Nama:Melsi Lefiyana
Npm:2211031163
Kelas:Akt D
Filsafat pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter
Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan bersungguh sungguh untuk mencari kebenaran.Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai nilai budaya yang terkandung pada pancasila.Dalam sejarah pendidikan, dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan:
a. Empirisme, bahwa pendidikan dan perkembangan diperoleh dari pengalaman seorang anak yang pernah dilalui selama hidupnya.
b. Nativisme, bahwa hasil akhir pendidikan dan perkembangan ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperolehnya sejak lahir.
c. Naturalisme, bahwa pendidik hanya wajib membiarkan pertumbuhan anak didik dengan sendirinya, diserahkan saja selanjutnya kepada alam.
d. Konvergensi, bahwa hasil akhir pendidikan bergantung pada pembawaan dan lingkungan
Filsafat Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter.
Demokrasi Pancasila menegaskan pengakuan atas harkat dan martabat manusia
sebagai makhluk masyarakat, Negara, dan masyarakat bangsa (Arbi, 1998).
Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu;
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila, yakni mengakui manusia seutuhnya. Manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga,
keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta. Kebebasan agama adalah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat dimaknai bahwa pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang
sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Pendidikan karakter
memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan
melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud.
Npm:2211031163
Kelas:Akt D
Filsafat pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter
Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan bersungguh sungguh untuk mencari kebenaran.Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai nilai budaya yang terkandung pada pancasila.Dalam sejarah pendidikan, dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan:
a. Empirisme, bahwa pendidikan dan perkembangan diperoleh dari pengalaman seorang anak yang pernah dilalui selama hidupnya.
b. Nativisme, bahwa hasil akhir pendidikan dan perkembangan ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperolehnya sejak lahir.
c. Naturalisme, bahwa pendidik hanya wajib membiarkan pertumbuhan anak didik dengan sendirinya, diserahkan saja selanjutnya kepada alam.
d. Konvergensi, bahwa hasil akhir pendidikan bergantung pada pembawaan dan lingkungan
Filsafat Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter.
Demokrasi Pancasila menegaskan pengakuan atas harkat dan martabat manusia
sebagai makhluk masyarakat, Negara, dan masyarakat bangsa (Arbi, 1998).
Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu;
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila, yakni mengakui manusia seutuhnya. Manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga,
keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta. Kebebasan agama adalah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat dimaknai bahwa pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang
sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Pendidikan karakter
memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan
melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud.