Kiriman dibuat oleh Reza Arliantari 2211031112

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Reza Arliantari 2211031112 -
Nama : Reza Arliantari
NPM : 2211031112
Kelas : Akuntansi C

Analisis Jurnal : Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam. Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perumusan Pancasila juga tidak terlepas dari aktivitas ilmiah di Indonesia yang bersifat niscaya. Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme. Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga disatu pihak dibutuhkan semangat obyektifitas. Iptek juga perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia. (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98)

Konteks pengembangan ilmu pengetahuan menengarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan. Kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah). Adapun kemajuan itu bersifat comulative (bertambah). Agama, filsafat dan kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. (Koentowijoyo, 2006: 4). Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan.

B. HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya.
Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi : (i) nilai dasar (intrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faunding fathers; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar yang bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strataegi organisasi, sistem, rencana dan program; dan (iii) nilai paraktis yaitu perpaduan identitas dan realitas, terkandung dalam kenyataan sehari-hari sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila (Prosiding Focus Grup Discussion Badan).

Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nailainilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harys berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (memperibumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98).

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Berikut dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika, diantaranya (Kaelan, 2000: 45).
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek. Iptek adalah salah satu perkembangan dalam budaya hidup manusia, yang pada hakekatnya bertujuan demi kesejahteraan bersama.
c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyawaratan/perwakilan, dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi, dengan menghormati dan mengharai kebebasan orang lain dalam bersikap serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang membangun.
e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusi itu berada

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Sedangkan, sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.



C. Simpulan
Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memberikan kemudahan untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi manusia. Pentingnya Pancasila sebagai nilai pengembangan iptek khususnya baginkehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara diharapkan dapat menjadi akar pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Reza Arliantari 2211031112 -
Nama : Reza Arliantari
NPM : 2211031112
Kelas : AKT C

Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu

Iptek adalah hasil karya manusia yang digunakan untuk membantu keperluan manusia. Pada dasarnya pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sila-sila pancasila yg menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek:

1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa
Dalam sila pertama ini mengkomplementasikan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Peran iptek pada sila ini tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya.

2. Sila kemanusian yg adil dan beradab.
Sila kedua ini memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek harus bersikap beradab.

3. Sila Persatuan Indonesia
Dalam pengembangan iptek hendaknya memasukkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan perwakilan
Pada sila ini mendasari pengembangan iptek secara demokratis, setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek, tetapi juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan bersifat terbuka

5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila ini menghendaki kita untuk menyeimbangkan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan hubungan dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa, serta manusia dan alam lingkungan.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Reza Arliantari 2211031112 -
Nama: Reza Arliantari
NPM : 2211031112
Kelas : AKT C

JURNAL : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Di era Globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan yang terjadi tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang berdampak karena globalisasi.
Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu.

Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu
besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap aspek-aspek pendidikan yang ada dimasyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.
Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam, bahkan internet
bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh
masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi yang berguna dan bernilaisitif maupun negatif, dapat dengan
mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran
masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. Marsyarakat yang awalnya awam terhadap suatu hal, lama kelamaan akan terbiasa dan merasa aman serta nyaman menggunakan teknologi tersebut.

Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang
terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu
sendiri. Mahasiswa kadang lupa pengimplementasian nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sehingga kadang terjadi penyimpangan terhadap nilai-nilai tersebut. Memberi pengaruh baik atau buruk
terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut ideologi pancasila menyikapi perkembangan
teknologi informasi tersebut.

Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan dan penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dilingkungan terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Reza Arliantari 2211031112 -
Nama : Reza Arliantari
NPM : 2211031112
Kelas : Akuntansi C
Tugas : Analisis Soal

Analisis Soal 2

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban :
Sebelumnya, etika politik adalah praktik pemberian nilai terhadap tindakan politik dengan berlandaskan kepada akhlak, adat, dan budaya untuk mengatur tingkah laku manusia dengan Tuhan MYE dan alam semesta. Sekarang dapat kita lihat, bahwa etika perilaku politik belum sepenuhnya terlaksana, bahkan ada segelintir orang yang mengatasnamakan kepentingan umum demi keuntungan pribadi.

Sebagai contoh, tantangan terhadap sistem etika pancasila pada era reformasi berupa eforia kebebasan berpolitik sehingga mengabaikan norma-norma moral. Misalnya, muncul anarkisme yang memaksakan kehendak dengan mengatasnamakan kebebasan berdemokrasi (melanggar sila ke-4). Jadi, dapat disimpulkan etika perilaku di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Etika_politik#:~:text=Etika%20politik%20adalah%20praktik%20pemberian,baik%20dan%20buruk%20sikap%20perbuatan
https://elearning.ikipjember.ac.id/claroline/work/user_work.php?cmd=exDownload&authId=3386&assigId=7&workId=355&cidReset=true&cidReq=007002C_003

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi?
Jawaban :
Bagi sebagian generasi muda, berkata jujur merupakan suatu hal yang sulit. Banyak dari mereka yang masih sering berbohong dan tidak berkata jujur. Berikut contoh peristiwa yang terjadi disekitar saya, ada seorang pelajar yang membohongi orangtuanya perihal uang pembelian buku yang seharusnya seharga Rp. 50.000, ia malah meminta uang sejumlah Rp. 100.000. Dalam hal ini, generasi mudah sudah melanggar dan tidak mencerminkan etika yang dianut bangsa Indonesia untuk berkata “jujur dan terbuka”.

Selanjutnya, solusi mengenai adanya dekadensi moral dapat dilakukan dengan cara: orangtua melakukan pengawasan dan memberi perhatian, memberikan pendidikan karakter pada anak sejak usia dini, tegas dalam penegakan hukum atas pelaku kejahatan, dan menguatkan pendidikan moral serta agama agar terhindar dari penyimpangan etika.

sumber : https://www.pt-kupang.go.id/tentang-pengadilan/2015-05-30-07-57-21/2015-11-26-08-18-37.html?showall=&start=1
https://www.websitependidikan.com/2018/06/pengertian-dan-contoh-dekadensi-moral-serta-cara-mengatasinya.html?m=1