གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Karina Gista 2211031099

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

Karina Gista 2211031099 གིས-
Nama: Karina Gista Nirmala Dewi
Npm: 2211031099
Kelas: Akt C

A. Bagaimanakah sistem etika politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Dalam etika politik, Sebagian masih ada yang belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Di era ini, etika politik sepertinya sudah hampir lenyap. Bahkan di realita menunjukkan bahwa politik adalah tempat perebutan kekuasaan dan kepentingan, sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya masing-masing. Meskipun seharusnya para politikus menjadi teladan yang baik bagi rakyat, tetapi ternyata pragmatisme atau sifat berpikir praktis dalam politik ini sudah merusak etika berpolitik para politikus. Contohnya seperti korupsi dana bansos sebesar 17 miliar rupiah yang digunakan oleh seorang Menteri untuk keperluan pribadinya.
Sumber: https://www.bantennews.co.id/bantenesia/kemanakah-etika-berpolitik-sekarang/

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang tinggal di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh Bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang terjadi saat ini!
Di lingkungan tempat tinggal saya, sebagian generasi muda mengalami dekadensi moral yang tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh Bangsa Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan dekadensi moral, yaitu adanya globalisasi yang membuat banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, seperti masuknya berbagai ideologi, teknologi bahkan kebudayaan yang dapat merubah tatanan kehidupan dalam masyarakat.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dekadensi moral, yaitu peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter, harus pandai memilah dan memilih teman, meningkatkan iman dan takwa, dan mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.
Sumber: https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/23937/tips-mengatasi-kerusakan-moral%C2%A0khususnya-para-remaja-islam.html

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Karina Gista 2211031099 གིས-
Nama: Karina Gista Nirmala Dewi
 NPM: 2211031099
Kelas: Akt C

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia seluruh dan seutuhnya. Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup, yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek kehidupan bangsa tersebut,  tanpa terkecuali aspek pendidikan. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan  kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat.  Untuk menjamin supaya pendidikan dan prosesnya efektif, maka dibutuhkan landasan-landasan filosofi dan landasan ilmiah sebagai asas normatif dan pedoman pelaksanaan pembinaan (Noor:1988). Dari UU No.12 Tahun 2012  Pasal 1 tentenag Pendidikan Tinggi dapat dimaknai bahwa pendidikan di Indonesia merupakan sebuah proses pembelajaran yang berupaya untuk tujuan pengembangan potensi diri dan karakter bagi peserta didik. Disini sila-sila Pancasila mencerminkan bagaimana seharusnya pendidikan harus dihayati dan diamalkan menurut sila-sila Pancasila. Pancasila sebagai sebuah filsafat karena Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai suatu filasafat, memiliki dasar ontologis, dasar eptimologis dan dasar oksiologis yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nila-nilai budaa yang terkandung pada Pancasila. Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

Karina Gista 2211031099 གིས-
Nama: Karina Gista Nirmala Dewi
NPM: 2211031099
Kelas: Akt C

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut saya penerapan pembelajaran daring memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya yaitu banyak waktu luang untuk melakukan kegiatan lain seperti membantu orang tua dan dapat melakukan pembelajaran sembari melakukan kegiatan santai seperti mendengarkan musik. Sedangkan sisi negatifnya yaitu kurang efektif hal ini karena memaksimalkan teknologi tidak begitu efektif dalam menyampaikan pembelajaran, mungkin ada yang mengerti materi tersebut dan ada juga yang tidak.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Mengefektifkan dan memaksimalkan pendidikan di tengah pandemi dapat dilakukan dengan berdoa sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran, disiplin dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh, berdiskusi bersama dan saling menghargai pendapat satu sama lain, dan memberikan fasilitas yang merata.

C. Berikan contoh kasus yang terkait degan pengembangan karakter Pancasila, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Gotong royong membersihkan sampah pasca banjir, menurut saya gotong royong dapat meringankan pekerjaan yang berat, selain itu gotong royong juga dapat memperkuat persatuan dan persaudaraan serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat?
Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat adalah Pancasila yang berisi anggapan-anggapan dasar yang merupakan kerangka keyakinan yang berfungsi sebagai acuan, pendoman dalam berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal 1 & 2

Karina Gista 2211031099 གིས-
Nama: Karina Gista Nirmala Dewi
NPM: 2211031099
Kelas: Akt C

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mempunyai nilai-nilai keseimbangan hukum. Melalui pemahaman historis, Pancasila menjadi ideologi negara yang universal dan komperhensif. Sebagai dasar falsafah, Pancasila memperoleh sumber nilai dalam konteks perjalanan dinamis sejarah kebudayaan bangsa. Pembentukan sumber nilai yang tercakup ke dalam sistem falsafah kebangsaan telah berjalan dalam sejarah yang panjang. Eksistensi Pancasila adalah suatu pencapaian riil dalam tegaknya Negara hukum. Sebaliknya, permasalahan hukum dan tidak terstruktur kontruksi hukum akan terjadi jika tidak ada Pancasila. 

Sebagai landasan idiil bagi Indonesia, Pancasila sungguh menakjubkan. Para pendiri negara mampu meramu dengan sangat kreatif, mengambil jalan tengah antara dua pilihan ekstrem, negara sekuler dan negara agama. Para funding father menyusun dasar negara dengan rumusan yang imajinatif, negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
Para pendiri negara dengan sangat bijak dan jenius mampu menyepakati pilihan tentang dasar negara yang sesuai karakter bangsa, sangat original, menjadi sebuah negara yang modern yang berkarakter religius, tidak sebagai negara sekuler atau pun sebagai negara agama. Mereka tidak hanya mampu menyingkirkan pengaruh gagasan negara patrimonial (warisan) yang mewarnai sepanjang sejarah nusantara prakolonial, tetapi juga telah berhasil merumuskan berbagai ide politik yang berkembang ketika itu secara kreatif berdasarkan kebutuhan anak bangsa di masa kedepannya. Salah seorang intelektual dan pejabat tinggi Arab Saudi yang pernah memuji Pancasila yaitu Dr Izzat Mufti. Indonesia yang multiagama menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara di mana sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, itu keputusan yang benar tidak bertentangan dengan Islam. Selama periode pasca reformasi, secara tidak disadari energi Pancasila berproses secara otomatis. Pada saat Aceh dalam situasi konflik banyak pihak yang khawatir dengan dampak masuknya orang luar. Namun, justru perdamaian yang terwujud. Saat terjadi musibah tsunami, kesetiakawanan yang melandasi terwujudnya sila "Persatuan Indonesia" dan sila "Kemanusiaan yang adil dan beradab" muncul secara serempak. Bantuan kemanusiaan mengalir dari seluruh penjuru tanah air membantu rakyat Aceh. Energi Pancasila itulah yang muncul dan mendorong terciptanya perdamaian diberbagai daerah konflik.
Pancasila harus didiskusikan oleh segenap elemen agar menjadi persatuan seluruh bangsa. Semakin besar pihak atau komponen bangsa memahami Pancasila, semakin besar pula energi yang terbentuk untuk mencapai cita-cita bersama berbangsa dan bernegara sehingga pancarannya akan menerangi masa depan bangsa dan dunia.