Posts made by Septi Indah Sari

Kelompok 7
Aqilah Ulfadiah
Septi Indah Sari
Nabila Azzahra
Hanifah Hasnah
Lutfi Nur Khoirunnissa
Putri Andini

Jawaban pertanyaan dari Kelompok 3

1.Menjelaskan bagaimana keuntungan atau kelebihan dalam penggunaan pengendalian hayati dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia sintetis?
Jawab :
Pengendalian hayati memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia sintetis. Pertama, pengendalian hayati lebih ramah lingkungan karena menggunakan agen pengendali alami seperti predator, parasitoid, atau patogen, yang tidak meninggalkan residu berbahaya di lingkungan. Kedua, penggunaan pengendalian hayati dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi hama tanpa merusak organisme lain yang ada di lingkungan. Selain itu, penggunaan pengendalian hayati juga dapat mengurangi resistensi hama terhadap pestisida kimia sintetis.


2.Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pengendalian hayati

Jawab :
faktor yang mempengaruhi efektivitas pengendalian hayati
✓Spesies Hama dan Agen Pengendali
Kesesuaian antara spesies hama yang ingin dikendalikan dan agen pengendali yang digunakan sangat penting. Agen pengendali harus efektif dalam mengendalikan populasi hama tanpa membahayakan organisme lain di lingkungan.
✓Lingkungan
Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan jenis tanaman yang ditanam dapat mempengaruhi efektivitas pengendalian hayati. Beberapa agen pengendali mungkin lebih aktif atau efektif dalam kondisi lingkungan tertentu.
✓Distribusi dan Penyebaran
Penting untuk memastikan bahwa agen pengendali didistribusikan dan disebar dengan cara yang efektif di area yang ingin dikendalikan. Penyebaran yang tidak merata dapat mengurangi efektivitasnya.
✓Pola Perilaku Hama
Memahami pola perilaku hama seperti siklus hidup, mobilitas, dan preferensi makanan dapat membantu dalam menentukan strategi pengendalian hayati yang efektif.
✓Interaksi dengan Faktor Lain
Interaksi antara agen pengendali hayati dengan faktor lain seperti penggunaan pestisida kimia, jenis tanaman lain di sekitarnya, dan keberadaan predator dan parasit alami dapat mempengaruhi efektivitasnya.
✓Keberlanjutan
Faktor keberlanjutan seperti biaya, ketersediaan agen pengendali, dan dukungan dari petani atau masyarakat juga memainkan peran penting dalam efektivitas pengendalian hayati.

3.Bagaimana cara memilih agen pengendalian hayati yang tepat untuk mengendalikan patogen tanaman tertentu, dan apa dampak agen pengendalian hayati bagi lingkungan?

Jawab :
Memilih agen pengendalian hayati yang tepat yaitu dengan
-Identifikasi Patogen Identifikasi jenis patogen tanaman yang ingin dikendalikan sangat penting. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang sifat dan siklus hidup patogen tersebut.
-Penelitian Agen Pengendali
Teliti agen pengendali hayati yang tersedia untuk melawan patogen yang spesifik. Ini bisa berupa predator, parasitoid, atau patogen lain yang bisa memengaruhi patogen tanaman tersebut.
-Kesesuaian Lingkungan
Pertimbangkan kondisi lingkungan di mana agen pengendali akan diperkenalkan. Beberapa agen pengendali lebih efektif dalam kondisi tertentu, seperti suhu, kelembaban, dan jenis tanah.
-Pengujian Kelayakan
Sebelum menerapkan agen pengendali secara luas, lakukan pengujian kelayakan untuk memastikan bahwa agen pengendali tersebut efektif dalam mengendalikan patogen tanaman tanpa membahayakan organisme lain atau lingkungan.
-Pemantauan dan Evaluasi
Setelah penerapan agen pengendali, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitasnya. Ini memungkinkan penyesuaian strategi jika diperlukan.

Dampak agen pengendalian hayati memiliki dampak lingkungan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pestisida kimia sintetis, tetapi beberapa potensi dampak negatif masih perlu dipertimbangkan. Contohnya adalah:
Gangguan terhadap organisme non-target: Beberapa agen pengendali hayati dapat memengaruhi organisme lain selain targetnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, penggunaan predator atau parasitoid tertentu mungkin secara tidak sengaja memengaruhi populasi spesies lain yang tidak diinginkan.


4.memuat 4 jenis agensia hayati dalam pengendalian hayati dan menjelaskan secara singkat

Jawab :
4 jenis agen pengendalian hayati
1) Predator
Predator adalah organisme yang memangsa hama atau organisme target lainnya. Mereka memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi hama dengan memakan atau memburu mereka. Contohnya adalah kumbang ladybug yang memakan kutu daun.

2)Parasitoid
Parasitoid adalah organisme yang menggunakan hama sebagai inang untuk bertelur dan berkembang biak. Larva parasitoid mengonsumsi inangnya secara bertahap, akhirnya menyebabkan kematian inang. Contohnya adalah wasp parasitoid yang menyerang ulat.

3)Patogen
Patogen adalah organisme mikroba seperti bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan penyakit pada hama tanaman atau serangga lainnya. Mereka dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati dengan menginfeksi dan membunuh populasi hama tanaman. Contohnya adalah Bacillus thuringiensis (Bt), yang digunakan untuk mengendalikan ulat pada tanaman jagung

4) Herbivor
Beberapa spesies hewan, seperti kumbang atau belalang, dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati untuk mengendalikan pertumbuhan tumbuhan invasif atau gulma. Mereka memakan tanaman invasif secara langsung, membantu mengontrol populasi dan penyebarannya.

5.Apa yang menjadi persyaratan utama untuk keberhasilan pengendalian hayati?

Jawab :
Persyaratan utama untuk keberhasilan pengendalian hayati meliputi:

✓Kesesuaian Spesies
Agen pengendali harus cocok dengan spesies hama yang ingin dikendalikan.
✓Keseimbangan Ekosistem
Memastikan pengenalan agen pengendali tidak mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.
✓Pemantauan dan Evaluasi
Melakukan pemantauan terus-menerus untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian hayati.
✓Pendukung dari Masyarakat
Dukungan dan partisipasi dari petani dan masyarakat setempat.
✓Ketersediaan Agen Pengendali
Pastikan ketersediaan agen pengendali dalam jumlah yang cukup dan berkualitas.
✓Regulasi dan Pengaturan
Regulasi yang tepat untuk mengatur penggunaan agen pengendali hayati dan mencegah potensi dampak negatif.

6.Bagaimana cara organisme menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain dalam keberhasilan agen pengendalian hayati?

Jawab :
Organisme dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain melalui beberapa mekanisme, seperti:

-Konsumsi atau Penyerapan Nutrien
Organisme dapat bersaing dengan mikroorganisme lain untuk sumber daya nutrisi, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Contohnya, bakteri yang memproduksi antibiotik dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain dengan menghambat sintesis dinding selnya.

-Produksi Senyawa Antibakteri
Beberapa organisme menghasilkan senyawa-senyawa kimia seperti antibiotik yang memiliki efek antibakteri, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya. Contohnya, bakteri Streptomyces yang menghasilkan antibiotik streptomisin untuk melawan mikroorganisme patogen lain.

-Kompetisi Ruang Hidup Organisme dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain dengan mengisi atau mengambil ruang hidup yang dibutuhkan oleh mikroorganisme tersebut. Contohnya, jamur endofitik yang hidup di dalam jaringan tanaman dapat menghambat pertumbuhan jamur patogen dengan mengisi ruang di dalam jaringan tanaman.

-Pertukaran Sinyal Kimia Beberapa organisme dapat berkomunikasi melalui pertukaran sinyal kimia untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Contohnya, bakteri yang menghasilkan senyawa-senyawa yang memicu produksi antibiotik oleh organisme lain dalam lingkungan yang sama.

7. Menjelaskan bagaimana mekanisme Interaksi antara mikroba tanah,(seperti bakteri dan jamur ) dengan akar pada tanaman dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman?

Jawab :
Interaksi antara mikroba tanah (bakteri dan jamur) dengan akar tanaman memiliki sejumlah manfaat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Pertama, mikroba tanah membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman dengan mengubah nutrisi yang tidak larut menjadi bentuk yang dapat diserap oleh akar tanaman. Selain itu, mikroba juga membantu dalam proses pengikatan nitrogen dari udara ke dalam bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Selain itu, mikroba tanah membantu meningkatkan toleransi tanaman terhadap stres lingkungan, seperti kekeringan, penyakit, dan kelebihan logam berat, melalui produksi senyawa antistres dan menghambat pertumbuhan patogen. Interaksi mikroba juga dapat memicu respons pertahanan tanaman yang meningkatkan resistensi terhadap serangan penyakit.

Selain manfaat tersebut, mikroba tanah juga berperan dalam meningkatkan struktur tanah, yang dapat meningkatkan drainase dan aerasi tanah, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan nutrisi tanah.

8.Apa perbedaan antara pestisida kimia dan agen pengontrol hayati dalam hal dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia?

Jawab :
Perbedaan utama antara pestisida kimia dan agen pengontrol hayati adalah:

Dampak Lingkungan
✓Pestisida Kimia: Biasanya memiliki dampak negatif yang lebih besar pada lingkungan, seperti polusi air dan tanah, serta dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan kehilangan biodiversitas.
✓Agen Pengontrol Hayati: Cenderung memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah karena mereka mengandalkan organisme hidup yang spesifik untuk mengendalikan hama tanaman. Mereka seringkali lebih ramah lingkungan dan mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Kesehatan Manusia:
✓Pestisida Kimia: Dapat meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen dan dapat memiliki efek negatif pada kesehatan manusia jika terpapar secara langsung atau melalui makanan yang terkontaminasi.
✓Agen Pengontrol Hayati: Lebih aman bagi kesehatan manusia karena mereka cenderung memiliki target yang spesifik dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen.

9.Bagaimana interaksi mikroba dengan tanaman dapat mempengaruhi kualitas udara dan tanah?

Jawab:
Mikroba tanah seperti bakteri dan fungi dapat membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dari tanah serta meningkatkan resistensi terhadap penyakit. Proses fotosintesis oleh tanaman juga membantu dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara, yang kemudian diubah menjadi oksigen melalui interaksi kompleks dengan mikroba di akar tanaman. Selain itu, mikroba juga berperan dalam siklus nutrisi tanah seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang merupakan nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman. Melalui interaksi ini, tanaman yang sehat dapat menghasilkan udara yang lebih bersih dan menjaga kesuburan tanah untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik di masa depan.

10. Menjelaskan peran factor lingkungan dalam mempengaruhi interaksi mikroba dengan tanaman

Jawab:
Faktor lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi interaksi antara mikroba dan tanaman. Salah satu faktor utama adalah suhu lingkungan. Suhu yang ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat memengaruhi aktivitas mikroba dan metabolisme tanaman. Misalnya, suhu yang tinggi dapat meningkatkan aktivitas mikroba dalam tanah, yang pada gilirannya dapat mempercepat dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi tanaman. suhu yang terlalu tinggi juga dapat merusak struktur protein dalam tanaman dan mikroba, mengganggu fungsi normal mereka.
Selain suhu, kelembaban tanah dan udara juga merupakan faktor penting. Tanaman membutuhkan air untuk proses fotosintesis dan metabolisme yang optimal, dan kelembaban yang tepat juga mendukung pertumbuhan mikroba yang sehat.
Faktor lainnya termasuk pH tanah, keberadaan nutrisi tanah, paparan cahaya matahari, dan tekanan biotik (misalnya, serangan hama dan penyakit). Semua faktor ini saling terkait dan dapat mempengaruhi populasi mikroba tertentu yang mendukung pertumbuhan tanaman atau bahkan dapat menjadi patogen yang merugikan.

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Jurnal

by Septi Indah Sari -
Nama : SEPTI INDAH SARI
NPM : 221061043
Prodi : Biologi Terapan
ANALISIS JURNAL
Judul : PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
(Oleh Syarifuddin)
(Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bimasyarifpps@gmail.com)
ISI / KESIMPULAN JURNAL :
Disimpulkan bahwa pancasila merupakan bagian dari filsafat ilmu. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
✓Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
✓Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
✓Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agamadan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
✓ Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup
✓Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
✓Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

 Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah makhluk religi.


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
✓Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
✓Saling mencintai sesama manusia.
✓Mengembalikan sikap tenggang rasa
✓Tidak semena-mena terhadap orang lain
✓Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
✓Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
✓Berani membela kebenaran dan keadilan
✓Bangsa Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
 Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.

3. Persatuan Indonesia
✓Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan.
✓ Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah Indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
✓Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
 Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
✓Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
✓Kedaulatan adalah ditangan rakyat
✓ Manusia Indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
✓ Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
✓Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.
 Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
✓Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.
✓Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
✓Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
✓Menghormati hak milik orang lain
✓Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia.
✓Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
 Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah: Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Soal-1

by Septi Indah Sari -
Nama : SEPTI INDAH SARI
NPM : 2217061043
Prodi : Biologi Terapan
ANALISIS SOAL

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab : Berita hoaxs tersebut sangat bertentangan dengan nilai negara, berita hoaxs sering kali terjadi karena terprovokasi salah satu penyebabnya, menurut saya yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari penyebaran hoaxs yaitu ketika kita mendapatkan informasi yang belum pasti kebenarannya hendaknya cek terlebih dahulu kebenarannya, konfirmasi kebenarannya, saring sebelum sharing. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan semua hal yang muncul di internet terutama konten-konten yang negatif, bersikap kritis dan mengutamakan logika.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab : Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan banyak dampak negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan lingkungan, dekandensi moral, dan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
SOLUSI :
✓Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Kedua, bahwa nilai-nilai Pancasila mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
✓Menghargai dan menghormati segala hak asasi manusia. Melestarikan adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang beragam. Berorientasi pada masa depan, bukan masa lampau. Menggunakan IPTEK secara efektif dan efisien.


C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab : Penyebab utama timbulnya paham konsumerisme yaitu pemenuhan keinginan yang lebih besar dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan. Manusia memiliki keinginan yang tidak terbatas sedangkan kemampuan yang dimilikinya terbatas.
Konsumerisme merupakan dampak dari globalisasi dan sistem kapitalisme modern. Akibatnya, menyebabkan produk dari negara lain justru lebih terjual dan banyak dikonsumsi masyarakat ketimbang produk dalam negeri sendiri.
Adanya ketimpangan sosial di masyarakat karena suatu trend bisa. Banyak barang yang tidak terpakai dan jadi sia-sia karena membeli untuk mengikuti trend saja atau gengsi di era sekarang ini
SOLUSI :
✓ utamakan kebutuhan bukan keinginan, buang jauh-jauh rasa gengsi yang kamu miliki.
✓ memperkenalkan produk dalam negeri di media sosial, dengan begitu akan banyak orang tahu bahwa produk dalam negeri juga memiliki kualitas yang bagus.
✓ Mengembangkan sumber daya yang ada, Indonesia kaya potensi sumber daya alam yang dimiliki, sebagai generasi muda penting untuk lebih mengenal dan mengembangkan potensi yang ada.
✓ menciptakan produk baru atau penemuan baru

Pancasila Biologi Terapan C -> Forum Analisis Video-2

by Septi Indah Sari -
Nama : SEPTI INDAH SARI
NPM : 2217061043
Prodi : Biologi Terapan
ANALISIS VIDEO 2

Judul Video : PERISTIWA SEJARAH SEBELUM KEMERDEKAAN RI (Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki)

Isi/ Kesimpulan Video :
Keinginan Amerika Serikat untuk segera menyelesaikan perang dilakukan dengan mengirimkan pesawat pembawa bom atom ke Jepang. Pada tanggal 6 Agustus 1945, bom atom pertama diledakkan di kota Hirosihma, sementara pada tanggal 9 Agustus 1945 bom atom dijatuhkan di kota Nagasaki. Kehancuran Kota Hiroshima dan Nagasaki telah menjatuhkan semangat dan martabat bangsa Jepang. Mereka tidak dapat menutup mata, bahwa Sekutu lebih unggul dalam persenjataan. Apabila perang dilanjutkan, Jepang akan lebih hancur. Akhirnya, Kaisar Jepang memutuskan untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Penyerahan Jepang kepada Sekutu terjadi pada tanggal 15 Agustus 1945. Berita tentang kekalahan Jepang terhadap skutu sampai kepada golongan muda (Sjahrir). Atas dasar tersebut, para golongan muda segera mendesak Sukarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Proklamasi pun akhirnya dapat dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

✓ Dengan demikian, keterkaitan peristiwa pengeboman kota Hirosima dan Nagasaki dengan Kemerdekaan Indonesia adalah dengan adanya berita kekalahan Jepang membuat bangsa Indonesia semakin yakin untuk sesegera mungkin memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.