Kiriman dibuat oleh Aulia Fifi Malika

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Aulia Fifi Malika -
Nama: Aulia Fifi Malika
NPM: 2218011136
Kelas: B (genap)

Indonesia memiliki ideologi Pancasila. Pancasila merupakan dasar Negara yaitu sebuah konsepsi yang dirancang atas kesepakatan bersama dengan tujuan dapat menjawab tantangan dan masalah bangsa dan Negara. Pancasila sebagai alat politik dalam menentukan arah kebijakan dan distribusi suatu Negara, dengan hal ini Pancasila pada sila keempat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dapat mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat terutama yang ditujukan dalam hal pemilihan umum daerah di Indonesia yang demokratis. Parameter sila keempat sebagai sumber nilai yaitu termaktub dalam UUD 1945 BAB VIIB Pemilihan Umum pasal 22E.

Namun, dalam pelaksanannya pemilihan umum daerah Indonesia belum mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sila keempat. Seperti adanya kecenderungan rendahnya tingkat partisipasi pemilih, implikasi dari demokratisasi di daerah, tidak sepenuhnya mampu mengontrol proses-proses yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada, serta partai politik yang tidak mencermikan nilai demokrasi sila keempat Pancasila.

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Aulia Fifi Malika -
Nama: Aulia Fifi Malika
NPM: 2218011136
Kelas: B (genap)

Jurnal tersebut membahas mengenai tantangan konsolidasi demokrasi dalam pemilu presiden (pilpres) 2019. Karena pilpres 2019 dianggap belum mampu menghasilkan suksesi kepemimpinan yang baik dan belum mampu pula membangun kepercayaan publik. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya kerusuhan sosial setelah pengumuman hasil rekapitulasi pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Demokrasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’. Namun, untuk mewujudkannya diperlukan tahapan panjang yang perlu dilakukan seperti konsolidasi demokrasi. Pelaksanaan pilpres pada dasarnya juga merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip- prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik. Selain itu, pilpres juga sebagai instrumen proses pendalaman demokrasi di tingkat nasional.

1. Berebut suara muslim
Munculnya sejumlah isu yang oleh sebagian umat Islam dipandang merugikan mereka pada akhirnya melahirkan gerakan ijtima’ulama untuk mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. hasil ijtima’, -yang di dalamnya terdapat representasi ulama sebagai penantang petahanamerekomendasikan Prabowo untuk memilih cawapres yang berasal dari kalangan ulama (pasangan capres-cawapres bertipe nasionalis agamis). Hasil ijtima ulama tersebut justru mendapat sanggahan dari kelompok umat Islam lainnya karena dinilai tidak mewakili ulama-ulama lainnya.
2. Pemilu dan Kegagalan Parpol
Dalam pemilu 2019 banyak parpol gagal dalam proses kaderisasi. Hal ini dapat dilihat dari maraknya partai yang memilih mencalonkan kalangan selebritis sebagai caleg. Tujuannya menjadikan selebritis tersebut sebagai vote getter partai dalam pemilu.
3. Pemilu dalam masyarakat plural
Pada pilpres 2019 masyarakat cenderung mengalami pembelahan sosial yang cukup tajam.
4. Pemilu dan Politisasi Birokrasi
Ketidaknetralan birokrasi dalam pemilu bisa berakibat pada lemahnya legitimasi kinerja pemerintah, penyelenggara pemilu dan hasilnya.