Nama: Farhan Abdul Ghoni
NPM: 2211031109
Kelas: AKT C
1. Dalam konteks kehidupan bangsa Indonesia, menempatkan Tuhan Yang Maha
Benar sebagai sumber sekaligus arah dan tujuan kegiatan berolah ilmu maupun
mengamalkan ilmu, merupakan aktivitas ilmiah yang lazim ditegorikan sebagai
berparadigma Pancasila. Hal demikian, tidak lain karena sila Pertama adalah
Ketuhanan Yang Maha Esa, dan lebih lanjut sila Pertama itu meliputi dan menjiwai
sila-sila lain di bawahnya secara keseluruhan.
Tuhan YME telah mengkaruniakan nilai-nilai kebenaran dan keadilan kepada
bangsa Indonesia. Nilai-nilai ketuhanan itu telah menjadi sumber inspirasi dan
motivasi bagi munculnya nilai-nilai lain. Secara filosofis dikatakan bahwa setiap nilai
harus bersumber dan dijiwai oleh nilai Ketuhanan YME. Keharusan demikian,
membawa konsekuensi bahwa keseluruhan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan
bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan utuh, sebagaimana disebut dengan
sistem nilai. Sistem nilai itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Pancasila.
Pancasila sebagai sistem nilai akan mantap berfungsi sebagai paradigma ilmu
apabila para akademisi dan praktisi, warga negara maupun penyelenggara negara,
telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan
dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara. Untuk sampai pada keyakinan demikian, segenap komponen bangsa
perlu berupaya memahami secara menyeluruh atas nilai-nilai kebenaran yang terkait
dengan dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam, serta kebenaran Tuhan
YME, sekaligus hubungan dan posisinya di antara ketiganya. Hasil dari proses
perburuan kebenaran hakiki atas 3 (tiga) hal (manusia, alam, serta Tuhan YME)
.
2. Model pemimpin yang saya harapkan adalah pemimpin yang memiliki jiwa yang adil dan bijaksana. Pemimpin yang tidak terlalu mementingkan kekuasaan melainkan lebih mementingkan kemajuan bangsa Indonesia baik model pemimpin di masa sekarang maupun yang akan berpengaruh di masa mendatang.