Nama : Salsa Nurfajri Yuska
NPM : 2218011164
Absen : Genap (B)
Prodi : Pend. Dokter
1. Menurut saya pemerintah harus cepat menyelesaikan masalah tersebut baik dari pihak Indonesia maupun timor leste. Secepatnya diadakan pertemuan antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan dan menetapkan hasil akhir dari sengketa perbatasan Indonesia-Timor Leste. Dari artikel tersebut hal positif yang dapat dipelajari adalah pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kurangnya informasi yang valid dari kedua belah pihak membuat para warganya membuat spekulasinya masing-masing sehingga memicu tindakan anarkis seperti yang terjadi dalam artikel tersebut.
2. Jika wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara maka akan mengakibatkan :
• Tanpa konsepsi wawasan nusantara, mungkin terjadi kecenderungan untuk memisahkan atau membagi-bagi wilayah Indonesia menjadi entitas yang lebih kecil. Hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan politik dan mungkin timbul konflik antara kelompok-kelompok yang berbeda di dalam negara.
• Terjadinya ketimpangan pembangunan antara pulau-pulau yang lebih maju dan yang kurang maju. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan, ketegangan sosial, dan mungkin perpecahan di antara wilayah-wilayah tersebut.
• Hubungan dengan negara-negara tetangga dapat menjadi lebih tegang atau kurang harmonis. Kerjasama dalam berbagai bidang seperti ekonomi, keamanan, dan lingkungan dapat terhambat, dan ini dapat berdampak negatif terhadap Indonesia dan wilayah sekitarnya
3. Beberapa cara konsepsi wawasan nusantara dapat berkontribusi dalam mencegah konflik:
• Persatuan dan Keadilan Sosial: Konsepsi wawasan nusantara menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial di seluruh wilayah Indonesia. Ini mencakup penghormatan terhadap keanekaragaman budaya, suku, dan agama yang ada di wilayah tersebut. Dalam konteks perbatasan, konsepsi ini dapat mendorong dialog dan kerjasama antara masyarakat yang tinggal di sisi berbeda perbatasan untuk mencapai pemahaman saling menghormati dan merawat persatuan.
• Diplomasi dan Kerjasama Regional: Konsepsi wawasan nusantara melibatkan kerjasama dan diplomasi dengan negara-negara tetangga di wilayah Asia Tenggara. Dalam hal perbatasan dengan Timor Leste, konsep ini dapat mendorong dialog dan kerjasama bilateral antara kedua negara dalam menyelesaikan sengketa dan mempromosikan perdamaian. Melalui forum-forum regional seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), konsepsi wawasan nusantara juga dapat memberikan wadah untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama atas potensi konflik di perbatasan.
• Pembangunan yang Merata: Konsepsi wawasan nusantara menekankan pentingnya pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Ketimpangan pembangunan yang signifikan dapat menjadi faktor pendorong konflik. Dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan, pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang mempromosikan pembangunan ekonomi, akses ke layanan dasar, dan kesempatan kerja yang adil di wilayah tersebut. Ini dapat membantu mengurangi ketegangan sosial dan ketidakpuasan yang dapat berpotensi memicu konflik.
• Pengelolaan Sumber Daya Bersama: Perbatasan sering kali melibatkan wilayah yang berbagi sumber daya alam dan lingkungan. Konsepsi wawasan nusantara dapat mendorong pengelolaan yang berkelanjutan dan adil terhadap sumber daya bersama seperti air, hutan, dan perikanan di perbatasan. Dengan mengadopsi pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam pengelolaan sumber daya ini, konflik yang mungkin muncul karena persaingan atau ketidaksetaraan dalam akses dan manfaat sumber daya dapat dicegah.