Nama : Anggun Merlyana
NPM : 2211021114
Kelas : PKB B-Ekonomi Pembangungan
Judul Jurnal : Demokrasi sebagai wujud nilai nilai sila keempat pancasila dalam pemilihan umum daerah di indonesia
Hasil Analisis Jurnal :
Pemilihan Umum merupakan sarana demokrasi guna mewujudkan sistem pemerintahan negara yang berkedaulatan rakyat. Pemerintah negara yang dibentuk melalui Pemilihan Umum itu adalah yang berasai dari rakyat, dijalankan sesuai dengan kehendak rakyat dan diabdikan untuk kesejahteraan rakyat. Pemilihan Umum merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari salah sila ke-4 yaitu "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan " yang mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. memiliki lambang kepala banteng. Simbol ini memiliki makna bahwa laiknya banteng yang merupakan hewan sosial dan suka berkumpul, rakyat Indonesia berdiskusi dan bermusyawarah untuk melahirkan sebuah keputusan. Pemilihan Umum di Indonesia harus dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil guna mewujudkan sistem pemerintahan negara yang berkedaulatan rakyat.
jurnal ini menegaskan bahwa demokrasi adalah wujud dari nilai-nilai sila keempat Pancasila dan memiliki peran penting dalam pemilihan umum daerah di Indonesia. Proses demokrasi harus dilakukan dengan baik dan bijaksana untuk memastikan hasil yang terbaik bagi rakyat namun, untuk mewujudkan nilai-nilai sila keempat Pancasila melalui demokrasi, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Beberapa tantangan tersebut Pertama, dalam hal korupsi pemilu yang menjadi tantangan terbesar adalah penerimaan dana illegal partai politik dan dana kampanye pemilu. Tantangan kedua, dalam hal integritas penyelenggara pemilu menyoal keterbukaan penyelenggara Pemilu terhadap data dan proses pelaksanaan tahapan serta dukungan partisipasi masyarakat yang menjadi kunci atas keberhasilan pelaksanaan Pemilu. Tantangan untuk isu konflik dan kekerasan. Keempat, proses Pemilu 2014 menghasilkan media yang terbelah antara yang pro pemerintah, oposisi dan yang independen serta partisipasi warga yang meningkat secara signifikan dalam isu demokrasi melalui teknologi internet. Untuk mengatasinya yaitu Sebagai bangsa demokratis, negara harus mengakomodasi aspirasi atau suara rakyat (khususnya kaum minoritas) karena dalam sistem demokrasi rakyat memegang kekuasaan penuh atas pemerintahan yang dijamin secara konstitusional. Oleh karena itu, sebagai upaya menjalankan demokrasi yang bebas, adil, dan jujur, penentuan pemimpin harus dilakukan melalui pemilihan umum yang melibatkan penuh aspirasi rakyat, atau kata kuncinya adalah legitimasi.
NPM : 2211021114
Kelas : PKB B-Ekonomi Pembangungan
Judul Jurnal : Demokrasi sebagai wujud nilai nilai sila keempat pancasila dalam pemilihan umum daerah di indonesia
Hasil Analisis Jurnal :
Pemilihan Umum merupakan sarana demokrasi guna mewujudkan sistem pemerintahan negara yang berkedaulatan rakyat. Pemerintah negara yang dibentuk melalui Pemilihan Umum itu adalah yang berasai dari rakyat, dijalankan sesuai dengan kehendak rakyat dan diabdikan untuk kesejahteraan rakyat. Pemilihan Umum merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari salah sila ke-4 yaitu "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan " yang mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. memiliki lambang kepala banteng. Simbol ini memiliki makna bahwa laiknya banteng yang merupakan hewan sosial dan suka berkumpul, rakyat Indonesia berdiskusi dan bermusyawarah untuk melahirkan sebuah keputusan. Pemilihan Umum di Indonesia harus dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil guna mewujudkan sistem pemerintahan negara yang berkedaulatan rakyat.
jurnal ini menegaskan bahwa demokrasi adalah wujud dari nilai-nilai sila keempat Pancasila dan memiliki peran penting dalam pemilihan umum daerah di Indonesia. Proses demokrasi harus dilakukan dengan baik dan bijaksana untuk memastikan hasil yang terbaik bagi rakyat namun, untuk mewujudkan nilai-nilai sila keempat Pancasila melalui demokrasi, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Beberapa tantangan tersebut Pertama, dalam hal korupsi pemilu yang menjadi tantangan terbesar adalah penerimaan dana illegal partai politik dan dana kampanye pemilu. Tantangan kedua, dalam hal integritas penyelenggara pemilu menyoal keterbukaan penyelenggara Pemilu terhadap data dan proses pelaksanaan tahapan serta dukungan partisipasi masyarakat yang menjadi kunci atas keberhasilan pelaksanaan Pemilu. Tantangan untuk isu konflik dan kekerasan. Keempat, proses Pemilu 2014 menghasilkan media yang terbelah antara yang pro pemerintah, oposisi dan yang independen serta partisipasi warga yang meningkat secara signifikan dalam isu demokrasi melalui teknologi internet. Untuk mengatasinya yaitu Sebagai bangsa demokratis, negara harus mengakomodasi aspirasi atau suara rakyat (khususnya kaum minoritas) karena dalam sistem demokrasi rakyat memegang kekuasaan penuh atas pemerintahan yang dijamin secara konstitusional. Oleh karena itu, sebagai upaya menjalankan demokrasi yang bebas, adil, dan jujur, penentuan pemimpin harus dilakukan melalui pemilihan umum yang melibatkan penuh aspirasi rakyat, atau kata kuncinya adalah legitimasi.