Nama: Diva Salsabila
NPM: 2211031108
Kelas: S1 Akuntansi C
Analisis Jurnal 14a
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak sesuai dengan jati diri
Bangsa Indonesia sendiri selalu memiliki akar budaya dan agama yang sangat kuat. Jadi kalau iptek hanya bisa berkembang seperti ini tanpa ada ideologi yang mengakar, sama saja mengejar iptek tanpa arah dan arah yang jelas. yang dapat berdampak buruk bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
Ideologi bangsa kita dimana Pancasila ini lahir pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila ini memuat lima sila yang merangkum cita-cita negara Indonesia. Nilai-nilai utama Pancasila adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan demokrasi dan keadilan. Tentunya setiap warga negara Indonesia harus memahami pentingnya pancasila sebagai dasar negara. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus mengarah pada pembangunan manusia dan didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsur yang menyeragamkan budaya dan kesatuan dalam pembangunan pendidikan.
SARAN
Senantiasa tanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pelindung dari hal-hal negatif yang ada di tengah peradaban baru.
Analisis Jurnal 14b
Teori koherensi
Menurut Notonagoro, Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan.
Setiap bagian Pancasila merupakan bagian yang mutlak, jika dihilangkan satu bagian saja hilanglah halnya, sebaliknya terlepas dari halnya, bagian tersebut dihilangkan kedudukan dan fungsinya.
Selain itu, setiap sila Pancasila di dalamnya mengandung sila yang lainnya. Hubungan logis sebagai pengakuan atau cerminan teori koherensi terlihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagoro bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal.
Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh dibolak-balik tata urutannya. Selain itu, hubungan konsistensi ini terlihat pada Pancasila sebagai aksioma kemudian diturunkan keempat pokok pikiran sebagai teorema, dan selanjutnya diturunkan ke pasal UUD 1945.
Teori korespondensi
Sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia, berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa. Hal ini tepat pendapat Notonagoro , bahwa bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam tri-prakara, yakni Pancasila adat kebudayaan, religius, dan kenegaraan.
Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal dapat menjadi sumber landasan pemecahan masalah kenyataan hidup sehari-hari.
Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara.
Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju. Pancasila, karena Pancasila bersifat fungsional dalam mempersatukan bangsa
Jika dilihat dari segi historis, Pancasila juga memiliki fungsi praktis. Salah satu relasi kausalitas tersebut adalah kausa finalis. Pancasila adalah sebagai dasar kefilsafatan negara atau dasar negara Indonesia merdeka.
NPM: 2211031108
Kelas: S1 Akuntansi C
Analisis Jurnal 14a
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak sesuai dengan jati diri
Bangsa Indonesia sendiri selalu memiliki akar budaya dan agama yang sangat kuat. Jadi kalau iptek hanya bisa berkembang seperti ini tanpa ada ideologi yang mengakar, sama saja mengejar iptek tanpa arah dan arah yang jelas. yang dapat berdampak buruk bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
Ideologi bangsa kita dimana Pancasila ini lahir pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila ini memuat lima sila yang merangkum cita-cita negara Indonesia. Nilai-nilai utama Pancasila adalah ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan demokrasi dan keadilan. Tentunya setiap warga negara Indonesia harus memahami pentingnya pancasila sebagai dasar negara. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus mengarah pada pembangunan manusia dan didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsur yang menyeragamkan budaya dan kesatuan dalam pembangunan pendidikan.
SARAN
Senantiasa tanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pelindung dari hal-hal negatif yang ada di tengah peradaban baru.
Analisis Jurnal 14b
Teori koherensi
Menurut Notonagoro, Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan.
Setiap bagian Pancasila merupakan bagian yang mutlak, jika dihilangkan satu bagian saja hilanglah halnya, sebaliknya terlepas dari halnya, bagian tersebut dihilangkan kedudukan dan fungsinya.
Selain itu, setiap sila Pancasila di dalamnya mengandung sila yang lainnya. Hubungan logis sebagai pengakuan atau cerminan teori koherensi terlihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagoro bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal.
Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian yang bertingkat, sehingga tidak boleh dibolak-balik tata urutannya. Selain itu, hubungan konsistensi ini terlihat pada Pancasila sebagai aksioma kemudian diturunkan keempat pokok pikiran sebagai teorema, dan selanjutnya diturunkan ke pasal UUD 1945.
Teori korespondensi
Sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia, berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa. Hal ini tepat pendapat Notonagoro , bahwa bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam tri-prakara, yakni Pancasila adat kebudayaan, religius, dan kenegaraan.
Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal dapat menjadi sumber landasan pemecahan masalah kenyataan hidup sehari-hari.
Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara.
Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju. Pancasila, karena Pancasila bersifat fungsional dalam mempersatukan bangsa
Jika dilihat dari segi historis, Pancasila juga memiliki fungsi praktis. Salah satu relasi kausalitas tersebut adalah kausa finalis. Pancasila adalah sebagai dasar kefilsafatan negara atau dasar negara Indonesia merdeka.