah pasifik. Bangsa Indonesia sangat diuntungkan atas hal tersebut karena pada saat itu Indonesia sedang mengalami status quo atau kekosongan kekuasaan. Indonesia memanfaatkan keuntungan tersebut dengan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.