གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rasya Diva Fatika Malakiano

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

Rasya Diva Fatika Malakiano གིས-
Nama : Rasya Diva Fatika Malakiano
NPM : 2218011014
Kelas : Genap (B)

Jurnal yang berjudul "DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA" ini membahas tentang permasalahan yang berkaitan dengan demokrasi sebagai wujud nilai-nilai sila keempat Pancasila dalam pemilihan umum di Indonesia. Demokrasi sebagai salah satu nilai sila keempat Pancasila menjadi sangat penting dalam pelaksanaan pemilihan umum daerah di Indonesia. Demokrasi di Indonesia diartikan sebagai bentuk kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui pemilihan umum yang bebas, jujur, dan adil.

Pemilihan kepada daerah secara langsung tidak mencerimkan sifat Pancasila sila keempat. Beragam konflik, dan muncul berbagai intepretasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Menginjak tahun politik berbagai macam hoax muncul untuk menjatuhkan pihak lawan baik secara ragawi dan badawi, hal ini memicu disitegrasi bangsa. Sementara itu pengaturan mengenai pemilihan kepala daerah yang terdapat dalam Undang-Undang kurang jelas. Oleh karena itu perlu dilakukan kepastian dalam meneggakkan peraturan pemilihan umum yang sekiranya menimbulkan kekacauan dan disintegrasi
bangsa.

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

Rasya Diva Fatika Malakiano གིས-
Nama : Rasya Diva Fatika Malakiano
NPM : 2218011014
Kelas : B (Genap)

Jurnal Penelitian Politik yang berjudul "Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019" ini membahas tentang pemilihan presiden Indonesia tahun 2019 yang dianggap sebagai sebuah ujian bagi demokrasi Indonesia.

Dari salah satu artikel yang ada di dalamnya, yang berjudul Demokrasi dan Pemilu 2019 yang ditulis oleh Siti Zuhro menjelaskan bahwa salah satu aspek yang dibahas adalah tentang sistem politik Indonesia yang mengalami perkembangan pesat sejak era reformasi tahun 1998. Penulis menjelaskan bahwa meskipun Indonesia sudah menjadi negara demokrasi, masih terdapat beberapa tantangan dalam menjalankan demokrasi, seperti terbatasnya kebebasan pers, korupsi, dan aksesibilitas terhadap proses politik yang merata.

Sejak tahun 2018 menurut data menyebutkan bahwa terdapat 53 kasus hoax (berita bohong) dan 324 hate speech (ujaran kebencian) yang terjadi dan sebagian sudah diselesaikan secara hukum. Lalu terdapat pula isu politisasi agama dalam pilpres 2019 menjadi salah satu hal yang paling menonjol dalam masa kampanye. Selain penanda suksesi kepemimpinan pemmilu juga merupakan evaluasi terhadap pemerintah dan proses deepening democracy.