Nama : Lathifa Puspita Ningrum
NPM : 2216041050
1). Isu Komitmen dan profesioanalisme Pelayanan publik
Di Indonesia dapat kita lihat sendiri betepa komitmen pemberi pelayanan publik sangatlah rendah. Komitmen kepada kepentingan para penerima pelayanan seperti masyarakat kurang diperhatikan, dan komitmen kepada nasib para pemberi pelayanan juga sangat memprihatinkan.
Dalam kenyataan belum dipersoalkan secara serius profesionalisme para manajer. mereka sering mengangkap bahwa diri mereka sudah profesional, padahal tidak demikian.
2).Cara untuk memecahkan isu di atas adalah dengan dimensi manajemen. Para manajer bisa memberi pengarahan pada komitmen dan profesionalisme dengan didukung oleh berbagai faktor seperti :
1.Faktor pertama yang mempengaruhi komitmen pelaksana pelayanan publik adalah komitmen organisasi. Anggota organisasi yang memiliki komitmen terhadap organisasinya mungkin saja mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasi dan dengan senang hati tanpa paksaan mengeluarkan energi ekstra demi kepentingan organisasi.
2.Faktor kedua yaitu situasi kerja,tidak lepas dari manajerial seorang pemimpin. Situasi kerja yang disiplin, kondusif dan menyenangkan akan mempengaruhi komitmen pelaksana pelayanan publik.Apabila tidak diciptakan situasi kerja yang kondusif, maka pelaksana pelayanan publik pun tidak akan maksimal dalam menyelenggarakan pelayanan.
3.Memberikan apresiasi atau penghargaan kepada pegawai dengan performa prima dan memberikan evaluasi ataupun hukuman bagi pegawai yang tidak berkomitmen juga menjadi faktor yang memotivasi komitmen serius dari pelaksana pelayanan publik, misal dalam penerapan standar pelayanan, bagaimana seorang pelaksana pelayanan publik dapat menyelenggarakan pelayanan berkualitas ketika standarnya saja tidak terpenuhi. Maka dari itu perlu ada nya evaluasi untuk para pegawai.
4.Faktor terkahir dan yang utama adalah kepribadian pelaksana pelayanan publik itu sendiri. Jika seorang pegawai memiliki kepribadian yang baik,berintegritas, mampu bekerjasama, dsb, maka akan sejalan dengan komitmenya sendiri, bahkan bisa memunculkan ide-ide atau inovasi baru dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Oleh sebab itu penting untuk digaris bawahi pada saat proses penerimaan pegawai, Tes kepribadian juga harus diperhatikan.
NPM : 2216041050
1). Isu Komitmen dan profesioanalisme Pelayanan publik
Di Indonesia dapat kita lihat sendiri betepa komitmen pemberi pelayanan publik sangatlah rendah. Komitmen kepada kepentingan para penerima pelayanan seperti masyarakat kurang diperhatikan, dan komitmen kepada nasib para pemberi pelayanan juga sangat memprihatinkan.
Dalam kenyataan belum dipersoalkan secara serius profesionalisme para manajer. mereka sering mengangkap bahwa diri mereka sudah profesional, padahal tidak demikian.
2).Cara untuk memecahkan isu di atas adalah dengan dimensi manajemen. Para manajer bisa memberi pengarahan pada komitmen dan profesionalisme dengan didukung oleh berbagai faktor seperti :
1.Faktor pertama yang mempengaruhi komitmen pelaksana pelayanan publik adalah komitmen organisasi. Anggota organisasi yang memiliki komitmen terhadap organisasinya mungkin saja mengembangkan pola pandang yang lebih positif terhadap organisasi dan dengan senang hati tanpa paksaan mengeluarkan energi ekstra demi kepentingan organisasi.
2.Faktor kedua yaitu situasi kerja,tidak lepas dari manajerial seorang pemimpin. Situasi kerja yang disiplin, kondusif dan menyenangkan akan mempengaruhi komitmen pelaksana pelayanan publik.Apabila tidak diciptakan situasi kerja yang kondusif, maka pelaksana pelayanan publik pun tidak akan maksimal dalam menyelenggarakan pelayanan.
3.Memberikan apresiasi atau penghargaan kepada pegawai dengan performa prima dan memberikan evaluasi ataupun hukuman bagi pegawai yang tidak berkomitmen juga menjadi faktor yang memotivasi komitmen serius dari pelaksana pelayanan publik, misal dalam penerapan standar pelayanan, bagaimana seorang pelaksana pelayanan publik dapat menyelenggarakan pelayanan berkualitas ketika standarnya saja tidak terpenuhi. Maka dari itu perlu ada nya evaluasi untuk para pegawai.
4.Faktor terkahir dan yang utama adalah kepribadian pelaksana pelayanan publik itu sendiri. Jika seorang pegawai memiliki kepribadian yang baik,berintegritas, mampu bekerjasama, dsb, maka akan sejalan dengan komitmenya sendiri, bahkan bisa memunculkan ide-ide atau inovasi baru dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Oleh sebab itu penting untuk digaris bawahi pada saat proses penerimaan pegawai, Tes kepribadian juga harus diperhatikan.