Posts made by Elfina Sarafia Adi

NAMA: Elfina Sarafia Adi
NPM: 2215012049
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKTUR


1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Kesimpulan dari artikel "Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya" adalah konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, disebabkan oleh faktor seperti perbedaan agama, budaya, dan ekonomi. Namun, terdapat upaya-upaya dari pemerintah, masyarakat, dan organisasi untuk menyelesaikan konflik tersebut, seperti dialog antar negara, kebijakan pembangunan ekonomi, dan pendidikan. Penyelesaian konflik memerlukan upaya yang terus-menerus dan kolaboratif dari berbagai pihak, serta adanya pemahaman yang baik antar masyarakat dan negara. Hal positif yang dapat diambil adalah pengetahuan tentang konflik komunal dan cara mengantisipasinya.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Menurut saya, wawasan nusantara sangat penting bagi wilayah dan bangsa Indonesia karena mengandung nilai-nilai persatuan, kebhinekaan, dan ketahanan nasional yang menjadi landasan kebijakan pembangunan dan pengelolaan wilayah Indonesia. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, Indonesia mungkin akan menghadapi masalah perselisihan antara wilayah, kurangnya pemahaman antara etnis dan agama, serta kelemahan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan nasional. Jika tidak ada wawasan nusantara, maka akan terjadi banyak konflik, keegoisan tiap individu dan kelompok, dan hilangnya toleransi dan yang lebih buruk adalah tidak adanya rasa persatuan dan kesatuan.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Penerapan konsepsi wawasan nusantara dalam konteks konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste sangat penting, karena wawasan nusantara dapat membawa bangsa untuk saling bekerjasama, menghormati, dan memperhatikan kepentingan bersama. Pemahaman pada konsepsi wawasan nusantara akan membuat orang-orang terjauh dari sikap egois dan akan selalu menjaga satu sama lain. Penerapannya dapat dilakukan dengan memperkuat kerjasama dan komunikasi antar masyarakat adat, aparat keamanan, dan pemerintah Indonesia dan Timor Leste.
NAMA: Elfina Sarafia Adi
NPM: 2215012049
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKTUR

Bela negara adalah konsep yang dibuat oleh perangkat perundang-undangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, kelompok, atau seluruh komponen dalam negara. Bela negara harus berdasarkan kesediaan warganya yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD. Semakin tinggi kesadaran masyarakat dalam membela negara, maka akan semakin kokoh juga negara tersebut. Oleh karena itu, dalam membela negara terdapat aturan atau dasarnya yang tertuang dalam UUD 1945. Dalam undang-udang RI nomor 3 tahun 2003 tentang pertahanan negara pasal 2, sebutkan bahwa penyelenggaraan bela negara melalui
1. Pendidikan kewarganegaraaan
2. Pelatihan dasar kemilliteran secara wajib
3. Pengabdian sebagai prajurit tentara nasional Indonesia secara suka
rela atau secara wajib
4. Pengabdian sesuai profesi

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, semangat bela negara memainkan peran yang sangat penting. Semangat ini mencerminkan rasa cinta dan pengabdian terhadap bangsa dan tanah air serta mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penanggulangan pandemi. Semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui semangat ini, kita dapat membangun solidaritas yang kuat, saling membantu, dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi. Kepatuhan terhadap kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah juga merupakan bagian dari semangat bela negara di tengah pandemi. Dengan menghormati dan mematuhi kebijakan tersebut, kita menunjukkan tanggung jawab kita terhadap negara dan membantu mengendalikan penyebaran virus. Melalui semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19, kita menunjukkan keberanian, ketahanan, dan semangat juang yang tak kenal lelah dalam menghadapi krisis ini. Semangat ini mengirimkan pesan kuat bahwa kita bersatu dan tidak akan menyerah dalam menghadapi tantangan apapun yang datang.
NAMA: Elfina Sarafia Adi
NPM: 2215012049
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKTUR

KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk melindungi dan mempertahankan keutuhan wilayah, kedaulatan, serta kepentingan nasionalnya dari ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar. Konsep ketahanan nasional mencakup berbagai aspek, termasuk pertahanan militer, keamanan ekonomi, stabilitas politik, keberlanjutan lingkungan, serta kekuatan sosial dan budaya.

Terdapat 4 sumber ancaman, yakni bersifat langsung, luar , dalam, dan tidak langsung.
• Ancaman Langsung: Penjajahan Belanda.
• AncamanLuar: US ingin menjajah Filipina.
• Ancaman Dalam negeri: Gerakan Separatisme.
• Ancaman Tidak langsung: Menguasai segala ekonomi, seperti membeli tanahnya satu persatu, kemudian penduduk asli disingkirkan.

Unsur-unsur dari ancaman:
- ancaman unsur tri gatra yang terdiri dari lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam, serta kemampuan penduduk
- ancaman unsur panca gatra yang terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan

Untuk mewujudkan ketahanan nasional, aspek alamiah (Tri Gatra) dapat ditingkatkan melalui peningkatan potensi laut dan darat, pemanfaatan sumber daya alam dengan kesadaran nasional, dan peningkatan kemampuan penduduk melalui pendidikan agar dapat bersaing di tingkat global. Sedangkan aspek sosial (Panca Gatra) dapat diwujudkan dengan mampu menampung aspirasi melalui rangkaian nilai, menjunjung demokrasi dengan keseimbangan input dan output.
NAMA: Elfina Sarafia Adi
NPM: 2215012049
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKTUR

A. Artikel tersebut memuat tentang penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 yang masih buruk. Terdapat catatan tentang pelanggaran HAM berat di masa lalu, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi berbasis gender, kegagalan dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM, serta pelanggaran HAM yang masih terjadi, terutama di Papua. Terdapat perkembangan baik seperti langkah reformasi, meratifikasi perjanjian HAM internasional, dan upaya memperkuat perlindungan HAM serta supremasi hukum. Gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil tetap menjadi kontrol sosial dalam memperjuangkan kebebasan dan HAM. Namun, masih ada tantangan yang perlu diatasi, termasuk penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, isu Papua, rasisme, kemiskinan, dan ketidaksetaraan akses.

B. Demokrasi di Indonesia mencerminkan nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia dalam beberapa aspek. Salah satu prinsip yang menjadi ciri khas demokrasi Indonesia adalah "Berke-Tuhanan yang Maha Esa," yang menunjukkan hubungan erat antara kehidupan berdemokrasi dengan keberagamaan dan keyakinan masyarakat Indonesia.

C. Praktik demokrasi di Indonesia mengacu pada prinsip-prinsip Pancasila dan UUD 1945, serta upaya untuk menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Namun, penting untuk diingat bahwa implementasi demokrasi tidak selalu sempurna, dan masih terdapat tantangan dan ruang untuk perbaikan. Pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia, terdiri dari lima sila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip-prinsip ini mencerminkan keberagaman, inklusivitas, persatuan, dan keadilan yang menjadi pijakan demokrasi Indonesia.

D. Dalam sistem demokrasi, anggota parlemen bertanggung jawab untuk mewakili kepentingan rakyat dan melaksanakan kebijakan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Jika anggota parlemen menggunakan posisinya untuk memajukan agenda politik mereka sendiri dan melupakan kepentingan nyata masyarakat, hal itu dapat dianggap sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.

E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama memiliki kemampuan untuk mempengaruhi loyalitas dan emosi rakyat dengan sangat kuat. Kekuasaan kharismatik umumnya ditentukan oleh kepribadian yang karismatik, kemampuan berkomunikasi yang efektif, dan hubungan yang erat dengan keyakinan tradisional atau agama masyarakat. Orang-orang dengan kekuasaan semacam ini seringkali dapat memanfaatkan kepercayaan dan harapan rakyat untuk mencapai tujuan politik atau pribadi mereka.
Ketika pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik menindas hak asasi manusia dan menggunakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas atau merugikan, itu bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dewasa saat ini. Pemerintahan yang demokratis seharusnya memastikan bahwa kekuasaan digunakan dengan akuntabilitas, transparansi, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Hak asasi manusia harus dihormati dan dilindungi, dan tidak boleh menjadi tumbal untuk tujuan politik atau kekuasaan yang disalahgunakan.
NAMA: Elfina Sarafia Adi
NPM: 2215012049
KELAS: A
PRODI: S1 ARSITEKTUR

WAWASAN NUSANTARA

Wawasan berasal dari kata "Wawas" (bahasa jawa) yang berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi. Selanjutnya kata "Mawas" yang berarti memandang, meninjau, atau melihat. Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meliputi darat, laut, udara sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.

Wawasan nusantara memiliki peran penting dalam mewujudkan kesamaan persepsi bagi seluruh warga negara Indonesia antar kelompok dan konteks sosiologi politik dan pantangan yang harus dihindari adalah tindakan yang merespon norma moral etis nilai-nilai luhur ​​atau tindakan anarkis yang mengarah pada disintegrasi bangsa Indonesia.

Wawasan Nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman, motivasi, dorongan dan rambu-rambu dalam menentukan semua kebijakan, keputusan, tindakan dan tindakan bagi penyelenggara negara di pusat dan daerah serta bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Wawasan Nusantara bertujuan untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan neget Indonesia yang mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan individu suku bangsa atau daerah sehingga wawasan nusantara memiliki peran penting dalam mewujudkan kesamaan persepsi bagi seluruh warga negara Indonesia.

Konsepsi Wawasan Nusantara mencakup pandangan akan satu kesatuan politik ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan. Sebagaimana dalam rumusan GBHN 1998 "Wawasan Nusantara sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional".

Dengan adanya konsepsi Wawasan Nusantara, wilayah Indonesia menjadi sangat luas dengan beragam isi flora, fauna, serta penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Namun demikian, konsepsi Wawasan Nusantara mengajak warga negara untuk memandang keluasan wilayah dan keragaman yang ada sebagai satu-kesatuan. Jadi, kesatuan sosial budaya akan mewujudkan kehidupan masyarakat dan bangsa yang bersatu padu secara harmonis tanpa membedakan suku, daerah, agama atau kepercayaan serta golongan satu sosial. Terwujudnya Nusantara sebagai salah satu kesatuan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia.