NAMA : MUHAMMAD DARY HAKIIM
NPM : 2215012039
KELAS : A
PRODI : S1 ARSITEKTUR
A. Artikel tersebut menggambarkan kondisi penegakan HAM yang masih buruk di Indonesia pada tahun 2019. Beberapa permasalahan yang diidentifikasi meliputi pelanggaran HAM yang tidak terselesaikan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi gender, kegagalan dalam memberikan keadilan dan ganti rugi bagi pelanggaran HAM di masa lalu, pelanggaran HAM di Papua, dan penghukuman tanpa pengadilan. Walaupun demikian, terdapat beberapa kemajuan positif seperti meratifikasi perjanjian HAM internasional dan upaya reformasi. Gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil juga masih aktif dalam memperjuangkan HAM.
B. Demokrasi di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia, yang menekankan pada keberagaman dan semangat gotong royong. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa tercermin dalam Pancasila, yang menjadi dasar negara. Ini menunjukkan bahwa agama dan spiritualitas memiliki peran penting dalam membimbing tindakan dan kebijakan di dalam konteks demokrasi Indonesia.
Menurut saya, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah salah satu ciri khas dan kekayaan Indonesia. Prinsip ini mengakui pluralitas agama dan keyakinan dan mendorong dialog dan kerjasama antara agama. Namun, penting untuk memastikan bahwa prinsip ini tidak digunakan untuk membenarkan diskriminasi atau pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Perlindungan HAM harus tetap menjadi prioritas utama dalam sistem demokrasi yang berke-Tuhanan yang Maha Esa.
C. Saat ini, praktik demokrasi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mencapai nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, dan perlindungan HAM yang tinggi. Meskipun ada kerangka hukum yang melindungi HAM, pelanggaran HAM masih terjadi, seperti pembatasan kebebasan berekspresi, pelanggaran terhadap hak-hak perempuan, dan perlakuan yang tidak adil terhadap kelompok minoritas. Untuk memastikan praktik demokrasi sesuai dengan nilai-nilai tersebut dan tingginya perlindungan HAM, diperlukan upaya berkelanjutan, seperti penguatan lembaga dan mekanisme penegak hukum yang independen, meningkatkan kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang HAM, serta keterlibatan aktif masyarakat sipil dan LSM dalam mengawasi dan memperjuangkan HAM.
D. Menurut saya, ketika anggota parlemen mengesampingkan kepentingan masyarakat dan memprioritaskan agenda politik mereka sendiri, hal ini merugikan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Sebagai perwakilan suara rakyat, mereka memiliki tanggung jawab untuk mewakili kepentingan rakyat dalam proses pengambilan keputusan. Jika mereka menggunakan kekuasaan dan posisi mereka untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan sistem demokrasi secara keseluruhan.
E. Menggunakan kekuasaan kharismatik untuk mempengaruhi loyalitas dan emosi rakyat tanpa tujuan yang jelas adalah tindakan yang tidak etis dan melanggar prinsip-prinsip demokrasi serta hak asasi manusia. Dalam sistem demokrasi yang matang, penting untuk membangun sistem yang menghormati hak asasi manusia dan menggunakan kekuasaan untuk melayani kepentingan rakyat, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, masyarakat harus memperhatikan dan mengawasi pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan secara tidak bertanggung jawab dan terus memperkuat demokrasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.