Nama : Rizkillah Aji Prabumulya
Npm : 2211021013
Kelas : PKN EP B
Judul Jurnal: Demokrasi Sebagai Wujud
Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila Dalam
Pemilihan Umum Daerah Di Indonesia
Hasil analisis
Demokrasi di Indonesia merupakan sebuah
wujud dari nilai-nilai Pancasila, khususnya
sila keempat yaitu "Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan". Melalui
pemilihan umum daerah, nilai-nilai
demokrasi dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara dapat diimplementasikan
secara konkret. Terdapat berbagai macam
pentuk implementasi nilai-nilai demokrasi
dalam pemilihan umum daerah di
Indonesia. Salah satu bentuk implementasi
tersebut adalah melalui pemilihan
langsung. Melalui pemilihan langsung
rakyat Indonesia secara langsung dapat
memilih pemimpin yang akan mewakil
mereka untuk mengurus daerahnya. Selain
itu, terdapat juga bentuk implementas
melalui pemilihan tidak langsung atau
pemilihan melalui perwakilan. Melalui
bentuk ini, rakyat Indonesia dapat memilih
wakil mereka yang akan mewakili mereka
dalam mengurus daerahnya.
jurnal ini menegaskan bahwa demokrasi
adalah wujud dari nilai-nilai sila keempat
Pancasila dan memiliki peran penting
dalam pemilihan umum daerah di
Indonesia. Proses demokrasi harus
dilakukan dengan baik dan bijaksana untuk
memastikan hasil yang terbaik bagi rakyat
namun, untuk mewujudkan nilai-nilai sila
keempat Pancasila melalui demokrasi, ada
beberapa tantangan yang perlu diatasi.
Beberapa tantangan tersebut Pertama
dalam hal korupsi pemilu yang menjadi
tantangan terbesar adalah penerimaan
dana illegal partai politik dan dana
kampanye pemilu. Tantangan kedua, dalam
hal integritas penyelenggara pemilu
menyoal keterbukaan penyelenggara
Pemilu terhadap data dan proses
pelaksanaan tahapan serta dukungan
partisipasi masyarakat yang menjadi kunci
atas keberhasilan pelaksanaan Pemilu
Tantangan untuk isu konflik dan kekerasan
Keempat, proses Pemilu 2014
menghasilkan media yang terbelah antara
yang pro pemerintah, oposisi dan yang
independen serta partisipasi warga yang
meningkat secara signifikan dalam isu
demokrasi melalui teknologi internet. Untuk
mengatasinya yaitu Sebagai bangsa
demokratis, negara harus mengakomodasi
aspirasi atau suara rakyat (khususnya
kaum minoritas) karena dalam sistem
demokrasi rakyat memegang kekuasaan
penuh atas pemerintahan yang dijamin
secara konstitusional. Oleh karena itu,
sebagai upaya menjalankan demokrasi
yang bebas, adil, dan jujur, penentuan
pemimpin harus dilakukan melalui
pemilihan umum yang melibatkan penuh
aspirasi rakyat, atau kata kuncinya adalah
legitimasi.
Npm : 2211021013
Kelas : PKN EP B
Judul Jurnal: Demokrasi Sebagai Wujud
Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila Dalam
Pemilihan Umum Daerah Di Indonesia
Hasil analisis
Demokrasi di Indonesia merupakan sebuah
wujud dari nilai-nilai Pancasila, khususnya
sila keempat yaitu "Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan". Melalui
pemilihan umum daerah, nilai-nilai
demokrasi dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara dapat diimplementasikan
secara konkret. Terdapat berbagai macam
pentuk implementasi nilai-nilai demokrasi
dalam pemilihan umum daerah di
Indonesia. Salah satu bentuk implementasi
tersebut adalah melalui pemilihan
langsung. Melalui pemilihan langsung
rakyat Indonesia secara langsung dapat
memilih pemimpin yang akan mewakil
mereka untuk mengurus daerahnya. Selain
itu, terdapat juga bentuk implementas
melalui pemilihan tidak langsung atau
pemilihan melalui perwakilan. Melalui
bentuk ini, rakyat Indonesia dapat memilih
wakil mereka yang akan mewakili mereka
dalam mengurus daerahnya.
jurnal ini menegaskan bahwa demokrasi
adalah wujud dari nilai-nilai sila keempat
Pancasila dan memiliki peran penting
dalam pemilihan umum daerah di
Indonesia. Proses demokrasi harus
dilakukan dengan baik dan bijaksana untuk
memastikan hasil yang terbaik bagi rakyat
namun, untuk mewujudkan nilai-nilai sila
keempat Pancasila melalui demokrasi, ada
beberapa tantangan yang perlu diatasi.
Beberapa tantangan tersebut Pertama
dalam hal korupsi pemilu yang menjadi
tantangan terbesar adalah penerimaan
dana illegal partai politik dan dana
kampanye pemilu. Tantangan kedua, dalam
hal integritas penyelenggara pemilu
menyoal keterbukaan penyelenggara
Pemilu terhadap data dan proses
pelaksanaan tahapan serta dukungan
partisipasi masyarakat yang menjadi kunci
atas keberhasilan pelaksanaan Pemilu
Tantangan untuk isu konflik dan kekerasan
Keempat, proses Pemilu 2014
menghasilkan media yang terbelah antara
yang pro pemerintah, oposisi dan yang
independen serta partisipasi warga yang
meningkat secara signifikan dalam isu
demokrasi melalui teknologi internet. Untuk
mengatasinya yaitu Sebagai bangsa
demokratis, negara harus mengakomodasi
aspirasi atau suara rakyat (khususnya
kaum minoritas) karena dalam sistem
demokrasi rakyat memegang kekuasaan
penuh atas pemerintahan yang dijamin
secara konstitusional. Oleh karena itu,
sebagai upaya menjalankan demokrasi
yang bebas, adil, dan jujur, penentuan
pemimpin harus dilakukan melalui
pemilihan umum yang melibatkan penuh
aspirasi rakyat, atau kata kuncinya adalah
legitimasi.