Posts made by Mairani Listri Eka Putri 2215031016

Nama : Mairani Listri Eka Putri
Npm : 2215031016
Kelas : TE D
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) merupakan pendidikan yang sangat penting di dalam mendidik karakter bangsa Indonesia untuk menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif , demokratis dan beradab dimana mereka menyadari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia (global society)di era modern saat ini. Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila. Untuk menjadi sebuah negara yang matang berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat seiring dan sejalan dengan koridor penguatan wawasan kebangsaan yang berbasis pada empat konsensus dasar nasional Indonesia: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.
Nama : Mairani Listri Eka Putri
Npm : 2215031016
Kelas : TE D
Dari video dijelaskan tentang identitas nasional. Identitas nasioanal ialah Identitas nasional adalah identitas atau rasa memiliki seseorang terhadap suatu negara atau suatu bangsa. Ini adalah pengertian "suatu bangsa sebagai satu kesatuan yang utuh, yang diwakili oleh tradisi, budaya, dan bahasa yang khas. Unsur pembentukannya ialah seperti suku bangsa,kebudayaan ,bahasa dan agama. Faktor pembentukan identitas negara ialah seperti . Primordial: faktor ini meliputi ikatan kekerabatan seperti darah dan keluarga, kesamaan suku bagsa, daerah asal, bahasa, dan adat istiadat.

2. Sakral: menyangkut agama atau ideologi yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan.

3. Tokoh: kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat bisa menjadi faktor untuk menyatukan bangsa dan negara.

4. Sejarah: persepsi yang sama tentang sejarah terutama terkait penjajahan, tentu akan menimbulkan perasaan senasib, sepenanggungan dan solidaritas warga masyarakat.

5. Bhinneka Tunggal Ika: kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa, adat istiadat, ras, dan agama.