Posts made by Rojwa Azka Syakira

Rojwa Azka Syakira
2258011023

Analisis Soal
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab :
A. Etika politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada dasarnya merupakan usaha manusia untuk berpikir tentang kebaikan dan kebijaksanaan dalam menjalankan segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Etika politik tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan dan sistemnya tetapi juga terhadap kehidupan manusia.

Di era ini, etika menurut saya etika politik belum sesuai dengan nilai – nilai Pancasila. Di realita bahkan menunjukkan bahwa politik adalah tempat perebutan kekuasaan dan kepentingan sehingga banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya masing-masing. Meskipun seharusnya para politikus menjadi teladan yang baik bagi rakyat, tetapi ternyata pragmatisme atau sifat berpikir praktis dalam politik kini sudah merusak etika berpolitik para politikus. Contohnya seperti transaksi politik atau money politics yang dimana sering dilakukan oleh para politikus saat pemilihan umum berlangsung. Perilaku seperti ini sungguh menjadi contoh yang buruk dan tidak mendidik rakyat yang jika terus-menerus terjadi maka etika dalam berpolitik akan semakin tiada. Korupsi dan pelanggaran lainnya adalah hal yang biasa bagi politisi saat ini seolah-olah itu semua adalah bagian dari pekerjaan mereka

Oleh karena itu, para pemuda dan pemudi di masa kini yang nantinya akan menjadi politikus-politikus baru dimasa depan harus segera membangun kembali etika dan moral bangsa Indonesia saat berpolitik agar kejadian, peristiwa, dan kasus-kasus yang terjadi kepada para elit politik sekarang yang tidak bisa menahan nafsu kekuasaannya seperti korupsi, politik uang, suap, dan lain-lain agar tidak terulang lagi dimasa yang akan datang.

B. Pada lingkungan sekitar saya, masyarakat sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Seperti, ramah, saling menyapa, bergotong royong, saling menghormati dan menghargai. Walaupun diluar sana masih banyak terdapat dekadensi moral. Dekadensi moral merupakan pengikisan jati diri yang terkait merosotnya tentang nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Adapun dekadensi moral yang sering terjadi seperti perzinahan, pencurian, bebasnya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), pornografi, kriminal, seks bebas, membangkangnya anak terhadap orang tua, aborsi di kalangan remaja, dan lain-lain
Cara mengatasi dekadensi moral :
1. Pengawasan dan Perhatian Orangtua
Orang tua memegang peranan penting dalam mendidik dan memberikan pengarahan pada anak, untuk itu pengawasan orang tua terhadap pergaulan dan aktivitas yang dilakukan oleh anak seperti melihat tayangan televisi yang kurang mendidik, dan pengawasan dalam menggunakan internet harus diawasi dan diarahkan oleh orangtua.
2. Memberikan Pendidikan Karakter pada Anak Sejak Dini
Di zaman yang serba canggih dan percampuran budaya asing yang semakin mudah masuk dalam kehidupan sehari-hari menuntut orang tua untuk lebih meningkatkan pendidikan karakter sejak dini kepada anak. Pendidikan karakter akan lebih mudah dilakukan sejak anak berusia dini hal ini berkaitan dengan tumbuh kembang anak terhadap pengenalan lingkungan sekitar dan tentu menuntu bimbingan orang tua.
3. Penegakan Hukum Atas Pelaku Kejahatan
Hukum merupakan salah satu tonggak bangsa dalam memberantas Dekadensi Moral, karena hukum memiliki fungsi dalam menegakkan dan melindungi kepentingan manusia, menjaga ketertiban dan mengatur masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial.
4. Meningkatkan Pendidikan Moral dan Agama Moral
Merupakan suatu kondisi pikiran, perasaan, ucapan dan perilaku seseorang yang terkait dengan nilai baik dan buruk.
Rojwa Azka Syakira
2258011023

Analisis Jurnal

1. Judul Jurnal
Dalam jurnal yang berjudul "PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA"
judul tersebut sudah mencerminkan isi artikel karena sesuai dengan teori – teori yang relevan dalam artikel tersebut .

2. Penulis
Artikel jurnal ini ditulis oleh 1 orang penulis yaitu, Ariesta Wibisono Anditya . Penulisan nama penulis pada jurnal ini sudah benar, karena dituliskan tanpa menggunakan gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama penulis dilengkapi dengan alamat korespondensi seperti adanya email ( E-mail: ariesta@unjaya.ac.id ) terdapat nama lembaga dan program studi penulis jurnal, yaitu, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Jl. Siliwangi, Jl. Ring Road Barat, Area Sawah, Banyuraden, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman

4. Abstrak
- Pada bagian abstrak jurnal ini terdapat penjelasan singkat mengenai isi tulisan dari latar belakang, metode, hasil, dan simpulan.
-Abstrak terdiri dari 1 paragraf dan terdiri dari 151 kata.
- Tidak ada singkatan, tabel, kutipan, gambar, dan merk dagang.
- Menggunakan Bahasa yang jelas.
- Ditulis dengan 2 bahasa yaitu, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Abstrak pada jurnal ini sudah cukup bagus.

5. Kata Kunci
- Kata kunci dalam jurnal : Media Massa, Pancasila, Kejahatan, Kontrol Sosial
- Kata kunci ditulis dengan 2 bahasa yaitu, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Istilah "media massa, pancasila, kejahatan, dan kontrol sosial" terdapat pada judul.
-Kata kunci yang digunakan pada jurnal ini sudah bagus.


Resume :

Dasar dari negara Indonesia adalah Pancasila. Dengan hal itu, Indonesia memiliki tujuan untuk menjadikan masyarakat nya menganut nilai-nilai Pancasila. Untuk mewujudkan mimpi tersebut dapat dibantu dengan kehadiran media massa baik berupa media cetak ataupun elektronik. Media massa dapat dijadikan sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat mulai dari gagasan, pandangan, dan bentuk suara dan gambaran secara umum. Pengaruhnya pun juga dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari dengan adanya kehadiran iklan, artikel, dan berita yang sudah dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Fungsi media masa sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.
Hakekat isi Pancasila menurut Sunoto yakni terdiri atas hakekat Tuhan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat rakyat, dan hakekat adil.
Nilai-nilai Pancasila, dibagi menjadi 3 kategori yaitu :
1. Nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa Pers Nasional akan melaksanakan peranan sebagai berikut:
a. Untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan;
c. Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar;
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Rojwa Azka Syakira
2258011023

ANALISIS SOAL 1
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Menurut pendapat saya, proses pendidikan di tengah pandemic covid 19 ini memiliki dampak positif dan dampak negatif, yaitu :
Dampak positif
1. Dapat mengatur waktu. Dengan pembelajaran di rumah, saya dapat fleksibel mengatur waktu, seperti kapan mengerjakan tugas sekolah, membantu orang tua, istirahat, beribadah, dan lain-lain.
2. Menambah wawasan dan kemampuan menggunakan berbagai aplikasi dalam proses pembelajaran, seperti zoom, aplikasi editing video, dan lain sebagainya.
3. Menambah kedekatan dengan keluarga. , saya mempunyai waktu lebih banyak untuk berkumpul bersama keluarga.
4. Bisa mengeksplor hal-hal baru. Dengan pembelajaran via online saya bisa lebih mengeksplor hal-hal baru, karena saya memiliki waktu yang fleksibel.
Dampak Negatif
1. Ribet. Semuanya serba online, mulai dari mempelajari modul pelajaran, latihan soal, mengumpulkan tugas, diskusi dengan teman, sampai ulangan. Walau pun sistem online memudahkan banyak pekerjaan, namun dalam proses pembelajaran, kami jadi mendapatkan tambahan pekerjaan, yaitu membuat dan mengirimkan foto, video, download materi, dan upload tugas yang telah dikerjakan. Semua itu cukup membutuhkan waktu lama dalam pengerjaannya.
2. Batas pengumpulan tugas yang terlalu cepat.
3. Tidak maksimal dalam proses pembelajaran. Seperti, ketika sedang zoom kuota tiba-tiba habis, sinyal yang jelek, dan lain sebagainya.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Menurut saya, mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 membutuhkan adanya kerja sama antara pemerintah, tenaga pendidik, peran orangtua, serta peranan pelajar.
Tenaga pendidik harus kreatif mengikuti perkembangan teknologi sehingga bisa menciptakan proses pembelajaran yang maksimal. Pemerintah menyediakan fasilitas – fasilitas yang diperlukan selama proses pembelajaran jarak jauh, seperti, internet gratis, dan lain sebagainya. Pelajar yang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dan peranan orangtua dalam mensupport anak-anak mereka selama mengikuti proses pembelajaran jarak jauh.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
1. Jujur dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti mengikuti ujian, pretest, postest, melakukan absensi
2. Disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti dating tepat waktu.
3. Bertanggung jawab dalam mengikuti proses pembelajaran seperti, menyelesaikan tugas
4. Peduli terhadap sesame teman, saling membantu, saling mengayomi, dan saling menguatkan.
5. Bersikap sopan dan satun kepada dosen dan staf akademisi, rekan kerja, dan sesama mahasiswa.
6. Ikut menjaga kelestarian di lingkungan kampus, seperti menjaga kebersihan lingkungan.
7. Bekerja sama , gotong royong, dan melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat.
8. Cinta damai. Tidak terlibat dalam perilaku anarkis yang merugikan atau mengganggu warga setempat.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Hakikat Pancasila adalah yang ada dalam setiap nilai yang ada di dalam Pancasila dan dijadikan acuan perilaku sehari-hari masyarakat Indonesia, sebagai acuan paradigma berpikir dan bertindak. Paradigma berpikir bertujuan untuk menjadikan Pancasila sebagai kerangka berpikir dan landasan berpikir bangsa Indonesia. Pancasila juga harus dijadikan acuan dalam hal sikap dan perilaku warga negara Indonesia. Ketika warga menerima Pankasila sebagai dasar perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, maka terjadilah keharmonisan dalam masyarakat, karena setiap orang berperilaku dengan cara berpikir yang sama dalam melakukan tindakan tersebut.
Rojwa Azka Syakira
2258011023

Analisis Jurnal

1. Judul Jurnal
Dalam jurnal yang berjudul "FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER"
judul tersebut sudah mencerminkan isi artikel karena sesuai dengan teori – teori yang relevan dalam artikel tersebut .

2. Penulis
Artikel jurnal ini ditulis oleh 1 orang penulis yaitu, Yoga Putra Semadi. Penulisan nama penulis pada jurnal ini sudah benar, karena dituliskan tanpa menggunakan gelar.

3. Korespondensi
Dalam jurnal ini nama penulis dilengkapi dengan alamat korespondensi seperti adanya email dan nama lembaga serta program studi penulis jurnal
 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia E-mail: yoga_semadi@ymail.com

4. Abstrak
- Pada bagian abstrak jurnal ini terdapat penjelasan singkat mengenai isi tulisan dari latar belakang, metode, hasil, dan simpulan.
-Abstrak terdiri dari 1 paragraf dan terdiri dari 146 kata.
- Tidak ada singkatan, tabel, kutipan, gambar, dan merk dagang.
- Menggunakan Bahasa yang jelas.
- Ditulis dengan 2 bahasa yaitu, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Abstrak pada jurnal ini sudah cukup bagus.

5. Kata Kunci
- Kata kunci dalam jurnal : Filsafat Pancasila; Pendidikan Indonesia; Bangsa Berkarakter
- Kata kunci ditulis dengan 2 bahasa yaitu, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Istilah yang terdapat pada kata kunci juga terdapat pada judul dan istilah saling berhubungan.
- Kata kunci yang digunakan pada jurnal ini sudah bagus.

Resume Jurnal :
Pancasila adalah dasar pandangan hidup bangsa Indonesia, mengandung lima prinsip, yang isinya adalah identitas nasional Indonesia. Peraturan Pancasila secara utuh dan lengkap menggambarkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia. Filsafat pendidikan adalah berpikir secara mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Pokok-pokok Filsafat Pancasila.
1.Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan.
2. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya.
3. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila. Dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara
4. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau inti dari disiplin Pancasila meliputi:
1. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
2. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
3. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
4. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
5. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Teori Pembangunan Manusia dan Hasil Pendidikan:
1. Empirisme bahwa hasil pendidikan dan perkembangan bergantung pada pengalaman seumur hidup siswa.
2. Natalisme, teori yang dianut oleh Schopenhauer yang menyatakan bahwa bayi dilahirkan dengan sifat baik dan buruk.
3. Naturalisme Dipelopori oleh J.J. Rousseau, Dia berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir memiliki kualitas yang baik dan tidak ada anak yang dilahirkan dengan kualitas yang buruk.
4. Konvergensi, dipelopori oleh William Stern. Dia berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan kualitas baik dan buruk.