Kiriman dibuat oleh Roby Fahmi

Nama : Roby Fahmi maydani
NPM : 2215012031
Kelas : A
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan.
2. Perkembangan Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Tetapi di masa ini juga Demokrasi Parlementer gagal karena dominannya politik aliran sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik, basis sosial ekonomi yang masih sangat lemah, Persamaan kepentingan antara presiden soekarno dengan kalangan anggota darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan
3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu, yaitu ABRI, SOEKARNI, DAN PKI.
4. Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintah Orde baru.
Demokrasi pancasila (Orba) 3 tahun awal kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat
5. Perkembangan Demokrasi pada masa Reformasi (1998 sampai dengan sekarang)
Demokrasi yang di tetapkan negara kita pada era reformasi ini adalah Demokrasi Pacasila, Tentu saja dengan karakteristikyang berada dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959.
Nama : Roby Fahmi Maydani
NPM : 2215012031
Kelas : A
Sistem Demokrasi berisik dan gaduh ini menjadikan sistem yang dipilih banyak negara alasan utamanya, negara yang demokrasinya baik lebih mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang Demokrasi juga dipandang sebagai alat yang paling efektif, menunjukan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi public.
Dari segi penegakan HAM misalnya negara yang menganut Demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga di negara penganut Demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.

ALEX TAN : kalau kita membandingkan negara Demokrasi yengan negara non demokrasi secara umum, negara Demokrasi lebih kaya mereka punya tingkat perkembanyan manusia yang lebih tinggi, Demokrasi punya angka korupsi yang lebih rendah, warga negara d mokrasi lebih bahagia dan sehat, dan warga negara Demokrasi lebih banyak jaminan atas Hak Asasi Manusia.

Sejak akhir 1980-an negara yang menganut Demokrasi meningkat pesat sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan.
Namun bukan berarti sistem Demokrasi merupakan sistem yang sempurna, para kritikus Demokrasi kerap mempertanyakan soal, apakah memberi hak pilihan kepada warga atas persoalan yang mereka tidak kuasai adalah hak yang tepat?
Pada 2019, skor rata rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44. Itu menjadi skor yang terburuk sejak 2006