Kiriman dibuat oleh Indah Indah Sukma Melati

Nama: Indah Sukma Melati
NPM: 2213022047

izin menjawab bapak
Ketika benda bergerak sangat cepat mendekati kecepatan cahaya, panjangnya akan tampak lebih pendek bagi pengamat yang diam. Hal ini terjadi karena ruang dan waktu saling memengaruhi dalam gerak berkecepatan tinggi. Waktu pada benda yang bergerak juga terlihat berjalan lebih lambat dibandingkan pengamat diam. Jadi, semakin cepat benda bergerak, semakin jelas perubahan panjang dan waktu yang dialaminya. Fenomena ini dikenal sebagai kontraksi panjang dan dilatasi waktu menurut teori relativitas Einstein.
Nama: Indah Sukma Melati
Npm: 2213022047

izin menjawab bapak
Perbedaan mendasar antara relativitas klasik Galileo dan relativitas Einstein terletak pada cara keduanya memandang realitas ruang, waktu, dan gerak. Teori Galileo hanya berlaku untuk kecepatan rendah dan menganggap waktu serta ruang bersifat mutlak, sedangkan Einstein membuktikan bahwa keduanya saling terkait dan dapat berubah tergantung pada kecepatan serta gravitasi. Relativitas Einstein tidak sekadar memperbaiki teori klasik, tetapi merevolusi cara manusia memahami alam semesta dari dunia mekanik yang kaku menjadi alam semesta yang dinamis, di mana ruang dan waktu bisa melengkung, dan energi sebanding dengan massa (E = mc²).
Nama: Indah Sukma Melati
Npm : 2213022047

izin menjawab bapak
Teori relativitas klasik (Galileo) gagal karena:
1. Tidak mampu menjelaskan konstannya kecepatan cahaya.
2. Menganggap waktu dan ruang bersifat mutlak.
3. Tidak berlaku untuk kecepatan tinggi.
3. Tidak konsisten dengan teori elektromagnetik.

Einstein memperbaiki semua kelemahan itu lewat teori relativitas khususs dan umum, yang menyesuaikan hukum fisika agar berlaku untuk semua pengamat, bahkan yang bergerak mendekati kecepatan cahaya.