གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Lintang Cahyaning Ratri

NAMA: LINTANG CAHYANING RATRI
NPM: 2215012081
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKTUR

WAWASAN NUSANTARA
Dengan memahami Wawasan Nusantara akan tumbuh jiwa nasionalisme pada setiap warga negara Indonesia, sebab dengan wawasan nusantara setiap warga negara dapat memahami berbagai aspek dari negara sendiri.
Wawasan berasal dari kata "Wawas" (Bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan, atau pengertian indrawi. Selanjutnya kata "Mawas" yang berarti memandang, meninjau, atau melihat.
Wawasan Nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meliputi darat, laut, udara, sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.
Wawasan Nusantara bermanfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, dan tindakan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat maupun daerah.
Peran Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan pandangan yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia dan mewujudkan nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek bernegara.
Konsepsi Wawasan Nusantara mencakup pandangan akan satu kesatuan politik ekonomi, social, budaya, pertahanan dan keamanan. Sebagaimana dalam rumusan GBHN 1998, "Wawasan Nusantara sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional".
Cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alinea 2 adalah, “Untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”
Tujuan Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alinea 4 adalah, “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.”
Wawasan nusantara sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia. Dengan adanya Konsepsi Wawasan Nusantara, wilayah Indonesia menjadi sangat luas dengn beragam isi flora, fauna, serta penduduk yang menetapinya. Konsepsi Wawasan Nusantara mengajak warga negara untuk memandang keluasan wilayah dan keragaman yang ada sebagai satu-kesatuan.
NAMA: LINTANG CAHANING RATRI
NPM: 2215012081
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKUR

1. Konflik komunal yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste adalah bentuk konflik antara kelompok-kelompok komunitas yang memiliki latar belakang etnis, agama, budaya, atau politik yang berbeda.
Penyelesaian konflik komunal membutuhkan pendekatan yang begitu luas dan harus berhati-hati. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:
a) Membangun komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, mengadakan negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama.
b) Melibatkan pihak ketiga yang netral untuk membantu meredakan ketegangan dan memfasilitasi perundingan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
c) Meningkatkan pemahaman dan kesadaran antara kelompok-kelompok yang terlibat, dengan mempromosikan nilai-nilai toleransi, keragaman, dan penghargaan terhadap perbedaan melalui Pendidikan.
d) Mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di daerah yang terkena konflik untuk mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan stabilitas.
e) Membangun proses pemulihan hubungan antara kelompok-kelompok yang terlibat, yang melibatkan pengakuan terhadap penderitaan yang dialami oleh semua pihak dan mempromosikan perdamaian.
Hal positif yang dapat diambil dari penyelesaian konflik komunal adalah bahwa dengan adanya komunikasi, negosiasi, mediasi, dan upaya pemulihan hubungan, terdapat potensi untuk membangun pemahaman, toleransi, dan perdamaian yang berkelanjutan antara kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik tersebut.

2. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, Indonesia mungkin menghadapi beberapa tantangan dan konsekuensi negatif, antara lain:
a) Perpecahan wilayah dan disintegrasi negara akibat keberagaman yang ada di Indonesia.
b) Terjadinya ketidakadilan sosial dan ketimpangan pembangunan.
c) Indonesia mengalami konflik dan ketegangan lintas etnis dan agama akibat tidak adanya toleransi disamping keberagaman yang ada.
d) Kemiskinan dan ketertinggalan.

3. Berikut ini adalah beberapa cara di mana konsepsi wawasan nusantara dapat berkontribusi dalam mencegah konflik komunal Indonesia dan Timmor Leste:
a) Pengakuan terhadap keberagaman terhadap keberagaman etnis, budaya, dan agama di wilayah Indonesia.
b) Konsepsi wawasan nusantara mendorong dialog, komunikasi, dan pemahaman antar komunitas yang berbeda.
c) Konsepsi wawasan nusantara menghargai pentingnya kerjasama dan hubungan yang saling menguntungkan antara wilayah-wilayah di Indonesia.
d) Konsepsi wawasan nusantara mendorong pembangunan identitas nasional.
NAMA: LINTANG CAHYANINNG RATRI
NPM: 2215012081
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITTEKTUR

Konsep Geopolitik
Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Geopolitik Indonesia adalah studi tentang posisi geografis, politik, dan ekonomi Indonesia dalam hubungannya dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Bebeberapa teori geopolitik:
1. Teori geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori geopolitik Radolf Kjellen
3. Teori geopolitik Karel Haushofer
4. Teori geopolitik Halford Mackinder
5. Teori geopolitik Alfred Thayer Mahan
6. Teori geopolitik Guilio Douhet, William Mitchel, Serversky dan JFC Fuller

Teori yang diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945 yakni, Teori Geopolitik Indonesia menyatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi nasional dipergunakan untuk pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional.

Prinsip geopolitik Indonesia ialah membangun kesatuan bangsa dalam suatu wilayah. Konsep NKRI dicantumkan dalam pasal 1 ayat 1 UUD negara RI 1945 yang isinya, "Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk politik.”

Kesatuan wilayah Indonesia mencakup:
 Kesatuan politik
 Kesatuan hukum
 Kesatuan sosial-budaya
 Kesatuan pertahanan dan keamanan

Keunggulan bangsa Indonesia yakni, jumlah dan potensinya cukup besar, memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, serta letak wilayah yang strategis.