NAMA : ABIYYU BAHY GAZY
NPM : 2215012069
KELAS : A
PRODI : S-1 ARSITEKTUR
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Dalam garis besar, konflik ini dapat didefinisikan sebagai situasi di mana dua atau lebih pihak berusaha memperebutkan sumber daya yang langka secara bersamaan, atau setidaknya mereka memiliki posisi yang bertentangan dan saling dipersepsikan pada saat yang sama. Secara khusus, hal ini berlaku untuk sengketa dan konflik perbatasan. Sengketa perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste sebagian besar dipicu oleh persaingan dalam pemanfaatan lahan pertanian (sumber daya alam) antara penduduk desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, dan warga Pasabbe, Distrik Oecussi, Timor Leste. Meskipun masalah penentuan batas wilayah antara kedua negara juga menjadi pemicu, namun pendekatan pembangunan ekonomi yang mencakup kesejahteraan dan tingkat pendidikan juga turut berperan dalam konflik tersebut.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jika tidak ada pemahaman tentang konsep wawasan nusantara, kemungkinan negara ini akan rentan dijajah kembali oleh bangsa lain. Bahkan, ada risiko negara ini mengalami kehancuran akibat kurangnya persatuan dan kesatuan di antara warga negara serta kurangnya semangat untuk melindungi keseluruhan bangsa, sehingga negara ini mudah terombang-ambing dan terpengaruh oleh bangsa lain.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Mendukung prinsip wawasan nusantara dalam konteks ketahanan nasional akan mendorong individu atau masyarakat untuk berpikir dan bertindak dalam menghadapi serta mengatasi konflik yang timbul. Oleh karena itu, konflik yang terjadi di masyarakat perlu ditekan agar dapat memperkuat rasa nasionalisme dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketahanan bangsa Indonesia dari berbagai gangguan, ancaman, hambatan, dan tantangan. Untuk mencapai ketahanan nasional yang efektif, diperlukan sinergi, integrasi, dan semangat nasionalisme. Dalam hal ini, penting untuk menyamakan persepsi, memahami, dan menanamkan pemahaman wawasan nusantara kepada individu agar konflik dapat diatasi secara efektif demi mewujudkan ketahanan nasional.