Kiriman dibuat oleh Isma Maymargi Astari 2215011040

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Jurnal

oleh Isma Maymargi Astari 2215011040 -
Nama : Isma Maymargi Astari
NPM : 2215011040

“Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi."

Di era globalisasi, banyak aspek yang mengalami perubahan secara signifikan. Globalisasi membawa perspektif baru yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya.

Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Belakangan ini, teknologi berkembang pesat sehingga segala informasi dapat tersebar luas. Kemajuan teknologi ini tak hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati masyarakat desa. Akibatnya, segala informasi yang bernilai positif maupun negatif dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Disadari atau tidak, perlahan mulai mengubah pola hidup dan pola pikir masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan.

Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Jika hal tersebut dibiarkan, akan menyebabkan terkikisnya nilai nilai luhur Pancasila bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran bersama tentang posisi vital dan urgensi pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Soal

oleh Isma Maymargi Astari 2215011040 -
Nama : Isma Maymargi Astari
NPM : 2215011040

ANALISIS SOAL
A. Sistem etika perilaku politik di Indonesia pada saat ini belum sesuai dengan nilai nilai pancasila. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan perpolitikan secara umum yang terjadi sekarang. Banyak dari para tokoh politik yang tidak menyadari atau bahkan sudah menyadari bahwa sikap atau etika dalam berpolitiknya sebenarnya bertentangan dengan norma dan etika politik. Para tokoh politik yang berkuasa pada saat ini lebih mudah untuk menghalalkan segala cara apapun untuk mewujudkan kepentingnya.
Seperti misalnya, mengumbar janji untuk memikat suara rakyat yang hakikatnya belum tentu dapat direalisasikan, serta praktik Money Politic. Perbuatan tersebut tentu merupakan tindaan yang tidak bermoral. Hakikatnya, hak pilih setiap warga negara tidak dapat dipaksakan oleh orang lain.

B. Bisa dibilang generasi muda saat ini kurang memiliki kesopanan terutama pada orang dewasa. Hal itu kerapkali terjadi di lingkungan saya.
Banyak faktor yang menyebabkan krisis etika generasi muda saat ini seperti faktor lingkungan sekitar, keluarga, pertemanan, teknologi juga.
Solusi mengenai dekadensi moral yang terjadi tersebut diantaranya :
1. Menanamkan pendidikan karakter sejak dini.
2. Pemilihan teman bergaul dan lingkungan yang tepat.
3. Mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik.

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Jurnal

oleh Isma Maymargi Astari 2215011040 -
Nama : Isma Maymargi Astari
NPM : 2215011040

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia belum terlaksana secara menyeluruh. Minimnya pengamalan nilai-nilai Pancasila ditunjukkan dengan adanya berita-berita yang menyesatkan.

Media massa di Indonesia belum sampai pada titik yang mampu mengubah moral masyarakat dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Kepentingan individu atau kelompok lebih diutamakan daripada kepentingan bangsa dan negara.

Kerjasama media massa dengan lembaga penegak hukum masih sebatas antara media pencari berita dengan narasumbernya saja, memang wajar mengingat kerjasama yang lebih jauh dapat memungkinkan adanya intervensi dari kedua belah pihak yang sama-sama menganggu. Namun hal ini di satu sisi menjadi masalah karena dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat.

Berita yang disebarluaskan media massa kepada masyarakat umum seringkali tidak benar dan disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat benar-benar percaya, tanpa menelusuri kembali sumber berita tersebut. Hal ini melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama nilai-nilai materiil, spiritual dan vital yang mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia lainnya.