Posts made by Farras Salwa An-Najah 2251031024

Nama : Farras Salwa An-Najah
NPM : 2251031024
Kelas : AKT C

PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunpya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK

1. Ketuhanan yang maha esa
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesame manusia.
b. Saling mencintai sesame manusia.
c. Mengembalikan sikap tenggang rasa
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain
e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
f. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
g. Berani membela kebenaran dan keadilan
h. Bangsa indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia,

3. Persatuan Indonesia
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
Nama : Farras Salwa An-Najah
NPM : 2251031024
Kelas : AKT C

A. Menurut saya peran Pancasila dalam paradigma ilmu bagi disiplin ilmu, yakni pada sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” mencerminkan kehidupan antara seorang hamba dengan Tuhannya, dimana Ilmu merupakan sebuah karunia yang diberikan Tuhan kepada hambanya agar seorang hamba tidak tersesat. Dan adanya ilmu untuk saling memiliki sifat toleransi terhadap sesama hamba umat beragama. Sila kedua “Kemanusian yang adil dan beradab” pada sila ini pentingnya ilmu untuk dapat berlaku adil dan memiliki sikap sopan santun terhadap sesama manusia dan sebagai landasan untuk memiliki etika yang baik. Sila ketiga “persatuan Indonesia” dalam sila ini terkandung nilai persatuan bagi seluruh masyarakat, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan pasti bergantung pada orang lain. Sebagai nilai persatuan dapat diimplementasikan dalam satuan kegiatan belajar-mengajar seperti adanya Universitas untuk menunutut ilmu secara Bersama-sama/Bersatu. Dalam hal ini kita akan dapat meningkatkan rasa solidaritas dan sebagai wadah penanaman nilai-nilai etika. Sila keempat. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” pada sila ini dapat diterpkan bahwa ilmu sebagai landasan nilai kerakyatan, kebijaksanaan dan permusyawaratan. Karena tanpa adanya ilmu, mansuia tidak akan bisa berlaku bijaksana terutama pada saaat terjadinya pebedaan pendapat dalam sebuah forum musyawarah. Sila kelima “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” terkandung nilai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa adanya nilai hierarki, perbedaan ras susku bangsa dan strata sosial dalam berbagai aspek terutama untuk hal menuntut ilmu.

B. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang adalah mereka yang Pancasialais dan dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila untuk bias membangun suatu negara yang baik dalamseluruh aaspek terutama aspek kesejahteraan, Pendidikan, infrastruktur, dll.
Nama : farras Salwa An-Najah
NPM : 2251031024
Kelas : AKT C

A. Saya setuju dengan artiket tersebut. Maraknya penggunaan media sosial saat ini, sangat berpengaruh besar terhadap penyebaraan hoaxs. Nyatanya, pengguna media sosial tersebut tidak hanya dari kalangan terpelajar, bahkan pengguna media sosial banyak dari kalangan anak-anak dimana mereka belum paham mana yang baik dan benar. Kalangan penggunaa media sosial yang terpelajar pun sangat mudah tertipu berita hoax apalagi anak-anak dan masyarakat tak terpelajar. Biasanya berita hoax sangat menarik dengan adanya bumbu-bumbu tambahan sehinga sangat mudah untuk mengelabui mangsanya.
Untuk mengatisipasi dampak negatif dari penyebaran hoaxs saya akan melakukan beberapa upaya diantaranya, yakni menyaring berita-berita yang saya lihat dan mencari tahu darimana sumber berita tersebut berasal, apakah berita tersebuta datang dari sumber yang terpercaya atau tidak. Dan sebisa mungkin saya tidak menyebarkan berita tersbut sebelum mengetahui kebenaran dari berita tersebut.

B. Pengaruh perkembangan Iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial salah satunya, yakni hilangnya rasa cinta tanah air karena masuknya budaya-budaya asing. Dengan kata lain, berkembangnya iptek sangat mempermudah masyarakat untuk mengetahui ragam budaya asing dan menyebabkan masyarakat ingin mencobanya, sehingga nilai-nilai budaya lokal akan mulai terkikis dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sebaiknya untuk menyikapi hal tersebut, kita harus pandai memilah hal-hal yang baik dan buruk yang dapat menyebabkan lnturnya nilai-nilai Pancasila. Dan sebaiknya pemerintah mengadakan sosialisasi pengenalan budaya-budaya lokal untuk para masyarakat terutama pemuda yang merupakan penerus bangsa.

C. Menurut saya untuk menghindari sikap konsumerisme sebaikanya masyarakat menerapkan hal menabung/berinvestasi untuk mengurangi nilai skala permintaan terhadap produk-produk impor. Dengan penerapan menabung/berinvestasi maka permintaan terhadap barang-barang impor akan berkurang. Dalam waktu jangka Panjang, ketika permintaan terhadap barang impor yang terus berkurang, maka akan mempengaruhi penawaran terhadap barang impor tersebut. Sehingga sediki demi sedikit Indonesia akan terlepas dari sikap konsumerisme.
Nama : Farras Salwa An-Najah
NPM : 2251031024
Kelas : AKT C

Tragedi pengeboman Hirosima dan Nagasaki merupakan sejarah besar bagi Dunia. Puncak kejadian tersebut terjadi ketika Amerika dan sekutu menjatuhkan bom atom di Hirosima, Jepang. Dengan kejadian tersebut maka berakhirlah Perang Dunia II diwilayah Pasifik. Dan dengan adanya kekosongan kekuasaan di Indonesia, memanfaatkan hal ini bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.