Nama : Mega Miftahul Jannah
Npm : 2213022098
Izin menjawab pak :
Kegagalan teori relativitas klasik yang lahir dari transformasi Galileo dan hukum-hukum Newton tentang gerak, dimana pada teori relativistik klasik dijelaskan bahwa :
Gerak itu relative
Ruang dan waktu mutlak
Setiap percobaan yang dilakukan dalam kerangka acuan (pengamatan) baru berarti fisika apabila dapat dikaitkan dengan percobaan serupa yang dilakukan dalam kerangka acuan mutlak (inersia).
Empat Persamaan Maxwell yang mendasari elektrodinamika klasik, sudah dapat diprediksi bahwa kecepatan gelombang elektromagnetik itu konstan (tidak bergantung pada pengamat) dan gelombang elektromagnetik merambat tanpa memerlukan media. Hal tersebut memicu gejolak pemikiran para peneliti klasik saat itu karena para peneliti pada saat itu memahami bahwa semua gelombang yang merambat melalui medium dengan gerakan bersifat relatif. Kemudian pada tahun 1887, Albert A. Michelson bersama dengan rekannya Edward Morley menemukan suatu cara untuk menyelidiki kebergantungan kecepatan cahaya terhadap pengamat. Hasil dari penyelidikan ini memberikan jawaban bahwasannya kecepatan cahaya adalah konstan (tidak bergantung pengamat). Menanganggapi hal ini kemudian Lorentz berpikir bahwa jika kecepatan cahaya (gelombang elektromagnetik) itu konstan, maka transformasi Galileo tidak lagi dapat digunakan.