Posts made by Karina salsabila putri alawi

Reg M -> FORUM ANALISIS KASUS 1

by Karina salsabila putri alawi -
Nama: Karina Salsabila Putri Alawi
NPM: 2256021022
Kelas: Reg M


1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
tanggapan saya mengenai konflik yang terjadi di atas,karna belum di selesaikan secara penuh perihal pembatasan wilayah dan oleh karna itu masyarakat dari kedua belah pihak baik dari warga negara indonesia dan warga timor timur masih menggunakan cara mempersengketakan sebuah wilayah. Hal positif yang bisa diambil dari artikel di atas yaitu, dengan terpecahnya antara Timor Leste dengan Indonesia menjadi sebuah terobosan baru untuk menghindari konflik yang sering terjadi

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
menurut pendapat saya jika bangsa indonesia tidak memiliki wawasan nusantara,salah satunya adalah tidak memahami bahwa kita memiliki perbedaan setiap wilayah,perbedaan bahasa,perbedaan agama,perbedaan keunikkan suku bangsa,keunikkan budaya,maka pasti akan terjadi saling merendahkan setiap orang yang kita jumpai dan konflik pasti terjadi

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Konsepsi dalam wawasan nusantara agar mencegah terjadinya konflik adalah, memperkuat persatuan dan kesatuan, memperkuatan pertahanan nasional dan perbatasan keamanan, Menghormati kedaulatan negara lain hal ini berarti menghargai batas-batas wilayah dan menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan atau konflik.

Reg M -> FORUM JAWABAN POST TEST

by Karina salsabila putri alawi -
Nama: Karina Salsabila Putri Alawi
NPM:2256021022
Kelas: reg m

Pemilihan umum serentak pemilu serentak yang diselenggarakan tahun 2019 di Indonesia merupakan pemilu pertama di mana pemilihan presiden dan wakil presiden pilpres dilaksanakan bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif pileg. Oleh karena itu, menarik untuk melihat dinamika sosial politik yang terjadi pra-pemilu 2019. Jurnal Penelitian Politik nomor ini menyajikan 6 artikel yang membahas topik-topik yang terkait dengan isu elektoral. Artikel pertama yang ditulis oleh Efriza, Penguatan Sistem Presidensial dalam Pemilu Serentak 2019, mencoba menjelaskan mengenai dinamika koalisi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan sekaligus menjelaskan upaya koalisi dalam pemilu serentak 2019. Tulisan ini juga membahas mengenai penerapan sistem presidensial yang dapat dikatakan ada kelemahan karena diterapkannya sistem multipartai. Disamping itu, tulisan ini mengkritisi ketiadaan perubahan besar dari diterapkannya sistem pemilihan umum serentak 2019, yang disebabkan oleh masih diterapkannya presidential threshold dan masih lemahnya pelembagaan partai politik itu sendiri, sehingga pola koalisi yang dibangun oleh kedua pasangan calon presiden tetap bersifat pragmatis semata.


Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya pemilu, partai politik, civil society, media massa belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Pemilu juga mensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada. Konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika parpol melalui para elitenya dan stakeholders terkait pemilu menunjukkan perilaku yang tidak mendorong proses demokrasi. Mereka cenderung constraining dan tidak concern dengan nilai-nilai demokrasi substansial, khususnya yang terkait dengan partisipasi genuine masyarakat, kualitias kompetisi, political equality, dan peningkatan political responsiveness. Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi, tapi juga stabilitas nasional. Apalagi ketika pemilu berlangsung di tengah keterbelahan sosial, menyeruaknya berita-berita sensasional di medsos, ujaran kebencian dan maraknya berita-berita hoax membuat hasil pemilu rentan dengan sengketa dan konflik.

Reg M -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Karina salsabila putri alawi -
Nama: Karina Salsabila Putri Alawi
NPM: 2256021022
Kelas: reg m

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

menurut analisi saya kenapa sistem demokrasi menjadi pilihan banyak negara karena negara yanga sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmukran jangka panjang, Walaupun terkadang demokrasi dianggap berisik dan gaduh. demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan,mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik.
Namun, demokrasi bukanlah sistem pemerintahan yang sempurna, dan tetap memiliki kelemahan dan tantangan. Perbedaan pendapat yang mencolok, politik uang, dan polarisasi politik adalah beberapa masalah yang sering muncul dalam sistem demokrasi. Namun, dengan menjaga prinsip-prinsip dasar demokrasi dan mengembangkan mekanisme untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan mempromosikan dialog, sistem demokrasi dapat terus berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.