Posts made by Shely Adtamara 2217011131

Pkn Mipa kimia 2025 -> PRETEST

by Shely Adtamara 2217011131 -
Jawaban Analisis Soal :
1. Hal positif dari artikel ini adalah kita diajak untuk melihat sisi niat baik dari pemerintah dalam menangani pandemi, khususnya melalui kebijakan PSBB. Artikel ini juga mengajak kita untuk tetap optimis dan ikut berperan aktif dalam melawan COVID-19, bukan cuma menyalahkan. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran soal pelaksanaan PSBB yang terkesan otoriter, terutama oleh aparat keamanan. Jika penegakan PSBB sampai mengabaikan hak asasi manusia, maka bisa dikatakan ada pelanggaran terhadap konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 28I ayat (1) yang menjamin hak untuk hidup dan bebas dari penyiksaan. Juga Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan UU No. 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, yang secara jelas menyebutkan pentingnya penghormatan terhadap martabat dan kebebasan manusia.


2. Kalau suatu negara tidak punya konstitusi, bisa dibayangkan akan terjadi kekacauan dalam sistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Tidak akan ada pedoman yang mengatur hak dan kewajiban warga negara serta batas kekuasaan pemerintah. Konstitusi itu seperti fondasi rumah, tanpa itu negara bisa roboh kapan saja. Dalam konteks Indonesia, konstitusi (UUD NRI 1945) sangat efektif karena di situlah tertulis segala prinsip dasar negara, mulai dari demokrasi, HAM, hingga fungsi lembaga negara. Tapi tentu saja, keefektifannya juga tergantung pada bagaimana aturan itu diterapkan dalam praktik, bukan cuma tertulis di atas kertas.


3. Salah satu tantangan besar saat ini adalah maraknya hoaks dan disinformasi yang bisa memecah belah masyarakat. Ini sering terjadi di media sosial dan bisa mengganggu stabilitas nasional. Menurut saya, UUD NRI 1945 sebenarnya sudah cukup memadai dalam menjadi pedoman, contohnya Pasal 28F yang menjamin hak untuk memperoleh informasi, namun juga harus seimbang dengan Pasal 28J tentang pembatasan hak demi kepentingan umum. Tapi tantangannya adalah bagaimana penegakan hukumnya bisa adil dan tidak dimanfaatkan untuk membungkam kritik. Jadi, selain pasalnya sudah cukup, implementasinya yang harus diperkuat dan diawasi.


4. Sebagai warga negara, saya melihat konsep persatuan dan kesatuan di Indonesia itu sangat kuat secara filosofi – kita punya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan semangat gotong royong. Tapi dalam praktik, kadang masih ada kelompok yang merasa lebih dominan dari yang lain, baik dari segi agama, suku, atau politik. Ini yang bisa mengganggu rasa persatuan. Yang perlu diperbaiki adalah kesadaran kolektif untuk saling menghargai perbedaan, serta peran pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang inklusif dan merata. Jadi, bukan hanya menggaungkan persatuan di pidato, tapi juga dibuktikan lewat tindakan nyata yang dirasakan oleh semua golongan masyarakat.
Nama : shely adtamara
Npm : 2217011131
Jawaban :

Pada Jurnal yang telah diberikan, jurnal tersebut membahas bagaimana kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting sebagai perekat identitas bangsa di tengah gempuran globalisasi. Dalam kehidupan masyarakat yang semakin homogen karena pengaruh budaya global, kearifan lokal menjadi semacam benteng yang menjaga jati diri bangsa agar tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri. Nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia dinilai masih sangat relevan untuk terus dilestarikan dan diberdayakan sebagai modal budaya dalam membangun identitas nasional.

Sebagai mahasiswa, menurut saya pendekatan yang disampaikan dalam jurnal ini cukup realistis dan membumi. Ketimbang sibuk mengejar kemajuan ala barat yang kadang tidak cocok dengan nilai lokal, lebih baik kita gali potensi budaya kita sendiri yang sudah terbukti mampu menjaga kerukunan dan kebersamaan. Apalagi di tengah masyarakat yang majemuk, kearifan lokal bisa jadi jembatan untuk memperkuat rasa saling menghormati antar suku dan golongan. Jadi, penting banget buat generasi muda kayak kita untuk mulai peduli dan melestarikan kearifan lokal, bukan malah malu atau menganggapnya kuno.

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

by Shely Adtamara 2217011131 -
Nama : Shely Adtamara
Npm : 2217011131
Jawaban :
Jurnal ini mengulas urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai sarana pembentukan karakter bangsa Indonesia yang demokratis, menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), dan berorientasi pada masyarakat madani. Penulis menyampaikan bahwa setelah runtuhnya rezim Orde Baru, terjadi pergeseran paradigma dalam pendidikan kewarganegaraan, dari yang semula cenderung bersifat indoktrinatif menjadi lebih humanis dan partisipatif. Pendidikan kewarganegaraan kini diarahkan untuk mencetak warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, serta mampu menghargai perbedaan dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Jurnal ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai demokrasi yang substansial, bukan sekadar formalitas prosedural. Pendidikan kewarganegaraan dinilai mampu menjadi wadah penyemaian nilai-nilai luhur seperti keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan musyawarah. Melalui pendekatan yang holistik dan kontekstual, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya berwawasan global, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen terhadap kemajuan bangsa.