Posts made by Dentry Dentry ero situmeang

Reg M -> FORUM ANALISIS KASUS 1

by Dentry Dentry ero situmeang -
Nama:Dentry Ero Situmeang
Npm:2256021007
Kelas:M
1.Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
A.ini adalah masalah yang serius jika dibiarkan terus.sebagai warga negara indonesia,jika saya berada disaat peristiwa perebutan wilayah zona netral antar warga negara Timor Leste tersebut saya hanya akan membiarkannya saja karna bukan urusan saya sebagai warga negara menyelesaikan masalah wilayah tersebut,melainkan urusan pemerintah pusat kedua belah pihak yang harus menyelesaikannya,pemerintah seharusnya bersikap cepat tanggap akan masalah ini agar tidak terjadinya korban terluka akibat konflik komunal seperti ini lagi dimasa yang akan datang.

B.dari artikel saya tahu bahwa penting delimitasi suatu negara agar tidak terjadinya konflik komunal yang akan terus berlanjut jika tidak segera dilakukannya delimitasi terhadap wilayah negara itu sendiri dan akibat dari konflik itu dapat melukai satu sama lain antar warga negara kedua belah pihak tersebut.

2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

A.pastinya kita akan mengalami perpecahan antar warga,yang dimana indonesia memiliki banyak sekali suku dan budaya dan akan sulit untuk menyatukan tanpa wawasan nusantara itu sendiri,bisa terjadi karna adanya faktor internal dan eksternal yang membuat kita terpecah.penting untuk mengetahui wawasan nusantara itu sendiri yang dimana prinsip/konsep dari wawasan ini adalah persatuan,menyatukan seluruh bangsa indonesia ini menjadi satu kesatuan yang negara Republik Indonesia.

3.Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

ada beberapa konsep yang dapat meminimalkan konflik komunal tersebut:
A. Kerjasama bilateral: Wawasan Nusantara mendorong kerjasama yang erat antara Indonesia dan Timor Leste dalam mengelola perbatasan bersama. Kerjasama ini mencakup pertukaran informasi, patroli bersama, dan penyelesaian sengketa perbatasan secara damai melalui diplomasi.

B.Pengembangan ekonomi perbatasan: Konsep Wawasan Nusantara menekankan pentingnya pengembangan ekonomi di daerah perbatasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi potensi konflik. Hal ini dapat dicapai melalui investasi dalam infrastruktur, pendidikan, dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

C.Pendidikan dan sosialisasi: Wawasan Nusantara juga menekankan pentingnya pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan bagi masyarakat di daerah perbatasan. Hal ini dapat membantu mencegah konflik komunal dengan mempromosikan rasa persatuan dan saling pengertian antara masyarakat di kedua sisi perbatasan.

D.Penegakan hukum dan keamanan: Wawasan Nusantara mengakui pentingnya penegakan hukum dan keamanan di daerah perbatasan untuk mencegah konflik komunal. Hal ini mencakup peningkatan koordinasi antara aparat keamanan Indonesia dan Timor Leste, serta penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap pelanggaran yang dapat memicu konflik.

E.Diplomasi budaya dan people-to-people contact: Wawasan Nusantara mendorong diplomasi budaya dan kontak antar masyarakat di kedua sisi perbatasan. Hal ini dapat menciptakan rasa saling pengertian dan mengurangi ketegangan yang dapat menyebabkan konflik komunal.

Reg M -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Dentry Dentry ero situmeang -
Nama:Dentry Ero SITUMEANG
Npm:2256021007
Kelas: M

Artikel tersebut membahas tentang dinamika sosial dan politik yang terjadi di Indonesia menjelang Pemilu Serentak pada tahun 2019. Penulis menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi dinamika tersebut, di antaranya adalah adanya polarisasi politik, kinerja pemerintah yang dipersepsikan buruk, dan maraknya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

Penulis juga membahas tentang dampak dari dinamika sosial politik tersebut terhadap Pemilu Serentak 2019 dan mencoba memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Artikel ini dapat menjadi referensi yang berguna bagi mereka yang tertarik dengan politik Indonesia dan ingin memahami dinamika sosial politik yang terjadi menjelang Pemilu Serentak 2019.

Reg M -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Dentry Dentry ero situmeang -
NAMA:Dentry Ero Situmeang
NPM:2256021007
KELAS:M

Mengenai sistem pemerintahan Demokrasi,pertama apa itu sistem Demokrasi? Sistem Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana kekuasaan berada pada rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi melalui pemilihan umum yang bebas dan adil. Dalam sistem ini, warga negara memiliki hak untuk memilih wakil mereka yang akan mewakili mereka di parlemen atau badan legislatif lainnya. Para wakil ini kemudian akan menetapkan undang-undang dan kebijakan atas nama rakyat.kedua mengapa banyak negara menganutnya? Karna jika sistem Demokrasinya berjalan dengan baik akan menghasilkan sebuah keamanan dan kemakmuran yang jangka panjang,dan Demokrasi juga dianggap sistem yang lebih efektif untuk mewujudkan kesetaraan,mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik.contohnya sistemnya seperti penegakan HAM,Negara yang menganut sistem Demokrasi memiliki skor yang tinggi dan juga angka harapan hidup warganya juga tinggi.Alex tan berpendapat bahwa negara yang menganut sistem Demokrasi lebih kaya serta perkembangan manusia yang tinggi,dan angka korupsi yang rendah,warganya juga bahagia dan sehat dan terakhir warganya mendapat jaminan atas hak manusia.para kritikus juga bertanya apakah dengan memberikan hak pilih kepada warganya adalah hal yang tepat?,karna atas persoalan yang tidak mereka mengerti.pertanyaan ini sejalan dengan demokrasi yang menghasilkan pemimpin-pemimpin yang anti-sains serta para politikus yang menolak untuk dikritik dan menolak kebebasan berpendapat.beberapa analisis mengatakan bahwa sistem Demokrasi berada difase yang sangat kurang baik atau kritis,pada tahun 2019 skor rata-rata indeks Demokrasi di 165 negara turun 5,48 menjadi 5,44,ini menjadi skor terburuk sejak dari tahun 2006.alasan mengapa turunnya angka itu karna turunnya jumlah keanggotaan partai politik sehingga ragulasi pemerintah dianggap tidak transparan.

Reg M -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Dentry Dentry ero situmeang -
Nama:Dentry ero situmeang
Npm:2256021007
Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji,dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.pentingnya mengenali identitas diri dalam sebuah suku bangsa yang berada di Indonesia,yang dimana hal ini menjadi budaya(cultur) atau keberagaman yang dimiliki negara Indonesia.Melalatoa (1997) mencatat tidak kurang dari 520 suku bangsa di Indonesia dengan berbagai kebudayaannya.Kebudayaan Indonesia sendiri berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman.motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai untuk memahami isi (nilai) dari kebudayaan itu sendiri.karna banyaknya kebudayaan itu terciptalah sebuah ideologi multikulturalisme.
Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibagunnya ruangruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi (Sparingga, 2003).
Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep kearifan lokal (local genius) yang dikemukakan oleh Quaritch Wales (dalam Astra,2004:112) adalah “the sum of cultural characteristic which the vast majority of people have in common as a result of their experiences in early life” (keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai hasil pengalaman mereka di masa lampau). Dalam pandangan Mundardjito (1986:41) bahwa kearifan lokal terbina secara kumulatif, terbentuk secara evolusioner bersifat tidak abadi, dapat menyusut, dan tidak selamanya tampak jelas secara lahiriah.Sementara Poespowardojo (dalam Astra,2004:114) secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah: 1)mampu bertahan terhadap budaya luar; 2)memiliki kemampuan mengakomodasi unsurunsur budaya luar; 3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli; 4)mampu mengendalikan; dan 5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya. Atas dasar itu kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi,nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang
melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya
hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya
tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.
Para ahli meramalkan bahwa dalam era global isuisu kebudayaan, agama, etnik, gender, dan cara hidup akan lebih penting daripada isu tentang konflik ekonomi yang terjadi pada masa industri (Toffler and Toffler, 1996).Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan,tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik
sosial di berbagai wilayah di Indonesia,cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan.dan ada lima sumber konflik yang terjadi antara suku-suku bangsa dan golongan yaitu:1) Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua
suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama; 2) Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba
memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain; 3)
Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama; 4) Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis; 5) Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
Kesimpulan
Kita harus cintai budaya kita sendiri dan melestarikan budaya tersebut agar tidak tenggelam dalam modernisasi.kita harus menjaga sikap solidaritas dan rasa toleransi yang ini menjadi ciri khas dari negara Indonesia dan agar tidak terjadinya konflk yang diakibatkan perbedaan etnis atau suku.kita sendiri juga harus membatasi budaya asing yang masuk dan tidak mengikuti hal tersebut yang dimana bisa merusak moral bangsa.