Kiriman dibuat oleh Rafiqoh Salma HS

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Rafiqoh Salma HS -
Wawancara adalah suatu komunikasi antara dua pihak atau lebih yang berlangsung secara tatap muka (face to face) ataupun tidak secara langsung, misalnya melalui telepon ataupun tertulis, dimana satu pihak berperan sebagai pewawancara (interviewer) dan pihak lainnya sebagai pihak yang diwawancarai (interviewee) untuk suatu permasalahan tertentu. Misalnya untuk memperoleh informasi atau mengumpulkan data. Pewawancara mengajukan sejumlah pertanyaan kepada orang yang diwawancara untuk mendapatkan jawaban. Wawancara adalah percakapan yang dilakukan antara dua orang bahkan lebih yang berlangsung diantara pewawancara dan narasumber guna meminta informasi atau keterangan mengenai adanya suatu peristiwa.

Berikut adalah beberapa jenis wawancara yang dapat digunakan dalam kegiatan wawancara:

1.   Wawancara Terstruktur
Pada wawancara ini, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawaban telah disiapkan, responden diberi pertanyaan yang sama kemudian pengumpul data mencatatnya.

2.   Wawancara Semistruktur
Dalam wawancara ini, pewawancara biasanya mempunyai daftar pertanyaan tertulis yang sudah tersusun rapi atau terstruktur untuk diajukan kepada narasumber. Tetapi bahwa wawancara juga memiliki kemungkinan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas yang masih memiliki kaitan dengan permasalahan yang dibahas. Wawancara jenis ini dapat juga disebut sebagai wawancara terarah atau wawancara bebas terpimpin. Meskipun dapat mengajukan pertanyaan secara bebas, tapi sifatnya terarah dan tetap berada pada jalur pokok permasalahan yang dibahas atau ditanyakan.

3.   Wawancara Tidak Berstruktur
Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara yang bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data-datanya. Pedoman wawancara hanya menggunakan garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan titik dalam wawancara ini, peneliti belum mengetahui cara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.

Berikut adalah beberapa teknik penting dalam melakukan wawancara:

a.   Siapkan pertanyaan sesuai topik wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, membuat daftar pertanyaan sesuai topik yang akan dibahas adalah hal yang paling penting. Pertanyaan yang dibuat haruslah relevan dengan topik. Dalam membuat pertanyaan, pedoman yang paling umum dilakukan adalah metode 5W + 1H. Dengan menyusun pertanyaan sebelum wawancara akan mendukung kelancaran wawancara karena akan lebih terarah dan terkontrol sesuai dengan topik pembahasan.

b.   Pastikan pertanyaan jelas dan mudah dimengerti
Setelah membuat pertanyaan, pastikan bahwa pertanyaan yang telah dibuat mudah dan dapat dimengerti oleh narasumber.

c.   Tetap fokus dalam wawancara

Dalam kelangsungan proses wawancara, fokus adalah hal penting. Pewawancara harus tetap fokus pada topik dan permasalahan yang telah dibahas.

d.   Tidak segan untuk meminta contoh atau penjelasan

Menjadi pewawancara memang dituntut untuk mengetahui banyak hal. perlu diketahui bahwa wawancara dilakukan untuk memperoleh jawaban atau data agar lebih mendalam. Untuk itu, seorang pewawancara harus kritis dalam proses wawancara untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.

Struktur Wawancara

1.   Membuka Wawancara

·     Memperkenalkan tujuan wawancara kepada responden

·     Memelihara hubungan dengan responden membuatnya merasa bahwa pewawancara dapat  

      dipercaya dan bahwa pertemuan itu bukan merupakan situasi yang mengancam.

·     Memotivasi responden untuk menjawab pertanyaan.

2.   Batang Tubuh Wawancara

·     Menentukan topik yang akan dibahas.

·     Tentukan urutan-urutan sebenarnya dari pertanyaan.

3.   Kesimpulan

·     Akhiri wawancara dengan baik dan terampil. Seringkali terlalu sering wawancara berakhir tiba-tiba, karena kekurangan waktu dan kedua pilihan merasa perlu mengakhiri wawancara.



PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Rafiqoh Salma HS -

Sejarah Lisan adalah sejarah yang dibangun dari informasi atau dari sumber-sumber sejarah dalam bentuk sumber sejarah lisan.

Sumber sejarah lisan diperoleh dari kesaksian manusia yang hidup pada zamannya. Artinya manusia itu masih hidup pada masa kini, hidup sezaman dengan sejarawan. Jadi sejarawan hidupnya masih menemukan orang-orang yang bisa disebut pelaku dan penyaksi.

Jikalau pelaku atau penyaksi sudah tidak ada atau meninggal, maka itu bukan lagi sebagai sumber sejarah lisan. Jadi sumber sejarah lisan itu berpangkal pada pelaku dan penyaksi yang oleh teorinya mereka disebut informan kunci. Informan kunci adalah orang yang terlibat atau menjadi peserta dalam peristiwa tersebut. Sedangkan penyaksi adalah orang yang melihat kejadian. Informan kunci itu adalah pintu membuka sumber sejarah lisan agar kita dapat memperoleh fakta sejarah.

Metode pengumpulan sejarah lisan melibatkan wawancara, rekaman audio atau video, dan interaksi langsung dengan narasumber untuk mendokumentasikan dan memahami aspek-aspek sejarah yang tidak selalu terdokumentasikan dalam bentuk tertulis.