Kiriman dibuat oleh Herti Meylia Sari

Mohon maaf ibu izin mengirimkan ppt dan makalah kelompok 6 berikut ini.
1. Leni Maulina 2213022022
2. Herti Meylia Sari 2213022031
3. Meylinda Eka Putri 2213022001
4. Dwi Saftiana 2213022026

Berikut link video presentasi:
https://youtu.be/SlTD4T7oW3w?si=5U7ipLfCrWtZSDcv

Nama : Herti Meylia Sari
NPM : 2213022031

Pernyataan tersebut benar. Penilaian dan evaluasi yang baik dalam pembelajaran fisika sangat penting untuk memastikan bahwa siswa benar-benar memahami konsep-konsep penting dan dapat mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Penilaian yang baik akan memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran dan sejauh mana mereka dapat mengaplikasikan konsep-konsep fisika dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Penilaian yang baik juga dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam memahami konsep-konsep fisika, guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka. Selain itu, evaluasi yang baik juga dapat memberikan umpan balik yang berguna bagi siswa untuk melihat kemajuan mereka dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Dalam konteks pembelajaran fisika, penilaian dan evaluasi yang baik juga dapat mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Siswa perlu mampu menganalisis masalah fisika, mengidentifikasi informasi yang relevan, dan menggunakan konsep-konsep fisika untuk mencari solusi yang tepat. Penilaian yang baik akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatih keterampilan ini dan memperkuat pemahaman mereka tentang konsep-konsep fisika.

Secara keseluruhan, penilaian dan evaluasi yang baik dalam pembelajaran fisika sangat penting untuk memastikan bahwa siswa benar-benar memahami konsep-konsep penting dan dapat mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Hal ini akan membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang fisika dan keterampilan berpikir kritis yang diperlukan dalam memecahkan masalah fisika.
Nama : Herti Meylia Sari
NPM : 2213022031

Pernyataan tersebut benar. Instrumen tes dan non-tes memiliki peran yang penting dalam pembelajaran fisika karena keduanya memberikan wawasan yang berbeda dan saling melengkapi dalam mengevaluasi pemahaman siswa, mengukur kemajuan mereka, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tes merupakan instrumen yang umum digunakan dalam mengevaluasi pemahaman siswa dalam fisika. Tes dapat mencakup pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda, isian singkat, atau soal-soal yang memerlukan pemecahan masalah. Tes dapat membantu guru untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Tes juga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pemahaman siswa terhadap konsep-konsep fisika dan kemampuan mereka dalam menerapkan konsep-konsep tersebut.

Namun, instrumen tes tidak selalu mampu mengevaluasi secara menyeluruh pemahaman siswa. Instrumen non-tes seperti proyek, presentasi, atau diskusi kelompok dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pemahaman siswa. Instrumen non-tes dapat memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan konsep-konsep fisika dalam situasi nyata dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, instrumen non-tes juga dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkolaborasi dengan teman sekelas, meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, dan mengembangkan sikap positif terhadap pembelajaran fisika.

Dengan menggunakan kedua jenis instrumen ini, guru dapat mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang pemahaman siswa, kemajuan mereka, dan area yang perlu diperbaiki. Kombinasi antara instrumen tes dan non-tes juga dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Secara keseluruhan, instrumen tes dan non-tes memiliki peran yang penting dalam pembelajaran fisika. Keduanya saling melengkapi dalam mengevaluasi pemahaman siswa, mengukur kemajuan mereka, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menggunakan kedua jenis instrumen ini, guru dapat memperoleh wawasan yang lebih lengkap tentang pemahaman siswa dan dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif.
Nama : Herti Meylia Sari
NPM : 2213022031

Pernyataan tersebut menjelaskan tingkat kompleksitas dari ketiga proses yang terlibat dalam penilaian, evaluasi, dan asesmen. Penilaian memiliki tingkat kompleksitas yang lebih rendah karena hanya melibatkan pengumpulan data untuk menilai kemampuan individu. Evaluasi memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi karena melibatkan analisis data untuk membuat keputusan terkait perbaikan atau perubahan. Sedangkan asesmen memiliki tingkat kompleksitas tertinggi karena melibatkan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data dari berbagai sumber untuk membuat keputusan yang lebih kompleks.

Dalam konteks pembelajaran fisika, penilaian dan evaluasi yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa siswa memahami konsep-konsep fisika dan dapat mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Hal ini membutuhkan proses asesmen yang melibatkan pengumpulan data yang mendalam dan analisis yang komprehensif untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan potensi siswa dalam memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep fisika. Dengan demikian, menentukan ruang lingkup dan objek penilaian yang sesuai adalah langkah penting dalam proses pembelajaran fisika.
Nama : Herti Meylia Sari
NPM : 2213022031

Dari ketiga point di atas, tingkat kompleksitas dapat dilihat dari sejauh mana proses tersebut melibatkan pengumpulan dan analisis data serta keputusan yang dibuat.

1. Penilaian (Assessment):
Tingkat kompleksitas penilaian cenderung lebih rendah dibandingkan dengan evaluasi dan asesmen. Proses penilaian hanya melibatkan pengumpulan data atau informasi untuk menilai kemampuan atau kinerja individu dalam suatu aktivitas atau subjek tertentu. Penilaian umumnya dilakukan secara teratur selama proses pembelajaran atau sebagai pengukuran akhir dalam suatu waktu tertentu. Meskipun penilaian ini penting dalam memberikan umpan balik kepada individu, prosesnya relatif sederhana dan tidak melibatkan analisis data yang mendalam.

2. Evaluasi (Evaluation):
Tingkat kompleksitas evaluasi cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan penilaian. Evaluasi melibatkan analisis data atau informasi yang telah dikumpulkan melalui penilaian untuk membuat keputusan atau memberikan umpan balik terkait dengan perbaikan atau perubahan. Evaluasi biasanya dilakukan setelah penilaian dan dapat berulang seiring berjalannya waktu untuk mengukur perubahan atau perbaikan. Proses evaluasi melibatkan analisis data yang lebih mendalam dan pengambilan keputusan yang lebih kompleks.

3. Asesmen (Assessment):
Tingkat kompleksitas asesmen adalah yang tertinggi di antara ketiga proses ini. Asesmen melibatkan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data dari berbagai sumber dan metode penilaian untuk membuat keputusan yang lebih kompleks. Asesmen dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang dan mencakup berbagai aspek seperti penilaian dan evaluasi. Proses asesmen memerlukan analisis data yang mendalam, pemahaman konteks yang luas, dan pengambilan keputusan yang kompleks untuk mengidentifikasi masalah atau potensi yang lebih komprehensif.