གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Khalimatus Saadah 2211031132

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

Khalimatus Saadah 2211031132 གིས-
Nama: Khalimatus Sa'adah
Npm: 2211031132
Kelas: Akt C

A.Menurut saya proses pendidikan ditengah covid 19 ada sisi positif dan negatifnya.
Sisi positif: Meskipun di tengah pandemi covid 19 para pelajar masih bisa memperoleh pelajaran dengan sistem pembelajaran secara online.

Sisi negatif: pendidikan ditengah covid 19 kurang efektif dan memerlukan lebih banyak biaya dibandingkan dengan pendidikan secara offline. sistem pembelajaran secara online mengakibatkan kesenjangan sosial ekonomi yang selama ini terjadi, menjadi makin melebar saat pandemi. Karena tidak semua pelajar di Indonesia mempunyai hp/laptop untuk mengikuti proses pembelajaran secara online. Dengan demikian para orang tua pelajar akan berusaha untuk membelikan mereka hp/laptop, dan itu akan mengeluarkan lebih banyak biaya.

B. Mengefektifkan dan memaksimalkan pendidikan ditengah covid 19 dapat digapai dimulai dari diri sendiri. Seperti jujur dalam mengerjakan tugas (tidak mencontek), Menghormati guru, belajar dengan sungguh-sungguh, kreatif dan bernalar kritis.

C. Contoh kasus: Seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia memiliki cita-cita yang tinggi, dan ia bertekad untuk mencapai cita-citanya. Dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh, selalu datang tepat waktu, selalu mengerjakan tugas yang diberikan, dan memiliki tata Krama yang baik.
Tanggapan: Menurut saya mahasiswa tersebut sudah bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

D. Pancasila sebagai paradigma berpikir, dan berperilaku masyarakat maksudnya adalah menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berpikir sebelum bertindak, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Khalimatus Saadah 2211031132 གིས-
Nama: Khalimatus Sa'adah
Npm: 2211031132
Kelas: Akt C

Menurut Nur Khalid Hazim,A.R. Sistem adalah susunan, kesatuan dari bagian-bagian yang saling bergantung.
Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006).

Pancasila sebagai sistem filsafat, sistem memiliki beberapa ciri yaitu, Suatu kesatuan bagian-bagian, bagian tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri, saling berhubungan, dan keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan sistem.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis
dan dasar aksiologis.
-Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.
- Secara epistemologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
- Secara aksiologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat kesatuan dari sila-sila Pancasila.

Prinsip-prinsip filsafat Pancasila:
-kausa materialis
-kausa formalis
-kausa efisiensi
-kausa finalis

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal 1 & 2

Khalimatus Saadah 2211031132 གིས-
Nama: Khalimatus Sa'adah
Npm: 2211031132
Kelas: Akt C

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memikiki nilai-nilai keseimbangan hukum, yaitu nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan. Ada tiga tokoh yang mengemukakan pandangannya tentang dasar negara, yaitu Soekarno, Muhammad Yamin, dan Supomo.
Pancasila telah dikenal sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit, dimana nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan, meskipun sila-silanya belum dirumuskan secara konkrit.
Sejarah lahirnya Pancasila berawal dari pemberian janji kemerdekaan kepada negara Indonesia oleh perdana menteri Jepang, pada tanggal 7 September 1944.
Sebagai dasar filsafat negara, Pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat, hierarkis, dan terstruktur.
Sebagai falsafat negara dan bangsa, Pancasila mempunyai makna bahwa seluruh aspek kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan wajib mendasar pada lima nilai, yaitu:
1. Nilai ketuhanan
2. Nilai kemanusiaan
3. Nilai persatuan
4. Nilai kerakyatan
5. Nilai keadilan