Kiriman dibuat oleh SILKE SYAHIDAH 2211031124

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh SILKE SYAHIDAH 2211031124 -
Nama : Silke Syahidah
Npm : 2211031124
Kelas : S1 Akuntansi C

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
= Sangat disayangnkan terutama latar belakang pendidikan tidak berbanding lurus dengan mudahnya termakan berita hoaks. Sebenarnya saya kurang setuju dengan pernyataan tersebut karena tidak bisa digeneralisir, tidak semua orang berlatar pendidikan akan menyebar hoaks hanya biasanya berasal dari elit politik dengan tujuan tertentu. Selama ini orang-orang cenderung hanya membaca konteks yang disukai tanpa mencari tau benar atau tidaknya. Seolah-olah sudah terbutakan dan media sosial juga menjadi media penyebarluasan yang cepat.

Langkah-langkah untuk mengantisipasi hoaks adalah dengan berhati-hati dengan judul berita yang bernada provokatif atau clickbait, cermati asal berita, bersikap skeptis jangan mudah percaya dulu, membaca isi berita secara menyeluruh kalau perlu diulang, dan periksa kebenaran fakta.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
= Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai nilai-nilai pancasila bisa berdampak pada menurunnya etika bangsa. Solusinya adalah setiap pribadi perlu memiliki kesadaran akan nilai-nilai pancasila sehingga bisa lebih selektif terhadap pengembangan iptek yang tidak sesuai.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
= Solusi menurut program studi Akuntansi, tentunya setiap orang perlu mengerti cara pengelolaan keuangan pribadi, kebutuhan setiap orang berbeda-beda maka diperlukan pembeda yaitu skala prioritas pada kebutuhannya, mana yang harus didahului dan mana yang harus dikesampingkan.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh SILKE SYAHIDAH 2211031124 -
Nama : Silke Syahidah
NPM : 2211031124
Kelas : S1 Akuntansi C

Perisitiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada sejarah memiliki andil terhadap kemerdekaan Indonesia. Kala itu Indonesia memiliki celah yang tepat untuk segera mendapatkan kemerdekaan. Walaupun sebelumnya jepang pernah berjanji memberikan kemerdekaan namun janji tersebut hanyalah ucapan semata  tetapi melalui peristiwa itu secara tidak langsung janji tersebut terpenuhi walaupun sebenarnya berkat tindakan dari Amerika dan perjuangan Indonesia sendiri.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video-1

oleh SILKE SYAHIDAH 2211031124 -
Nama : Silke Syahidah
NPM : 2211031124
Kelas : S1 Akuntansi C

Menurut saya, tindakan yang dilakukan oleh para warga setempat sudah tepat karena tentu saja limbah-limbah pabrik tersebut mencemari air sungai yang menjadi salah satu sumber mata air. Bahkan parahnya dalam video tersebut, pemilik pabrik mengatakan tidak tahu bagaimana cara mengolah limbah pabrik. Seharusnya sebagai pemilik pabrik harus mengerti cara pengelolaan limbah yang benar. Hal ini patut menjadi pertanyaan untuk pabrik, bagaimana pabrik ini dahulu berdiri?Mungkinkah dahulunya tidak meminta izin kepada warga sekitar, sepatutnya perlu memberitahu bagaimana cara pengelolaan limbah sejak awal. Lalu umumnya sebuah pabrik perlu yang namanya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) namun yang saya tangkap pada video tersebut nampaknya pabrik di desa masih bersifat konvensional sehingga tidak tau tata cara mengelola pabrik yang benar. Selain dari aksi penutupan selokan oleh warga, saya berpikir bahwa pabrik tersebut perlu juga diberikan sanksi penghentian sementara sampai pabrik tersebut bisa mengelola limbahnya. Peran pemerintah kabupaten setempat juga diperlukan untuk ikut membantu mengajarkan/mensosialisasikan ke pabrik tentang tata cara mengelola limbah yang benar.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh SILKE SYAHIDAH 2211031124 -
Nama : Silke Syahidah
NPM : 2211031124
Kelas : S1 Akuntansi C
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka berpikir atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah dan tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.

Nilai-nilai Pancasila meliputi : 1. Nilai dasar, yaitu pokok yang tidak terikat waktu & tempat dan bersifat abstrak. 2. Nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman. 3. Nilai praktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi konkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya.

Sumber historis, Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Sumber sosiologis, Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan kemanusiaan yang ada dibalik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Sumber Politis, Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah :
1. Setiap perkembangan iptek yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek.
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

oleh SILKE SYAHIDAH 2211031124 -
Nama : Silke Syahidah
NPM : 2211031124
Kelas : S1 Akuntansi C
Jurnal 14a
Iptek adalah hasil karya manusia yang pada dasarnya digunakan untuk mempermudah di berbagai bidang kehidupan manusia. Perkembangan iptek di Indonesia sudah terlihat dari banyaknya teknologi, namun di sisi lain memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya seperti sebagai penunjang kegiatan produksi berkat adanya mesin-mesin canggih, kemudahan berkomunikasi dengan orang lain, memudahkan proses pembelajaran khususnya seperti waktu pandemi tetap ada pembelajaran jarak jauh. Dampak negatif seperti menjadi kecanduan, malas, penipuan dan pembajakan.

Kemudian alasan kenapa pentingnya Implementasi nilai-nilai pancasila dalam perkembangan Iptek. Karena sejatinya iptek itu memiliki kaitan dengan nilai budaya dan agama sebagai rambu-rambu dalam proses perkembangan iptek. Yang dimana pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang selalu mengkoordinir aktivitas kehidupan, oleh sebab itu para ilmuwan harus selalu mengembangkan ilmu berdasar pancasila supaya memiliki arah dan tujuan yang jelas tanpa merugikan masyarakat karena pancasila sendiri adalah nilai ideologis yang bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri.

Selain sebagai landasan kebijakan pengembangan iptek, peran pancasila lainnya pada iptek yaitu sebagai landasan etika dari pengembangan iptek. Maksudnya terkait apa kegunaan iptek bagi kehidupan manusia yang berbicara tentang nilai atau moral. Sebab moral itu penerapannya merujuk pada untuk apa dan mengapa suatu aturan diciptakan, begitu juga dengan iptek perlu landasan etika sebelum dikembangkan.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila seperti, melalui dunia pendidikan dengan menambah mata pelajaran pancasila, melakukan penyuluhan tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkenalkan melalui media masa, memberikan sanksi kepada pihak yang melakukan pelanggaran pancasila, menolak paham radikalisme, kritis dan bijak dalam memilah informasi yang didapat.

Jurnal 14b
Dalam lingkup perbincangan kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Sehingga sistem filsafat Pancasila menjadi tangguh di hadapan sistem filsafat yang lain.
1. Teori koherensi, Bagi teori kebenaran ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2. Teori korespondensi , Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatic, Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia.
Ketiga teori tersebut menurut Pancasila tidak dipertentangkan tetapi saling melengkapi. Dalam hal saling melengkapi itu, mengikuti asas hirarkhis-piramidal dan saling mengkualifikasi dalam Pancasila.
Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman.
Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kedua, bahwa setiap ilmu yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu di Indonesia, artinya mampu mengendalikan ilmu agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan ilmu harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu).