NAMA : PUTRI AJENG ARDITA
KELAS : REG B
NPM : 2216041071
Pernyataan dari akademisi Dedy Hermawan memberikan pandangan yang penting dalam konteks Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandar Lampung tahun 2024. Dia menekankan bahwa faktor individu memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan hasil pemilihan, lebih penting daripada faktor partai politik pengusung. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kinerja dan popularitas seorang kandidat dalam memenangkan kontestasi politik.
Pernyataan tersebut juga mengangkat isu terkait dengan Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPD Gerindra Lampung, yang tidak secara otomatis memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi hanya karena dia adalah kader partai politik. Ini menunjukkan bahwa popularitas dan elektabilitas seseorang tidak hanya ditentukan oleh afiliasi partai politik, tetapi oleh kinerja dan citra pribadi yang dibangun.
Selain itu, penekanan pada pentingnya data dan survei politik juga menjadi poin yang menarik. Dedy Hermawan menyarankan agar calon-calon Pilwakot memiliki dukungan popularitas dan elektabilitas yang tinggi berdasarkan survei politik, sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih terukur dan rasional. Dengan memiliki data yang kuat, calon dapat memahami peluang mereka dan membangun strategi yang tepat untuk mencapai kemenangan.
Pentingnya kepuasan masyarakat juga ditekankan dalam tanggapan tersebut. Dedy Hermawan menyebutkan bahwa kepuasan masyarakat harus mencapai tingkat yang signifikan, seperti 60 persen, untuk mengindikasikan elektabilitas yang kuat bagi petahana. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja yang baik dan apresiasi dari masyarakat dapat memberikan keuntungan elektoral.
Terakhir, harapan Dedy Hermawan untuk Pilwakot 2024 adalah adanya adu gagasan dan ide, serta kebebasan dari praktik politik uang (money politik). Hal ini menekankan pentingnya kontestasi yang berfokus pada visi, misi, dan gagasan untuk kemajuan kota, bukan sekadar permainan finansial. Hal ini sejalan dengan semangat demokrasi dan partisipasi publik yang sehat dalam proses pemilihan.
Secara keseluruhan, tanggapan ini memberikan pandangan yang menekankan pentingnya faktor individu, kinerja, popularitas, data, kepuasan masyarakat, dan adu gagasan dalam Pilwakot. Hal ini mendukung proses demokrasi yang transparan, berbasis informasi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara keseluruhan.
KELAS : REG B
NPM : 2216041071
Pernyataan dari akademisi Dedy Hermawan memberikan pandangan yang penting dalam konteks Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandar Lampung tahun 2024. Dia menekankan bahwa faktor individu memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan hasil pemilihan, lebih penting daripada faktor partai politik pengusung. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kinerja dan popularitas seorang kandidat dalam memenangkan kontestasi politik.
Pernyataan tersebut juga mengangkat isu terkait dengan Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPD Gerindra Lampung, yang tidak secara otomatis memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi hanya karena dia adalah kader partai politik. Ini menunjukkan bahwa popularitas dan elektabilitas seseorang tidak hanya ditentukan oleh afiliasi partai politik, tetapi oleh kinerja dan citra pribadi yang dibangun.
Selain itu, penekanan pada pentingnya data dan survei politik juga menjadi poin yang menarik. Dedy Hermawan menyarankan agar calon-calon Pilwakot memiliki dukungan popularitas dan elektabilitas yang tinggi berdasarkan survei politik, sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih terukur dan rasional. Dengan memiliki data yang kuat, calon dapat memahami peluang mereka dan membangun strategi yang tepat untuk mencapai kemenangan.
Pentingnya kepuasan masyarakat juga ditekankan dalam tanggapan tersebut. Dedy Hermawan menyebutkan bahwa kepuasan masyarakat harus mencapai tingkat yang signifikan, seperti 60 persen, untuk mengindikasikan elektabilitas yang kuat bagi petahana. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja yang baik dan apresiasi dari masyarakat dapat memberikan keuntungan elektoral.
Terakhir, harapan Dedy Hermawan untuk Pilwakot 2024 adalah adanya adu gagasan dan ide, serta kebebasan dari praktik politik uang (money politik). Hal ini menekankan pentingnya kontestasi yang berfokus pada visi, misi, dan gagasan untuk kemajuan kota, bukan sekadar permainan finansial. Hal ini sejalan dengan semangat demokrasi dan partisipasi publik yang sehat dalam proses pemilihan.
Secara keseluruhan, tanggapan ini memberikan pandangan yang menekankan pentingnya faktor individu, kinerja, popularitas, data, kepuasan masyarakat, dan adu gagasan dalam Pilwakot. Hal ini mendukung proses demokrasi yang transparan, berbasis informasi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara keseluruhan.