Posts made by Adelya Mutiara Nurhamzah 2251031037

Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: AKT D

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab:
Penyebaran berita hoax merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi. Dimana penyebaran berita hoax ini sangat melesat cepat bahkan terdapat pula orang terpelajar serta orang dengan latar belakang pendidikan tinggi yang percaya akan berita hoax yang tersebar. Jika terus menerus terjadi penyebaran berita hoax ini dapat membuat kekeliruan dan kekacauan informasi serta kehebohan publik akan suatu informasi, bahkan dapat juga berakibat pada perpecahan suatu bangsa. 
Cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran berita hoax adalah dengan menyaring terlebih dahulu informasi yang tersedia sebelum dipublikasikan kembali dan mencari tahu kebenaran akan informasi tersebut, serta tidak mudah terprovokasi pada judul berita dan membaca keseluruhan isi berita terlebih dahulu.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang Anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab:
Perkembangan iptek kini semakin maju dan tak terbatas, terlebih pada perkembangan media sosial yang semakin pesat. Kemajuan iptek merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari, karena kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Iptek tanpa nilai dapat berbahaya karena memunculkan banyak masalah, seperti hate speech atau cyber bullying, penyebaran berita hoax, hacker, dll. Oleh karena itu, perkembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia serta tidak boleh bertentangan dengan dengan nilai-nilai Pancasila yang ada.
Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi secara optimal, bijak dalam penggunaan teknologi, menjauhi situs-situs yang tidak bermanfaat, dan selektif dalam menerima informasi yang beredar.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang Anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab:
Program studi akuntansi sangat memerlukan penggunaan teknologi, hal itu karena penggunaan teknologi dapat memudahkan pekerjaan para mahasiswa akuntansi terkhusus bagi mereka yang berprofesi sebagai seorang akuntan. Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus berkontribusi untuk meningkatkan iptek di negara kita sendiri, agar kita tidak selalu bergantung pada market negara luar. Yaitu dengan bijak dalam penggunaan teknologi, memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam hal yang positif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: AKT D

Pengeboman yang terjadi di kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 menyebabkan hampir setengah penduduknya meninggal dunia dan yang terjadi di kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945 menimbulkan banyak korban jiwa. Bom atom ini menyebabkan mundurnya jepang dan menyebabkan menyerahnya jepang kepada sekutu pada 15 Agustus 1945. Hal itu didukung dengan ditandatanganinya surat menyerah Jepang secara sah di atas kapal perang Amerika Serikat, dan berujung pada berakhirnya Perang Dunia II di wilayah Asia Pasifik. Kekosongan kekuasaan wilayah Nusantara yang saat itu sedang dijajah Jepang, membuka peluang Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada peristiwa tersebut dapat disimpulkan, bahwa bangsa Indonesia memanfaatkan kekalahan Jepang pada sekutu untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi inilah yang mendorong kita mendapatkan informasi tentang peristiwa bersejarah pada masanya. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus tetap berjuang mempertahankan negara yang sudah dimerdekakan oleh para pahlawan kita dan tidak melupakan sejarah yang ada.
Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: AKT D

Dari video di atas dapat disimpulkan bahwa adanya aksi unjuk rasa ratusan warga kabupaten Pekalongan Jawa Tegah yang melakukan aksinya dengan menutup saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pembuatan pakaian. Hal tersebut dilakukan para warga karena selama kurang lebih 25 tahun pabrik tersebut membuang limbahnya langsung ke sungai, selain dari pencemaran lingkungan para warga juga merasa tidak nyaman akibat dari bau busuk yang timbul dari limbah pabrik pakaian tersebut.
Pemilik pabrik pakaian tersebut pun menerima dan sudah sepakat atas tindakan para warga menutup saluran pembuangan limbah mereka, karena mereka pun mengaku selama ini tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya. Namun, warga yang sudah terlanjur kesal terus melanjutkan aksinya sampai pabrik pembuatan pakaian tersebut di tutup.

Menurut saya selama kurang lebih 25 tahun lamanya pabrik tersebut berdiri, sangat disayangkan sekali sedikit pun pabrik tersebut tidak memikirkan limbah mereka dapat merugikan masyarakat setempat dan lingkungan sekitar. Apa yang dilakukan oleh pabrik tersebut tentu saja melanggar sila-sila Pancasila, terutama pada sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradap, mengapa demikian? Karena tindakan pabrik tersebut tidak adil dan egois, mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya. Seharusnya mereka memanfaatkan kemajuan ilmu teknologi yang ada, dimana mereka dapat mencari tahu bagaimana cara pengolahan limbah yang baik dan segera untuk menerapkannya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

by Adelya Mutiara Nurhamzah 2251031037 -
Nama: Adelya Mutiara Nurhamzah
NPM: 2251031037
Kelas: AKT D


Artikel 14.a

Pentingnya implementasi nilai-nilai pancasila dalam menghadapi perkembangan IPTEK

Memasuki zaman yang semakin modern ini mengacu pada dunia digital, begitu pula dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dimana setiap individu berupaya untuk terus menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan literasi teknologi. perkembangan Iptek tentunya mempunyai dampak positif seperti menunjang kegiatan produksi, memudahkan komunikasi, dan memudahkan proses pembelajaran. Namun disisi lain Iptek juga mempunyai dampak negatif seperti carding, membuat ketergantungan dan rasa malas, dan mengandung unsur kekerasan serta pornografi. Oleh sebab itu pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam perkembangan Iptek, karena pancasila dapat menjadi rambu-rambu normatif agar tetap sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia. Perkembangan Iptek juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, serta harus senantiasa menghormati dan terbuka dengan segala kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik.
Sebagai masyarakat indonesia kita harus berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila agar tidak tersesat zaman yang semakin pesat ini, menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari terkhusus dalam menghadapi perkembangan iptek. Bijak dalam menggunakan teknologi, tidak menggunakannya secara berlebihan dan mengakses situs sesuai dengan umur, serta dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik. Tentunya hal itu akan bermanfaat bagi diri kita dan masyarakat sekitar.


Artikel 14.b

Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Dalam lingkup perbincangan kefilsafatan, sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Sehingga sistem filsafat Pancasila menjadi tangguh di hadapan sistem filsafat yang lain. Pada teori koherensi menyatakan pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan, selanjutnya ada teori korespondensi sistem filsafat Pancasila dinyatakan sebagai jiwa bangsa Indonesia, berkepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa dan pedoman hidup bangsa, sedangkan pada teori pragmatik menyatakan bahwa pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sistem filsafat pancasila berfungsi secara praktis. Ketiga hal ini secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya.
Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah tiadanya pertentangan dengan Tuhan, aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, kemanfaatan pada semua pihak, dan terpenuhinya hakekat keadilan.
Nilai kebenaran pancasila harus dijadikan dasar untuk mengembangkan ilmu di indonesia. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia, maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.
2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!

Etika generasi muda di tempat tinggal saya masih belum mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa indonesia. Para generasi muda di lingkungan saya cenderung individualis, dimana tidak adanya interaksi seperti berkumpul, mengobrol, atau hanya sekedar bertegur sapa. Padahal banyak dari kita yang seumuran. Namun, tidak dekat karena tidak adanya komunikasi yang baik. Serta adanya tindakan tidak baik dimana ada remaja yang berpacaran hingga larut malam.

Solusi yang baik terkait adanya dekadensi moral yang terjadi tersebut adalah dengan adanya kesadaran diri terkait lingkungan sekitar tentang pentingnya membangun hubungan interaksi antar sesama, dapat memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik, menggunakan gadget dengan baik (dalam artian tidak berlebihan), dan yang paling penting adalah peran orang tua dalam mendidik dan menanamkan pendidikan karakter pada anak.