Nama : Intrista Sarah Ashiila
Npm : 2255012011
Kelas : A
Prodi : S1 Arsitektur
Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan, kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang.
Ancaman terdiri dari beberapa sumber yang bersifat
- Langsung, cth : penjajahan Belanda untuk mendapatkan SDA
- Luar, cth : penjajahan Amerika Serikat di Filipina
- Dalam, cth : gerakan separatisme
- Tidak langsung, cth : penguasaan melalui bidang ekonomi seperti membeli tanahnya satu persatu, kemudian penduduk asli disingkirkan
Keempat hal di atas merupakan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan bagi integritas (kewibawaan) negara, identitas negara, kelangsungan hidup, dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Maka dari itu, sebagai warga negara Indonesia kita berhak mempertahankan diri dan perlu membangun ketahanan nasional.
Adapun 2 ancaman unsur, yaitu :
1. Ancaman Unsur Tri Gatra :
- Lokasi dan Geografis, cth :Timur Timor yang lepas dari Indonesia, masuknya kapal asing yang masuk ke kawasan Indonesia
- Keadaan dan Kekayaan, cth : kapal asing mengambil ikan di wilayah Indonesia
- Kemampuan penduduk, cth: TKI yang bermasalah di negara tetangga, penduduk asli yang tidak dapat bersaing dengan penduduk asing.
2. Ancaman Unsur Pancagatra:
- Ideologi, cth : ancaman G30S PKI, masuknya ideologi komunisme di Indonesia.
- Politik, cth : orang tidak boleh bersuara, suara harus dari satu sumber.
- Ekonomi, cth : masyarakat perlu diakomodir dalam membuka usaha sedangkan orang luar dipermudah dalam membangun usaha, penduduk asli dipersulit, pembangunan mall di wilayah pasar tradisional.
- Sosial budaya, cth : tradisi-tradisi
- Pertahanan keamanan
Untuk mewujudkan dan mengembangkan kekuatan nasional, harus ada kemampuan dalam menghadapi ancaman yang ada, di antaranya :
1. Perwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra)
- Peningkatan potensi laut dan darat.
- Sumber daya alam, seperti kesadaran pemanfaatan kekayaan nasional.
- Keadaan kemampuan penduduk, agar penduduk berpendidikan dan dapat bersaing dengan dunia luar.
2. Peperwujudan Aspek Sosial (Panca Gatra)
- Ideologi, seperti rangkaian nilai yang mampu menampung aspirasi
- Politik, seperti demokrasi keseimbangan input dan output
- Ekonomi, seperti sarana, modal, tenaga kerja, dan teknologi.
- Sosial Budaya, pendidikan, kepemimpinan, dan tradisi misalnya setiap daerah wajib belajar bahasa daerah untuk mempertahankan tradisi.
- Pertahanan dan Keamanan, seperti partisipasi dan kesadaran masyarakat.