གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Indah Indah Dwi Jayanti

B&P_B_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI

Indah Indah Dwi Jayanti གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh , izin memperkenalkan diri

Nama : Indah Dwi Jayanti
Npm : 2213022049
No urut : 11

Izin bertanya , apa saja langkah - langkah model pembelajaran kooperatif ?

Terima Kasih, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

B&P_B_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI

Indah Indah Dwi Jayanti གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh , izin memperkenalkan diri

Nama : Indah Dwi Jayanti
Npm : 2213022049
No urut : 11

Izin menjawab , Kelebihan model pembelajaran POE
a) Merangsang peserta didik untuk lebih kreatif khususnya dalam
mengajukan prediksi, dari prediksi yang dibuat siswa guru
menjadi tahu konsep awal yang dimilki siswa.
b) Membangkitkan rasa ingin tahu siswa untuk melakukan
penyelidikan, membuktikan hasil prediksinya.
c) Dapat mengurangi verbalisme dengan melakukan eksperimen .
d) Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, sebab peserta
didik tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati
peristiwa yang terjadi.
e) Dengan cara mengamati secara langsung peserta didik akan
memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori
(dugaan) dengan kenyataan. Dengan demikian, peserta didik
akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Terimakasih , wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

B&P_B_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI

Indah Indah Dwi Jayanti གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh , izin memperkenalkan diri

Nama : Indah Dwi Jayanti
Npm : 2213022049
No urut : 11

Izin menjawab , Model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) adalah metode pembelajaran ilmiah yang digunakan untuk membantu siswa memahami konsep-konsep ilmiah melalui observasi dan eksperimen. Berikut adalah beberapa karakteristik model pembelajaran POE:

1. Berpusat pada siswa: Model pembelajaran POE fokus pada aktivitas siswa, di mana siswa memprediksi hasil dari sebuah eksperimen, mengamati hasilnya, dan kemudian menjelaskan temuan mereka. Ini memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman mereka sendiri tentang konsep-konsep ilmiah melalui proses yang terstruktur.

2. Mendorong pemikiran kritis: Melalui model pembelajaran POE, siswa dituntut untuk memikirkan hasil eksperimen dan menjelaskan fenomena yang diamati. Proses ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membuat asumsi yang tepat berdasarkan observasi.

3. Menghubungkan teori dan praktik: Model pembelajaran POE membantu siswa menghubungkan teori dengan praktik melalui eksperimen dan observasi yang mereka lakukan. Siswa memiliki kesempatan untuk melihat bagaimana konsep-konsep ilmiah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Berorientasi pada hasil: Model pembelajaran POE menghasilkan hasil yang dapat diukur, di mana siswa dapat melihat kemajuan mereka dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep ilmiah.

5. Inklusif: Model pembelajaran POE dapat diadaptasi untuk berbagai tingkat kesulitan dan berbagai gaya belajar siswa. Hal ini memungkinkan siswa dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda untuk belajar dan berkembang dengan cara yang sesuai dengan mereka.

B&P_B_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI

Indah Indah Dwi Jayanti གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh , izin memperkenalkan diri

Nama : Indah Dwi Jayanti
Npm : 2213022049
No urut : Ganjil

Hal hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih model pembelajaran?

Terimakasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

B&P_B_PFis -> FORUM DISKUSI -> RUANG DISKUSI -> Re: RUANG DISKUSI

Indah Indah Dwi Jayanti གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ,

nama : Indah Dwi Jayanti
Npm : 2213022049

Izin menjawab pertanyaan rain Rizky , Seperti yang telah diketahui CLIS
(Children Learning In Science)
merupakan model pembelajaran yang berusaha mengembangkan ide atau gagasan siswa tentang suatumasalah tertentu dalam pembelajaran serta merekonstruksi ide atau gagasan berdasarkanhasil pengamatan atau percobaan.Para ilmuan pada umumnya berpandangan bahwa sains sebagai suatu bentuk metoda yang berpusat kepada pembuktian suatu hipotesa. Sebagian besar para filosof menyatakan bahwasannya sains dipandang sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran dari apa yangdiketahui. Dari pandangan ini dapat dinyatakan bahwa sains adalah suatu bentuk cara berfikir untuk memahami gejala alam, sebagai suatu cara penyelidikan tentang kejadianalam, dan sebagai batang tubuh keilmuan yang diperoleh dari suatu penyelidikan(Supriyadi, 2003).Selanjutnya, Rohadi (2001) menyimpulkan bahwa: 1) IPA dapat dipandang sebagai suatu proses dari upaya manusia untuk memahami berbagai gejala alam, 2) IPA dapat dipandangsebagai suatu produk dari upaya manusia untuk memahami berbagai gejala alam. Produkini berupa prinsip-prinsip, teori-teori, hukum-hukum, konsep-konsep maupun fakta-faktayang kesemuanya itu ditujukan untuk menjelaskan tentang berbagai gejala alam, 3) IPAdapat dipandang sebagai faktor yang dapat mengubah sikap dan pandangan manusiaterhadap alam semesta, dari sudut pandang mitologis menjadi sudut pandang ilmiah.Jadi, sesuai dengan namanya
Children Learning In Science
atau cara anak belajar sains,model pembelajaran CLIS dapat dinyatakan bahwa sains adalah suatu bentuk cara berfikiruntuk memahami gejala alam, sebagai suatu cara penyelidikan tentang kejadian alam, dansebagai batang tubuh keilmuan yang diperoleh dari suatu penyelidikan.CLIS sangat tepat diterapkan pada pembelajaran sains/IPA. Hal ini karena dalam pelajaranIPA selalu ada konsep ilmiah yang dapat dibuktikan oleh siswa dengan bimbingan gurumelalui kegiatan ilmiah (pengamatan dan percobaan). Namun, tidak menutup