Diah Karina Wibowo (2218031032)
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Diah Karina Wibowo
Nama : Diah Karina Wibowo
NPM : 2218031032
Prodi : Farmasi
ANALISIS VIDEO
Pancasila merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur. Dengan adanya ribuan pulau yang ada menandakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat luas. Tiap pulau dihuni oleh beragam suku yang memiliki beragam adat istiadat. Namun, Indonesia tetap butuh satu unsur yang dapat mengikat keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu unsur ketuhanan. Jika kita sepakat dan meyakini adanya Tuhan maka kita akan menghormati keberagaman yang ada karena keberagaman ini terjadi atas keinginan Tuhan. Ketika kita sudah mampu menghormati sesama manusia maka kita akan otomatis menjadi manusia yang beradab dan otomatis akan tercipta kesatuan. Persatuan akan menciptakan manusia yang bijak, manusia yang bijak akan berlaku adil bagi siapapun dan akan menciptakan kemakmuran. Jadi, untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur kita harus menjadi seorang manusia yang bijak dengan menghargai keberagaman yang ada.
NPM : 2218031032
Prodi : Farmasi
ANALISIS VIDEO
Pancasila merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur. Dengan adanya ribuan pulau yang ada menandakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat luas. Tiap pulau dihuni oleh beragam suku yang memiliki beragam adat istiadat. Namun, Indonesia tetap butuh satu unsur yang dapat mengikat keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu unsur ketuhanan. Jika kita sepakat dan meyakini adanya Tuhan maka kita akan menghormati keberagaman yang ada karena keberagaman ini terjadi atas keinginan Tuhan. Ketika kita sudah mampu menghormati sesama manusia maka kita akan otomatis menjadi manusia yang beradab dan otomatis akan tercipta kesatuan. Persatuan akan menciptakan manusia yang bijak, manusia yang bijak akan berlaku adil bagi siapapun dan akan menciptakan kemakmuran. Jadi, untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur kita harus menjadi seorang manusia yang bijak dengan menghargai keberagaman yang ada.
Nama: Diah Karina Wibowo
NPM: 2218031032
Prodi: Farmasi
Dinamika dan Tantangan Pancasila dalam Arus Sejarah Bangsa Indonesia
1. Pancasila Pra Kemerdekaan, sidang pertama BPUPKI yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 membahas tentang dasar negara Indonesia merdeka lalu setelah proklamasi mereka menyampaikan rasa keberatan atas sila pertama pada bagian kalimat pembukaan UUD 1945. Akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara Indonesia.
2. Pancasila Era Kemerdekaan, pada tanggal 6 Agustus 1945 Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima yang membuat turunnya moral semangat tentara Jepang. Keesokannya BPUPKI berubah menjadi PPKI untuk menunjukkan keinginan dan tekad bangsa Indonesia untuk merdeka. Kemudian pada 9 Agustus 1945 Amerika kembali menjatuhkan bom di Jepang, tepatnya di Nagasaki. Hal ini membuat Jepang menyerah kepada Amerika dan sekutunya. Peristiwa ini merupakan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Untuk merealisasikan tekad tersebut, dilakukan penyusunan teks proklamasi pada 16 Agustus 1945 dini hari. Isi Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sesuai dengan semangat yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945.
3. Pancasila menurut Piagam Jakarta, pada tanggal 30 September 1965 terjadi pemberontakan PKI sebagai wujud usaha untuk merubah Pancasila menjadi Ideologi Komunis. Pada peristiwa ini terjadi pembunuhan 7 orang jendral. Selanjutnya pada tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Pemberontakkan G30S-PKI dan setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila.
4. Pancasila Era Orde Lama, orde lama terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
a. 1945-1950, di tahun ini Indonesia sebagai negara peralihan dari terjajah menjadi merdeka menjalani adaptasi dalam penerapan Pancasila
b. 1950-1959, sistem demokrasi berhasil diterapkan melalui pemilu 1955 yang dilakukan untuk memilih anggota konstituante.
c. 1959-1966, Soekarno selaku presiden mengubah sistem pemerintahan menjadi sistem Demokrasi Terpimpin. Selain itu, presiden memperluas peran militer dalam unsur politik dengan menggabungkan POLRI dan TNI menjadi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
5. Pancasila Era Orde Baru, masa ini berjalan selama 32 tahun yang dipimpin oleh Presiden Suharto. Pada era Orde Baru, segala bentuk kehidupan masyarakat Indonesia mengalami kemajuan, seperti inflasi menurun dan mata uang nasional yang stabil.
6. Pancasila Era Reformasi, reformasi merupakan suatu perubahan tatanan kehidupan lama dengan kehidupan baru dan secara hukum menuju ke arah yang baik. Terdapat beberapa sebab dan akibat terjadinya perubahan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru hingga masa Reformasi, yaitu pembangunan tidak merata pada masa orde baru dan politik di dominasi golkar di era orde baru.
Tantangan terhadap Pancasila yang dihadapi bangsa Indonesia adalah meletakan nilai-nilai Pancasila tidak dalam posisi sebenernya sehingga nilai-nilai Pancasila menyimpang dari kenyataan hidup berbangsa dan bernegara. Adapula beberapa faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya.
Berdasarkan makalah ini, saya memahami bahwa Pancasila mengalami berbagai dinamika dan tantangan dalam arus sejarah Indonesia. Dinamika dan tantangan tersebut tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara yang tetap serta tidak dapat digantikan.
NPM: 2218031032
Prodi: Farmasi
Dinamika dan Tantangan Pancasila dalam Arus Sejarah Bangsa Indonesia
1. Pancasila Pra Kemerdekaan, sidang pertama BPUPKI yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 membahas tentang dasar negara Indonesia merdeka lalu setelah proklamasi mereka menyampaikan rasa keberatan atas sila pertama pada bagian kalimat pembukaan UUD 1945. Akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara Indonesia.
2. Pancasila Era Kemerdekaan, pada tanggal 6 Agustus 1945 Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima yang membuat turunnya moral semangat tentara Jepang. Keesokannya BPUPKI berubah menjadi PPKI untuk menunjukkan keinginan dan tekad bangsa Indonesia untuk merdeka. Kemudian pada 9 Agustus 1945 Amerika kembali menjatuhkan bom di Jepang, tepatnya di Nagasaki. Hal ini membuat Jepang menyerah kepada Amerika dan sekutunya. Peristiwa ini merupakan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Untuk merealisasikan tekad tersebut, dilakukan penyusunan teks proklamasi pada 16 Agustus 1945 dini hari. Isi Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sesuai dengan semangat yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945.
3. Pancasila menurut Piagam Jakarta, pada tanggal 30 September 1965 terjadi pemberontakan PKI sebagai wujud usaha untuk merubah Pancasila menjadi Ideologi Komunis. Pada peristiwa ini terjadi pembunuhan 7 orang jendral. Selanjutnya pada tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Pemberontakkan G30S-PKI dan setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila.
4. Pancasila Era Orde Lama, orde lama terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
a. 1945-1950, di tahun ini Indonesia sebagai negara peralihan dari terjajah menjadi merdeka menjalani adaptasi dalam penerapan Pancasila
b. 1950-1959, sistem demokrasi berhasil diterapkan melalui pemilu 1955 yang dilakukan untuk memilih anggota konstituante.
c. 1959-1966, Soekarno selaku presiden mengubah sistem pemerintahan menjadi sistem Demokrasi Terpimpin. Selain itu, presiden memperluas peran militer dalam unsur politik dengan menggabungkan POLRI dan TNI menjadi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
5. Pancasila Era Orde Baru, masa ini berjalan selama 32 tahun yang dipimpin oleh Presiden Suharto. Pada era Orde Baru, segala bentuk kehidupan masyarakat Indonesia mengalami kemajuan, seperti inflasi menurun dan mata uang nasional yang stabil.
6. Pancasila Era Reformasi, reformasi merupakan suatu perubahan tatanan kehidupan lama dengan kehidupan baru dan secara hukum menuju ke arah yang baik. Terdapat beberapa sebab dan akibat terjadinya perubahan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru hingga masa Reformasi, yaitu pembangunan tidak merata pada masa orde baru dan politik di dominasi golkar di era orde baru.
Tantangan terhadap Pancasila yang dihadapi bangsa Indonesia adalah meletakan nilai-nilai Pancasila tidak dalam posisi sebenernya sehingga nilai-nilai Pancasila menyimpang dari kenyataan hidup berbangsa dan bernegara. Adapula beberapa faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya.
Berdasarkan makalah ini, saya memahami bahwa Pancasila mengalami berbagai dinamika dan tantangan dalam arus sejarah Indonesia. Dinamika dan tantangan tersebut tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara yang tetap serta tidak dapat digantikan.
Nama: Diah Karina Wibowo
NPM: 2218031032
Prodi: Farmasi
Analisis Jurnal 1 dan 2
Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai-nilai keseimbangan hukum, seperti nilai ketuhanan, nilai kemasyarakatan, dan nilai kemanusiaan.
- Konsep ketuhanan yang dimaksud merupakan arah politik hukum harus mengandung nilai yang bersifat keyakinan.
- Konsep kemanusiaan yang bermaksud ke arah politik hukum harus memposisikan manusia tetap sebagai makhluk hidup yang memiliki hak-hak dasar, yaitu: hak untuk hidup, hak untuk memperoleh pendidikan, hak berkarya, hak berserikat, hak berkeluarga, hak untuk mendapatkan kebahagiaan, hak untuk berfikir, bersikap dan mengembangkan potensi.
- Konsep kemasyarakatan merupakan sebuah keniscayaan adanya peran negara di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, peran tersebut bukanlah untuk negara melainkan dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran pancasila merupakan suatu pencapaian nyata dalam tegaknya negara hukum. Sebaliknya, akan banyak permasalahan yang timbul jika suatu negara tidak memiliki dasar negara dan dalam hal ini Indonesia memiliki Pancasila. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pancasila menjadi ideologi negara yang universal dan komperhensif yang memuat relasi dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan sesama manusia, hubungan antara manusia dan alam untuk mencapai rahmat Allah SWT.